Monofobia

19 2 0
                                        

Pernah terfikir kalau dunia ini tidak adil?
Mereka yang sudah bahagia,selalu mendapat kebahagiaan dimanapun mereka berada.
Sedangkan mereka yang terjebak akan keterpurukan,selalu mendapatkan masalah dimanapum mereka berada.

Disini akan kuceritakan.
Bagaimana seseorang yang takut akan kesendirian memilih menjalani segala sesuatu seorang diri karena takut akan harapan semu yang mereka sebut 'kebahagiaan'

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sebagian orang berfikir matahari adalah sesuatu yang indah sinarnya menyinari hampir seluruh penjuru dunia
Orang orang sering mengaitkan matahari dengan sesuatu yang bahagia.
Orang juga berfikir gelapnya malam adalah sebuah ketakutan
Gelap yang menyembunyikan segala macam rahasia malam yang mengerikan.

Bagaimana dengannya? Dia yang menganggap matahari adalah sesuatu yang mengerikan sedangkan gelap malam adalah sesuatu yang menenangkan.

"Bagaimana kalau hari ini kita pergi ke tempat makan yang kuceritakan,kurasa akan menyenangkan kalau kita pergi"

"Aah maaf aku tidak bisa
aku sedang menabung untuk membelikan temanku hadiah,sebentar lagi hari bahagianya"

Helaan nafas terdengar frustasi
Lagi lagi jawaban seperti itu yang didapat seakan terbiasa dia kembali tersenyum

"Aa baiklah,aku mengerti kalau begitu sampai jumpa"

Bukan kah seharusnya dia tidak Merasa kesal bukankah alasannya sangat jelas tapi kenapa rasanya sangat sakit.
Dia merasa seperti dibuang tidak dibutuhkan lagi

Langkah kakinya terlihat biasa menyusuri sepanjang jalan menuju rumahnya.
Suasana hatinya sedang buruk hanya karena penolakan kecil dan untuk menenangkannya dia memilih untuk pulang kerumah

Jika kalian pikir rumah adalah hal menenangkan untuknya kalian salah.
Menurutnya rumah sama seperti neraka satu satunya tempat aman didalam neraka itu adalah kamarnya ruang yang luasnya hanyar beberapa meter dengan tumpukan boneka usang dan lampu tumblr berwarna putih sebagai penerangannya.

Jalan menuju rumahnya cukup jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki
Biasanya dia akan menggunakan kendaraan umum untuk sampai kedaerah rumahnya setelahnya berjalan sebentar agar mencapai rumahnya.
Tapi karena suasana hati yang buruk dia Memilih untuk berjalan kaki menuju rumah,mungkin sedikit udara malam dapat menenangkan susana hatinya yang buruk lagipula dia suka dengan malam dan segala rahasianya.

Langkah kakinya berjalan pelan mulai menikmati udara malam yang terasa agak lembab mungkin faktor setelah hujan menguyur kota tadi siang
Suhu mulai mendingin tapi dia berjalan seakan akan suhu dingin tidak menganggunya
Sesekali kepalanya akan menghadap kelangit yang dipenuhi bintang setelah hujan
Hanya bintang tanpa sang bulan.

'Kenapa bulan tidak mau berdampingan dengan sang bintang,apa karena takut cahayanya tersaingi sang bintang'

Begitulah pikirnya setelah melihat langit malam yang ditaburi bintang yang banyak tanpa kehadiran sang bulan
Lagi lagi helaan nafas frustasi terdengar ditengah sunyinya malam itu
Hari ini benar benar bukan hari yang bagus untuknya.
Semua perkerjaanya berantakan dan atasannya terus mengomel akan hal itu
Dia mencoba menghibur diri dengan mengajak temannya bertemu tapi semua menolak
Yang satu dengan alasan tidak mempunyai uang dan yang satu dengan alasan dia tidak menyukai hal yang dia sebutkan
Bukannya dia harus mengerti keadaan? Tapi kenapa rasanya sakit sekali
Seakan akan teman temannya tidak membutuhkannya lagi rasanya begitu menyiksa ketika berfikir teman temanya mulai mempunyai orang lain selain dirinya sebagai teman.

"Hahh tidak berguna sekali dirimu"

"Mereka tentu akan meninggalkanmu sendiri lagi pula apa yang diharapkan darimu"

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 25, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

MonofobiaWhere stories live. Discover now