withered roses

22 3 0
                                        

Kau memberi tahu ku bahwa aku sedih dan tersesat .
.
.
.
.









     Di suatu ruang serba putih terbaring seorang laki laki tampan yang sedang melihat ke arah langit langit kamar, dia baru sadar beberapa menit yang lalu karna pengambilan darah yang ia lakukan untuk seseorang yang paling berharga untuk kedua orang tua nya.

"Sepertinya tuhan menciptakan ku hanya untuk orang itu" ucapnya sambil meneteskan air mata dari mata indah nya.

Dia Hearth laki laki yang selalu menyalahkan takdir yang tak bisa dia pungkiri memiliki kedua orang tua yang sayang terhadap sang kaka yang sedang sakit gagal ginjal.
Dan sang kaka mengalami sakit gagal ginjal kronis yang di harus kan mencuci darahnya setiap sebulan dua kali pengambilan, dan yang kalian tau darah yang kaka nya gunakan ternyata darah sang adik yang tidak di akui oleh kedua orang tua nya.

"Ini minumlah jus jeruk ini agar kau pulih dan tidak merasa terlalu pusing" ucap seseorang yang datang menggunakan jas putih.

"Terimakasih dok, tapi aku tak apa apa aku akan segera pergi untuk bekerja. "ucap Hearth kepada dokter

"Hearth kau harus banyak beristirahat karna fisik mu sedang tidak stabil untuk bekerja" ucap dokter song dengan khawatir karna Hearth sudah di anggap anak nya sendiri saat menangani kaka nya disini dan dia menemukan Hearth di lorong rumah sakit dengan keaadan tidak stabil saat pengambilan darah pertama nya Hearth masih dibawah umur untuk melakukannya, yaitu 16 tahun dan itu sangat tidak bagus untuk kesehatannya karna pendonor di wajibkan berumur 17 tahun keatas dan sedangkan Hearth di usia 16 tahun sudah harus melakukannya.

"Tak apa dok aku baik baik saja, kalau begitu terimakasih atas minuman ini" ucapnya sambil meninggalkan dokter song.

Saat berjalan di lorong rumah sakit ia berpas pasan dengan sepasang suami istri yang memandang remeh terhadapnya, tapi ia tidak menggubris tatapan dari kedua nya.

"Hei, kau jangan lupa untuk jadwal pengambilan darah untuk 2 minggu kedepan" ucap seorang laki laki yang sudah berumur dengan sorot mata yang sangat tajam.

Setelah mendengarkan ucapan itu Hearth tetep berjalan dan tidak mau menoleh terhadap orang yang berkata itu.

"Kau tidak mendengarkan ucapan suamiku, dasar anak kurang ajar kau" suara itu suara perempuan yang dulunya ia selalu rindukan saat membaca dongeng unyuknya.

Mereka adalah tuan Kim Junhoe Saezurry dan nyonya Min Young ayah dan ibu Kim Haerth Saezurry dan seseorang yang dia lihat yaitu kaka nya sendiri memandangnya dengan tatapan sedih karna tak bisa berbuat apa apa terhadap sang adik Kim Bearth Saezurry, dia merasa tidak berguna untuk hidup karna menyusahkan sang adik yang setiap bulan nya harus mendonorkan darah nya untuk penyembuhan gagal gingal yang ia derita.

"Iya aku kan datang untuk kalian, jangan khawatir"ucapnya dengan nada lirih.

"Bagus lah, dan jangan pernah ingkari janji mu anak sialan" suara baraton dengan nada tinggi.

"Cepatlah bekerja dan dapatkan uang yang banyak agar kau bisa makan dan hidup dengan layak agar darah yang ada di tubuh mu itu bagus untuk putra ku" ucap sang nyonya Kim.

"Oh dan satu lagi, jangan kau mengadu kepada nenek mu itu karna tak ada guna nya mengadu kepada nya, kalau kau mengadu kau akan tau akibatnya Hearth".


.
.
.

     Sesampainya Hearth di halte bus untuk pergi bekerja Hearth bertemu dengan seseorang yang sedang melihat ke arah kiri untuk menemukan bus yang akan ia tumpangi, gadis yang berumur serupa seperti Hearth dengan rambut blonde nya dan memegang tas gitar nya di tangan kanan nya.

Hearth hanya memandang gadis itu sambil meminum jus yang dokter song berikan kepadanya, sambil menatap gadis yang duduk di sebelah kanan nya dia ingat dengan gadis itu. Gadis yang ia lihat ternyata gadis yang selalu dia lihat secara diam diam yaitu Rosèanne Park gadis bersuara indah dan pandai memainkan musik dari gitar yang ia bawa.

Saat gadis itu melihat ke kanan dia melihat seseorang yang tidak asing untuk nya.

"Hai Hearth" dengan senyuman manis nya.

Sial kenapa aku tidak menyadarinya, dan setelah ini aku harus bagaimana . gunam nya dalam hati Hearth

"Hai Rosè" dengan canggung.

"Kau sedang menunggu bus juga?" tanya Rosè.

"Hm...iya seperti kau lihat" dengan pandangan yang di alihkan kedepan.

"Kau darimana, dan mau kemana?"

"Aku... mau pergi bekerja" ucap Hearth langsung beranjak dari duduk nya dan masuk kedalam bus.

Tanpa menunggu lama Rosè pun langsung ikut berdiri dan masuk kedalam bus tersebut, dia melihat tempat duduk sudah terisi semua dan ai sekarang sedang di posisi berdiri dan memegang pegangan yang diatas kepala nya. Nampak nya Rosè kesusahan karna membawa gitar di tangan kanan nya.

"Duduk lah" sambil berdiri di depan Rosè.

"Tidak kau saja kau kan yang terlebih dahulu menduduki tempat itu" ucap Rosè dengan nada tak enak.

"Aku tau kau kesulitan, dan aku akan turun tak jauh dari sini" sambil memegang tangan Rosè menyuruh nya duduk.

Setelah Rosè duduk dan dipastikan nyaman dia mengeluarkan handphone dan headset lalu mekainya dan menyalakan lagu yang ia selau dengarkan.

Yaitu suara Rosè saat penampilan pertama Rosè di sekolah suara Rosè selalu menenangkan suasana hati saat dirinya sudah melakukan donor darah untuk kaka nya. Hearth menyukai Rosè secara diam diam saat dia dipindahkan dari Amerika ke Korea untuk melanjutkan sekolah SMP di Korea mengikuti Tuan Kim dan Nyonya Kim, dan di saat semua orang menatapnya sebagai anak campuran Rosè menatapnya dengan tatapan sebagai teman.

Gadis itu memiliki hati yang lembut dan suara yang lembut untuk menenangkan hati nya sama seperti nenek nya yang berada jauh di Amerika.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 07, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Through the darkTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang