prolog

25 9 38
                                        

HAPPY READING ❣️

   

     Seorang gadis kecil menuruni anak tangga. Kedua orang tua dan kakak laki-laki nya yang sedang menunggu kedatangan dirinya membuat Ia tersenyum tipis ketika hendak menghampiri mereka.

"Lama ya Ma?"  tanya Alya sembari memperbaiki tas selempang nya. Gadis  yang masih berumur tujuh tahun itu sangat menggemaskan sekali, apalagi ketika Ia tersenyum. Lesung pipi dan ke dua gingsulnya akan menghiasi wajah nya yang membuat semua orang meleleh dengan senyumanya.

"Nggak kok, ayo berangkat," ucap Luna-Mama nya Alya.

"Papa sama Al nggak mau ngomong apa gitu?" ucap Alya pelan. Tingkah gadis itu benar-benar menggemaskan. Repleks Andi--Ayah nya langsung menggendong putrinya.

"Alya malam ini cantik banget," puji Andi sambil melangkahkan kaki nya keluar rumah. Diikuti dengan Luna dan Al juga.

"Alya mau duduk di depan apa di belakang?" tanya Andi sebelum memasukan anak gadisnya ke dalam mobil.

"Alya mau di belakang aja sama Bang Al," jawab Alya sembari tersenyum.

Andi langsung menancap gas setelah semuanya masuk ke dalam mobil. Mereka akan pergi ke mall untuk menonton bioskop. Tidak ada percakapan sama sekali yang tercipta di dalam mobil itu. Alya sibuk memandangi pemandangan luar yang begitu indah pada malam hari begitupun dengan Al.

Padahal Luna meminta Alya untuk menonton bioskop pada siang hari saja agar pulang nya tidak ke malaman. Khawatir Alya akan mengantuk. Namun Alya tetap lah Alya yang kekeh untuk pergi malam. Dengan alasan besok hari minggu membuat Luna menuruti saja atas permintaannya.

Andi memarkirkan mobilnya setelah sampai di mall.

Andi dan Luna  turun duluan lalu berbalik ke belakang untuk membuka pintu pada anak-anak nya. Kompak sekali! membuat Alya dan Al terkekeh geli.

"Cie ... Mama," ledek Alya.

"Cie ... Papa," sambung Al.

Luna dan Andi saling bertatapan lantas  tertawa sebentar. Luna langsung beralih  menatap Alya da Al karena malu.

"Cie blushing," Andi terkekeh geli melihat pipi Luna yang merah.

"Apaan, si," timpal Luna.

"Papa ayo!" ucap Alya. Andi repleks menuruntakan putrinya dari mobil.

Andi langsung mengajak Luna dan anaknya menuju ruangan bioskop dan memesan tiket.

"Kita datang tepat waktu," ucap Luna sembari tersenyum.

"Yey, kita langsung nonton Bang," ucap Alya antusias, Ia meloncat-loncatkan tubuhnya sembari memukul pundak Al.

"Aduh ... sakit Alya."  Al meringis kesakitan. Akibat kehebohan Alya.

"Ya maaf." Alya menampakan cengiran kuda nya.

"Udah ayo masuk," ajak Luna. Ia mengiring kedua anak nya. Di ikuti dengan Andi.

                             🌚🌚🌚

"Gimana Filem nya?" tanya Luna pada anaknya setelah berada di luar ruangan bioskop.

"Seru Ma," jawab Alya dan Al kompak.

"Yuk pulang," ajak Luna.

"Alya sama Abang pengen es krim Ma,"  pinta Alya. Ia sudah merencanakannya bersama Al ketika  di dalam bioskop tadi.

"Beneran Abang juga mau?" tanya Luna, karena setahunya Al tidak terlalu suka dengan es krim.

Al hanya mengangguk.

"Yudah beli dulu, tapi makan nya di mobil aja ya. Udah malem." Luna langsung melirik lingkungan sekitarnya mencari kedai es krim.

"Ayo ke sana," ajak Luna setelah menemukan kedai es krim.

Alya dan Al berjalan ke tempat yang Luna tunjuk tadi. Sedangkan Andi hanya mengikuti saja.

"Tunggu sebentar ya, Mama pesen dulu," pinta Luna. Al duduk di tempat yang tersedia.  Sedangkan Alya berdiri di dekat Mama nya.

Andi membalikan tubuhnya dari keramaian Ia hendak mengangkat telpon sebentar. Hanya lima menit Ia kembali ke tempat duduk Al. Andi mengerutkan keningnya melihat Alya tidak ada di sekitar kedai.

"Al, Alya mana?" tanya Andi pada putranya, Ia sedikit panik.

"Mana Al tau kan' Al dari tadi duduk di sini," jawab Al, Ia lantas melihat Mama nya yang masih mengantri. Sebab tari tadi Alya bersama Mama nya.

Andi langsung menghampirinya Luna. Refleks menepuk pelan pundaknya.

"Alya mana?" tanya Andi. Refleks Luna melihat ke sekitar kedai. Tidak ada!

"Loh tadi sama Mama kok nggak ada,"  Luna ikutan panik, karena Alya tidak ada.

"Ayo cari!" titah Andi. Mereka langsung keluar dari antrian. Sebelum itu Andi mengajak Al juga. Ia menggendongnya cepat agar Al tidak ketinggalan.

Hampir satu jam tetapi Andi dan Luna belum juga menemukan Alya. Mereka masih terus mencari sebelum ketemu. Luna sudah berderai air mata. Anak kesayangannya hilang entah kemana? membuat dirinya panik bukan main.

"Pah, gimana?" tanya Luna. Ini benar-benar sulit untuk menemukan gadis kecil di tengah keramaian.

"Tenang, Lun. Ini udah malam, kita udah sejam lebih cari dia. Besok kita cari lagi ya. Aku juga udah menghubungi pengurus mall ini untuk mencari Alya,"  ucap Andi menenangkan Luna.

"Alya sebenernya kemana sih?" kesal Al, Ia mengira bahwa Alya berpikir sedang bermain petak umpet.

"Tenang ya, ayo kita pulang. Lanjut besok aja," titah Andi. Ia juga sama khawatir dengan Luna. Ia juga geram karena tidak menemukan Alya padahal ia sudah mencarinya ke setiap tempat.

🌚🌚🌚

Jangan lupa tinggalkan jejak

15sep2020
16:30

     

     

ALFANOStories to obsess over. Discover now