- 01 -

2 0 0
                                        

seorang gadis tertidur lelap dibalik selimut tebal nya sambil mendengkur halus karena semalam ia lembur mengerjakan tugas matematika wajib berjumlah lima puluh soal. ia menguap saat alarm di handphone nya berbunyi sangat nyaring didekat telinga nya , ia berdoa setelah bangun tidur karena sudah diajarkan oleh nenek nya sejak kecil.

" gata! kok lo telat terus sih? " gerutu nya sendiri saat melihat jam dilayar handphone nya yang menunjukan bahwa ia sudah telat sekolah selama lima belas menit

" non gata! bangun non! ini bibi dikasih perintah sama nyonya kalau non gata gaboleh telat sekolah lagi " teriak bibi dari luar kamar gata sambil menggedor pintu kamar nya

" udah telat bi! " ucap gata dengan cengiran khas nya saat sudah melihat bibi menenteng beberapa keperluan sekolahnya

" kamu ini dari jaman kecil tidak pernah berubah ya? heran bibi atuh. kemaren bilang mau tobat , gimana sekarang? engga kan? " sindir bibi sambil menjitak dahi mulus gata

" iya iya , nyerah " malas sudah gara ketika harus bersilat lidah di pagi hari cerah ini. ia langsung memasuki kamar mandi dan membersihkan diri

gata turun dengan penampilan khas nya , yaitu baju seragam yang pas ditubuh nya dan sepatu hitam putih converse yang melekat di kakinya. hanya dengan berbalut make up tipis berupa bedak bayi dan lip blam membuatnya terlihat lebih ceria.

" bibi! gata berangkat dulu! " pamit gata sambil mencium punggung tangan bibi , ia sudah menganggap bibi sebagai ibu nya.

" ati ati non , jangan nakal disekolahan! kasian atuh nyonya dipanggil mulu disekolahan " peringat bibi sambil mengelus rambut sebahu gata

" mau dipanggil seratus kali pun gabakal dateng , emang mama peduli sama gata? " tanya gara dengan tatapan yang menyorotkan kemirisan

gata meninggalkan pekarangan rumah nya dengan motor yang diberikan oleh nenek nya saat ia beranjak di sekolah menengah pertama.

" pak bukain! " teriak gata keras sambil menekan beberapa kali bel dimotor nya.

" non gata berisik banget sih! sakit kuping saya ini " gerutu pak satpam sambil menatap tajam gata yang setia menahan tawanya

" bukain dong pak! nih ada rokok " rayu gata sambil menunjukan beberapa bungkus rokok koleksi nya untuk pak satpam

" saya mau! " ucap pak satpam sambil merebut dua kardus rokok kemudian membukakan pagar sekolah untuknya.

gata memakirkan motornya dengan sembarang karena pastinya akan dirapikan oleh tukang parkir sekolahan nya. ia berjalan santai di koridor sambil mengunyah permen karet rasa blueeberry kegemarannya.

" kabelry gadhanta! " panggil seseorang dengan suara berat nya sambil menarik paksa tas gata yang masih menyangkut di bahu nya

" eh apa nih? siapa lo? " tanya gata sambil melepas cekalan tangan lelaki tersebut yang menarik tas hitam nya

" lo telat? " tanya travis sambil menatap wajah gata yang kikuk saat ditanya seperti itu

" engga! gue ga telat! gue itu tadi boker di toilet, nah ngantri panjang banget tuh karena para cabe cabean masih mau make up , jadi gue tunggu dulu. sampai akhirnya gue telat masuk kelas karena boker " alibi gata sambil menaik turunkan alisnya berusaha menutupi kegugupan nya

" alah boong lo! " sarkas travis sambil menyentil dahi gata yang masih nyeri karena jitakan bibi tadi

" heh tremos! gue itu gaboong! " bela gata sambil mengibas kibas kan rambut coklat nya didepan wajah travis

" tremos matamu! jelas jelas nama gue travis! bukan tremos " ucap travis tak terima dan akhirnya membuat gata tertegun saat travis menatap wajah nya dekat

" heh jailangkung! udah deh lo pergi aja , gue kan ga ngundang lo , gue mau belajar dulu nih " sebal gata saat jam pelajaran nya terkuras habis dengan debat

" belajar gayanya doang! aslinya juga molor didalam kelas " sindir travis sambil menyeret gata menuju lapangan basket yang luas

" lo ngapain bawa gue panas panas disini? lo mau nembak gue yang di novel gitu? " ucap gata percaya diri sambil menebar pesona saat beberapa kaum adam melewati mereka

" dulu emak lo ngidam apa sih? anak nya bego banget sumpah! " gerutu travis sambil mengacak rambutnya frustasi saat dihadapkan dengan gadis super percaya diri

" lo punya kutu rambut? kok daritadi ngacak rambut lo gitu " tanya gata dengan tampang polos nya yang membuat travis semakin gila

" ah bodo lah! emosi gue sama lo " ucap travis lelah saat otak gata di mode pesawat seperti ini

" salah siapa ngajak gue kesini! lo tuh kaya jailangkung , datang tak diundang , pulang naik motor kreditan bapak lo " celetuk gata dengan tampang santai nya sambil menyeka beberapa keringat yang sudah meluncur

" tadi lo bilang apa? motor kreditan? sorry ya , motor gue itu fix lunas dan motornya pun merk ternama " ucap travis sambil menyombongkan diri dihadapan gata

" pake uang ortu aja bangga! " sindir gata kemudian tertawa sinis dan meninggalkan travis yang masih melamun mendengarkan setiap kata yang terlontar dari bibir gata.

gata memasuki kelas nya yang benar benar ramai karena hari ini para guru sedang di adakan rapat dadakan. sudah dipastikan pasti keadaan kelas menjadi seperti kapal pecah

" kemana aja nyet? " tanya starla alias sahabat gata sejak kelas enam sekolah dasar , dan mereka pun memutuskan untuk selalu satu sekolahan sama

" dihukum sama tremos " ucap gata dengan nada tak bersahabat sambil meletakan tas nya yang sudah berat karena daritadi bertengger di bahunya

" travis tuh orang gapernah bosen kalau ngehukum anak orang , malahan ada yang sampai disuruh push up 50 kali " jelas starla yang membuat gata hanya menyimak sekilas karena perhatian nya kini teralihkan oleh travis yang sudah berdiri manis didepan pintu kelas

" jailangkung! lo ngapain disini? " tanya gata sambil membuang permen karet nya di tong sampah karena sudah terasa hambar

" sekali lagi panggil jailangkung, gue bakal hukum lo dengan berat " peringat travis karena sudah sebal dengan gadis dihadapan nya ini

" beratan juga berat badan lo " celetuk gata santai kemudian terkejut saat sebuah penghapus papan tulis mengenai kepalanya

" bangsat! siapa yang lempar ini? " tanya gata pada seisi kelas termasuk travis , matanya menyorotkan kobaran api siap berperang

" gue! kenapa? " tantang travis dengan senyum smirk nya yang ternyata malah mengundang tawa dari mulut gata.

" kenapa lo ketawa? " tanya travis sambil menatap wajah gata yang sudah memerah karena menahan tawa

" ternyata jailangkung ini baperan toh , baru sadar gue. disindir soal berat badan aja langsung main fisik sama cewe. situ banci? " tanya gata dengan wajah tanpa dosa lalu melenggang pergi menuju kamar mandi meninggalkan kelas yang sudah diam mencekam

" bubar! " teriak starla keras membuat anak dikelas nya pun terpaksa membubarkan diri dengan dongkol karena ia masih ingin melihat peperangan gata dengan target lainnya.

sedangkan travis sudah mengepalkan tangannya menahan amarah , sungguh gata lah yang sudah berhasil memancing segala emosi yang ia pendam. dan anehnya lagi ia selalu melampiaskan pada gadis itu , tidak dengan orang lain.

contohnya tadi , banyak siswa yang berlalu lalang untuk bolos dan banyak juga yang terlambat masuk sekolah. tetapi travis hanya menghukum dan memarahi gata tanpa rasa peduli.

gue ini kenapa sih? . batin travis dalam hati dan segera meninggalkan kelas gata yang sudah mulai ramai lagi.

sedangkan disisi lain , gata meneguk beberapa obat obatan yang ada disaku rok nya , ia menelan paksa obat itu karena sebenarnya ia dan lidah nya tidak pernah bersahabat saat meminum obat pahit seperti ini.

" tahan gata! lo pasti bisa pulihin keadaan ini sesuai kemauan diri lo " ucap gata yakin sambil menghapus air mata nya yang menahan rasa sakit di perut bagian kirinya dan kepala nya terasa pusing saat mendapat lemparan oleh travis tadi.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 09, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

CimmerianStories to obsess over. Discover now