"Pa kalau seandainya kita juga punya duit yang banyak kita bisa kayak mereka kan?"
Tanya anak laki laki itu kepada Papa nya.
"Iya nak, bisa dong, tapi kita ngga boleh niru sifat mereka yang tamak sama uang, yang suka seenaknya memperlakukan orang biasa" ucap Papa nya.
"Kalau gitu kita juga harus punya banyak uang ya untuk ngungkapin semuanya?, Aan rasa kalau mereka kaya gitu ngga adil Pa, kita harus bisa balas dendam ke mereka" ujar anak laki laki iti yang memanggil diri nya Aan.
"An kamu masih kelas 4 SD sekarang, kamu fokus belajar dulu ya, kalo urusan itu biar Papa yang urus janji?" sambil mengaitkan kelingking nya dengan kelingking anaknya itu.
"Janji"
"Papa janji sama kaka juga dong" anak kecil yang berwajah imut itu ikut ikutan ternyata.
"Iya papa janji"
"Nanti kalau kita udah banyak uang kita balas ya pa" dengan wajah polosnya.
"Shhtt, anak kecil ngga boleh ngomong gitu ya" larang Papa nya sambil mengelus kepala anak nya itu.
"Iya pa, tapi kaka pengen jago berantem" sambil nendang nendang udara dengan kaki mungilnya.
"Kenapa kaka tiba tiba pengen jago berantem" tanya anak yang bernama Aan itu.
"Biar bisa mukul orang yang udah jahatin Mama"
•°•°•°•°•°
Happy reading semuaa>•<. Btw ini cerita pertama akuu, jadi kalo ada typo atau bahasanya kurang srek di kalian maap ken ya :D
Keracunan kembaran juga buat cerita di wp awalnya cuma pembaca sih :D
Enjooyy ;D
YOU ARE READING
Valeria Alarica
HumorGimana sih kalau cewe yang akhlaknya rada rada itu pindah dari SMA biasa ke SMA favorit malah jadi pusat perhatian di sekolah barunya? Kenapa bisa dia jadi pusat perhatian di sekolah barunya? Tapi tunggu dia pindah bukan tanpa alasan, kira kira apa...
