Part 1: Boise

48 2 0
                                        


Jaman now segalanya serba canggih. Kemajuan tekhnologi membuat semua orang beraktifitas melalui internet. Mau apapun bisa kita dapat melalui internet. Semuanya serba online. Apalagi saat ini sedang marak Covid-19. Jangankan shopping, sekolahpun sekarang lewat online. Jadi tak aneh sepertinya bila dunia perdukunan juga lewat ONLINE. Sudah banyak iklan-iklan paranormal atau dukun online didunia maya, mereka menawarkan jasa penjualan tuyul atau juga barang-barang untuk santet, pelet, dan pengasihan. Akupun mulai tertarik dengan mengiklankan kemampuanku.

Melalui internet aku memulai bisnis perdukunan, aku membeli sebuah jaringan website baru kepada rekan bisnis. BULKATA adalah nama websitenya. Website ini terbilang baru, tetapi sudah lebih dari 2K viewer yang mengunjunginya.

Ya... Aku juga seorang dukun atau paranormal. Hanya saja perbedaannya, aku bermain dibelakang layar monitor ini. Aku tidak pernah bertemu dengan client ku. Kami berinteraksi melalui internet. Aku adalah dukun Jaman now.

Sebut saja namaku Boise. Aku adalah seorang bisnis man terkenal. Usahaku bergerak dibidang kosmetik. Saat ini usahaku sudah memasuki dunia Internasional.

Status?
Aku masih single belum menikah, tetapi sudah pernah kawin (bukan perjaka maksudku).

Pacar? Aku salah seorang pria bertipe setia (setiap tikungan ada). Jaman now, sudah ga Jaman lagi punya cewek satu. Mumpung masih muda, puasin dulu jiwa Kelana. Kalau sudah mentok, baru deh mikirin nikah.

Wajahku? Tampan, bisa membuat wanita klepek-klepek didepanku. Sungguh, aku tidak bohong. Aku memang sudah tampan sejak lahir. Aku merasa diriku sempurna, tampan, kaya, dan pintar. Bahkan aku mempunyai kelebihan suprantural. Perfect bukan?

Jangan kamu menilai seseorang dari penampilan. Sebelum kamu mengetahui isinya. Penampilan boleh sempurna, namun dibalik itu semua ada kegelapan yang kusembunyikan. Tak ada yang tahu selain diriku. Dan aku menyukainya. Ya... Aku suka sisi gelapku.

Suatu hari aku berkenalan dengan tiga orang wanita disebuah club malam. Mereka adalah Ayu, Intan dan Anjani. Rupanya mereka bersahabat. Diantara ketiga wanita itu, Anjani yang paling cantik dan bertubuh sensual. Aku suka melihat matanya. Bulu mata Anjani sangat lentik, matanya tajam bila memandang. Bibir tebalnya membuat senyumnya semakin manis. Diam-diam kudekati Anjani dan mengajaknya untuk berdisco. Tapi sial, dia berani menolak ajakanku. Akupun hanya terdiam dan memberikan sebuah senyuman manis padanya.

"Lain kali ya." Katanya sambil mengerlingkan mata kirinya kepadaku.

"Hmm... Okey... " Kataku dengan membalas senyumnya. Akupun menjauh darinya.

Kuperhatikan setiap tingkahnya. Tanpa dia sadari, sesekali kufoto dirinya dari jauh. Sedang asyik memperhatikan Anjani, gawaiku bergetar. Sebuah pesan masuk, seseorang ingin bertransaksi pesugihan online.

Kutinggalkan club malam dan kembali kerumah. Layar komputer segera kuhidupkan. Kubuka BULKATA perdukunanku. Banyak sekali inbok yang masuk. Rupa-rupa yang mereka inginkan. Ada yang meminta tolong mencari anaknya yang hilang sudah satu minggu, ada yang ingin isteri nya hamil, ada yang ingin anaknya sembuh dari penyakit gila, ada yang ingin dicarikan jodoh, dan lain-lain.

Tidak semua pasien kutangani, hanya mereka yang memenuhi persyaratan yang dapat kubantu. Pasti kalian ingin tahu kan syaratnya apa?

***
POV Anjani

Sudah satu minggu Rijal tidak memberi kabar, gawainya pun tidak aktif. Kamar kost-annya terkunci dari luar. Kemana dia?

Sejak kuberitahukan tentang kehamilanku, dia menghilang bak ditelan bumi. Bajin*an itu tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Fikiranku runyam seketika.

Dukun onlineStories to obsess over. Discover now