. OO

42 5 0
                                        

eum- hhaii! ini book pertamaku , jadi mohon maaf yyya kalo ada istilah yang salah , kesalahan lain , atau bagian yang kurang . cmiiw guyss! ✨

° ° °


"Dit, bantu gue bisa?" ujar seseorang yang Radit yakini adalah kakak kelasnya.

"Bisa kak," sahut si pemilik nama tersebut. "Bantu apa memang?" sambungnya.

"Gue mau minta tolong lo buat ikut serta di organisasi PMR sekolah kita, Dit" pinta sang kakak kelas, yang ternyata adalah ketua PMR tahun ajaran ini.

"Harus saya, kak?" sebenarnya Radit ragu untuk menerima, namun dirinya pun enggan untuk menolak. Apalagi notabe orang di depannya adalah kakak kelas dan ketua PMR secara bersamaan.

"Iya, dit. PMR tahun ini kekurangan peminat dan banyak anggota lama yang keluar. dan dari data siswa yang gue pinta dari guru, lo cukup jenius buat ngejar materi PMR atau justru buat nerusin gue" jelas sang kakak kelas panjang lebar. Radit semakin tidak enak hati untuk menolak. Lagi pula, ia tidak ada hak dan alasan untuk menolak. Iya, kan?

"Baik kak, saya ikut serta," ucap Radit final.

"SERIUS!? Ya tuhan. Radit, terimakasih banyak. Lo penyelamat PMR" seru orang tersebut, kegirangan. Sembari melompat - lompat kecil, dan bertumpu pada bahu Radit. Sedangkan Radit hanya tersenyum simpul melihat kakak kelasnya tersebut.

"Eh sorry, Dit. Gue terlalu seneng lo mau ikut serta. Nanti siang pas istirahat ke uks ya, kita bicarain apa aja yang bakal lo lakuin di PMR ini" katanya, sembari memeluk kecil Radit dan melenggang pergi begitu saja dengan senyum merekah yang tak hilang dari wajah manisnya.

Selalu, menerima setiap tawaran tanpa dapat menolak. Menolak pun rasanya begitu susah. Huhh, dirinya tidak dapat menarik kata - katanya bukan? Ia tidak bisa, kan?

• • •

"Bajingan!"

'Bughh'

Suara pukulan dan umpatan yang saling sahut menyahut menjadi tontonan cuma cuma bagi murid yang berlalu lalang di lorong terujung bagian kelas XII. Mata mata murid yang haus akan informasi dan menjadikannya pembicaraan hangat dengan teman perkumpulan memilih menonton perkelahian. Lagi pula, ini memang sudah tontonan nya hampir setiap hari.

Sosok ber-per-awakan tinggi dengan wajah yang dingin lagi lagi memenangkan perkelahian tak berencana ini. Walau mendapat sedikit luka memar pada rahangnya, setidaknya ia menang dan tidak malu. Iya, kan?

"Anjing lo, Gilang! Awas lo! bakal gue bikin lo babak belur!" umpatnya kesal, ia kalah telak.

"Sure, gue tunggu lo 24/7!" sahut lelaki tersebut, yang diketahui bernama Gilang.

Siapa yang tidak mengenal Gilang? Pangeran kelas akhir yang terkenal tampan dan dingin? Juga sarkas dan pandai berkelahi? Hampir seantero sekolah mengetahuinya. Bahkan sudah tidak bisa di sebut hampir, tetapi 99,99% murid sekolah mengetahuinya. Wajahnya yang datar dan dingin, membuat banyak orang enggan untuk mendekatinya—terkecuali teman gilanya. Beberapa orang merasa tersaingi dengan ketampanan yang Gilang miliki, membuat Gilang mau tidak mau memberi perlawanan pada mereka yang memulai pertengkaran. Susah ya punya wajah tampan. Orang lain yang insecure, kita yang di salahkan.

Gilang berjalan menuju temannya yang sudah duduk duduk santai di depan kelas, menunggu bel masuk kelas.

"Woi, gue uks" ujar Gilang sembari menepuk bahu temannya dan melenggang pergi begitu saja.

"Kenapa?" tanya sang teman yang mendapat tepukan. Gilang membalik badannya dan menunjuk bagian wajahnya yang agak lebam pada temannya.

"Oh, bolos" tanggapan sang teman membuat Gilang merotasikan matanya, jengah dengan kelakuan temannya yang satu ini. "Terserah," ujar Gilang final dan mulai menghilang dari pandangan sang teman.

Sang teman menggidikkan bahu acuh. Lagi pula, apabila Gilang tidak lapor sekalipun, ia akan tahu harus berkata apa pada gurunya ketika tidak kedapatan Gilang berada di kelas. Dirinya teman yang baik, bukan?

° ° °

Radit albani winarasva - X ipa 1- anggota baru PMR - manis overload , innocent - perfeksionis

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Radit albani winarasva
- X ipa 1
- anggota baru PMR
- manis overload , innocent
- perfeksionis
. . .
"Memalukan"

Gilang arsenio brajaga - XII ipa 2- tempramental , pangeran- sarkas , abnormal- berandal kata radit

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Gilang arsenio brajaga
- XII ipa 2
- tempramental , pangeran
- sarkas , abnormal
- berandal kata radit
. . .
"Apa lo liat liat?"

to be continued . .

jadi gimana? buruk ya? :(
maaf , aku masih baru dan belum tau banyak hal.
tolong bimbingannya ya ,
cast lain bakal nyusul . .
i'll update dddis story asap! 💗✨

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 14, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

p e R f e k s i o n i s Stories to obsess over. Discover now