O1. 15 DAYS?!

9.8K 422 39
                                        

𝐌𝐄𝐋𝐓𝐄𝐃 [𝐎𝐇𝐌𝐍𝐎𝐍] 🔞
𝘦𝘯𝘫𝘰𝘺 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘪𝘯𝘨 𝘬𝘩𝘢~

Seorang pemuda bertubuh tinggi itu terlihat tergesa gesa saat menuruni anak tangga. Dengan terburu buru ia membuka kulkas untuk mencari sesuatu yang dapat dijadikan sarapannya.

"Kenapa sih buru buru? ini masih jam 6."

Pria yang disebut Nanonㅡitu melirik cepat ke arah jam tangannya. "Masih jam 6? ku pikir tadi sudah jam 7 lewat." batinnya mengetukkan kepalanya kesal.

Ibunya terkekeh pelan seraya menyiapkan sarapan favorit anak bungsunya itu. Yap, dua buah telur goreng dengan kuning telur yang matang dan sosis goreng yang dipotong kecil kecil sehingga menyerupai potongan dadu. Ditambah dengan saus pedas dan sedikit mayonaise disampingnya. Cukup untuk membuat perut Nanon kenyang hari ini.

Entah apa yang ada dipikiran anak remaja itu. Padahal ia sudah memasuki tingkat SMA kelas dua. Tetapi bekalnya seperti anak TK dan selalu sama setiap harinya. Tak heran jika jarang ada gadis gadis cantik yang ingin dekat dengannya.

"Non,"

"Apa ma?" Ucap Nanon sambil menarik kursi meja makan lalu duduk manis diatasnya.

"Besok mama dan rekan kerja mama ada tugas di luar kota buat 15 hari kedepan."

Nanon mengangguk, "Lalu?"

"Kamu ga apa apa kan tinggal sendiri?" Ucap ibunya menatap sang putra.

"Iya gapapa kok." Sahut Nanon enteng. Toh walaupun bekalnya masih seperti anak TK, bukan berarti ia tak berani ditinggal sendiri.

"Yakin?" Ucap sang ibu lagi untuk meyakinkan sang putra kesayangannya itu. Nanon kembali mengangguk dengan santai sambil mengacungkan kedua jempol tangannnya ke arah ibu nya.

"Nanti ada anaknya teman ibu bakal nginep disini sampai tugas pekerjaan kita selesai. Kamu gapapa kan?"

"Loh? siapa? kok nginep? ngapain nginep? emang dia ga mau sendiri aja dirumah apa?" Balas Nanon mengernyitkan dahinya.

"Iya, namanya siapa ya, Ibu juga lupa, pokoknya itu dia nginep karna dia takut sendirian." Sahut Ibunya lagi.

"Ish, aku gak mau ah. Ribet tau, masa udah besar aja masih takut sendirian sih. Mama nggak bisa nolak apa?" Kesal Nanon menyilangkan kedua tangannya di dada.

"Gak boleh gitu Non. Anaknya juga pintar, lumayan kan biar dia ngajarin kamu juga?" Jelas Ibunya berusaha untuk membuat anaknya mengerti.

Tapi Nanon tetaplah Nanon. Si anak keras kepala yang pendiriannya sangat kokoh pada satu tujuan.

"Ga mau. Nanti kalo dia gabisa nyuci baju gimana? Kalo dia ga bisa masak? Atau bahkan dia nggak mengerti cara melipat baju? aku gak ngurus ya." Keluh Nanon memajukan bibirnya. Berusaha sekeras mungkin agar sang Ibu menerima pendapatnya.

"Gak bisa. Mama udah janji sama ibunya biar anaknya nginep disini. Lagian dia juga lebih pintar, hal hal kecil juga pasti dia tau lah."

"Udah nih bekalnya. Hati hati dijalan. Ibu mau siap siap belanja keperluan besok."

Final sang ibu seraya memberikan sekotak bekal yang hangat lengkap dengan air mineral dan satu buah susu cokelat kesukaan Nanon.

"Mama ke kamar dulu." ucap sang ibu yang dibalas anggukan malas dari putranya.

Sungguh, Nanon masih kesal dengan ini semua. Hari liburnya harus terganggu dengan adanya orang lain di rumahnya. Nanon membayangkan hari libur yang damai, tanpa ada orang lainㅡatau bahkan keluarganya. Ia ingin menenangkan diri sendirian. Ditambah lagi beberapa akhir ini ia dibuat stress dengan deadline tugas yang tidak tanggung tanggung

MELTED [OHMNON] 🔞Stories to obsess over. Discover now