UCAPAN PERPISAHAN

8 1 0
                                        

Dear Rasyid,

Salam hangat terdahsyat dari seseorang yang pernah ada dalam hidupmu, di manapun kamu berada ....

Aku gak tau harus mulai darimana, terlalu banyak yang ingin aku ungkapkan kepadamu. Mengapa harus lewat surat? Aku punya dua alasan untuk itu. Pertama, aku sering speechless setiap ngobrol denganmu, tiba-tiba blank gitu. Kedua, kemampuan lidahku tidak sebagus kemampuan menulisku, terkadang ada banyak hal yang tidak tersampaikan oleh lidahku ini. Tetapi kalau aku tulis, semua terungkapkan dengan sempurna.

Aku nulis surat ini untuk mengungkapkan semua yang ada di hatiku. Agar semua kesalah pahaman dan ketidak nyamanan yang terjadi di antara kita tak ada lagi. Sehingga hubungan kita kembali lagi seperti semula. Dekat dan akrab layaknya saudara.

Semoga kamu sehat dan bahagia selalu dimanapun kamu berada serta semua urusanmu diberi kelancaran oleh Allah SWT. HP-ku crash Rasyid, aku kehilangan nomor kamu, jadinya kita loss contact. Setelah kita tidak dalam satu komunitas lagi dan lulus, aku nggak dengar lagi kabar tentangmu. Tetapi aku sesekali ngecek akun facebookmu, bukan untuk comment ataupun kirim message. Itu aku lakukan hanya untuk sekadar memenuhi rasa penasaranku, akunmu masih aktif atau tidak.

Aku tak bisa melupakanmu, kamu telah menempati ruang khusus di hatiku. Bahkan, sadar ataupun tidak, aku sering menyertakanmu dalam setiap do'aku. Kamu masih ingat percakapan kita, dalam persiapan sebuah event, tentang asal muasal panggilan "SS". Menurut kamu "SS" itu adalah "Seksi Sibuk", dengan alasan kita melakukan banyak hal yang bukan tanggung jawab kita. Kita memiliki kelapangan waktu sehingga bisa meng-handle hal itu (bersih-bersih, mendekor, nyari kertas dan bingkai buat sertifikat, beli bunga, beli pita dan printilannya, bahkan kamu sempat-sempatnya pula beli sepatu pantofel baru buat dipakai di event itu). Kita benar-benar jadi orang yang paling sibuk, sampai-sampai gak ada foto kita di semua dokumentasi yang ada. Karena kita selalu sibuk, dan ngurusin semua hal, sampai melupakan sesi foto-foto. Kita berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada para narasumber, undangan dan tamu yang hadir. Saat itu aku setuju, SS itu Seksi Sibuk, tetapi sekarang aku punya arti tambahan dari SS itu, yaitu "Special Someone", karena itulah arti dirimu di hatiku. Kamu berkesan bagiku.

Masih lekat dalam ingatanku, bagaimana keakraban dan kedekatan hubungan yang terjalin antara kita. Salah tingkah dan tersipu-sipu yang kerap muncul. Perasaan dihargai, diistimewakan, didengarkan sarannya, dipertimbangkan masukannya, persahabatan yang erat, kepedulian yang tercipta, kepercayaaan dan keceriaan yang ada yang tak bisa hilang dalam ingatan. Tiga tahun bukan waktu yang sebentar SS. Melupakan kebersamaan kita dan semua kisah yang telah tercipta tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semua butuh proses. Semua cerita, penempaan ilmu baru dari para ahlinya, simulasi-simulasi yang menambah pengetahuan kita, perjuangan dan pengorbanan dalam mewujudkan cita-cita, romansa dan kekeluargaan yang tercipta, dan tenggang rasa dalam mewujudkan tujuan bersama begitu membekas di jiwa.

Aku tidak pernah tau apa arti diriku bagimu, karena kita tidak pernah jujur terhadap perasaan masing-masing. kita tak wajib melabeli hubungan yang telah terjalin ini. Cukup jujur dan ikuti hati nuranimu, Rasyid. Seperti quote yang aku baca di novel LCHP karya penulis kesayanganku,  Karla M. Nashar, "melabeli hanya akan memberikan batasan pada sesuatu. Banyak hal dalam hidup ini yang tidak bisa dilabeli dengan kata-kata yang punya keterbatasan. Padahal untuk bisa memahami hal-hal yang tidak bisa dilabeli, kita hanya perlu jujur merasakannya dengan hati. Sesederhana itu".

Terima kasih telah menjadi bagian dalam hidupku Rasyid. Kamu telah membuat hidupku lebih berwarna. Semua yang telah terjadi adalah proses yang harus aku lalui menuju kedewasaan. Kamu telah mengajarkan banyak hal, kerja keras; persahabatan; pengorbanan; kesetiaan; kasih sayang' kepeduliaan; saling menghargai; komitmen; pengabdian dan sikap lainnya yang harus dimiliki dalam menjalani hidup dan dinamikanya. Terima kasih juga kamu telah menyempatkan hadir di acara penting dalam jenjang pendidikanku. Aku maklum dengan kesibukanmu, jadi aku tidak terlalu berharap kamu akn datang. Surprise!!! ternyata kamu datang, padahal saat itu hujan dan kamu dalam keadaaan sangat capek. I was happy and appreciated it Rasyid. Aku benar-benar menghargai pengorbananmu, walaupun aku gak bisa ketemu kamu secara langsung, aku pulang lebih awal karena sedang flu.

Maafkan aku jika selama ini aku berbuat salah dan khilaf terhadapmu Rasyid. Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari dosa dan jauh dari kesempurnaan. Maafkan aku, aku terlalu nyaman memanggilmu dengan SS daripada namamu. Bukan berarti aku tidak menghargai nama yang telah diberikan oleh orangtuamu, entahlah, SS itu begitu simple dan terdengar lebih indah. Mengenai kelanjutan hubungan ini aku serahkan kepada sang Pencipta. Sekarang ini aku fokus pada peningkatan kualitas diri, mengejar mimpi, membahagiakan kedua orangtua dan keluargaku, serta memberikan kebahagiaan dan manfaat bagi sesama. Aku akan tetap menjaga tali silaturrahim denganmu. Aku percaya nanti akan ada "the right man in the right place at the right time" buatku. "Semua akan indah pada waktunya". Dan aku yakin janji allah ini akan berlaku, "Lelaki yang baik untuk perempuan yang baik, dan perempuan yang baik untuk lelaki yang baik".

Hanya ini yang bisa aku tulis, semoga aku tidak mengejutkanmu ataupun menyakiti hatimu. Lega rasanya!!! Thx udah nyempatin baca dan maaf kalau kepanjangan. Tujuanku hanya satu, biar semua clear, clear, clear. Hehehe ^^

Sincerely yours,

Indira

Mencintaimu Dalam DiamStories to obsess over. Discover now