Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
𑁍┊일반 흰색 회색 모피 ˎˊ˗
Entah apa yang Lucas lakukan dikehidupan sebelumnya, dia hidup penuh kesialan di kehidupan sekarang.
Perusahaan tempat ayahnya bekerja tiba-tiba bangkrut, yah Lucas memang tidak kaya-kaya amat sebelumnya namun sejak perusahaan itu bangkrut, Lucas hidup hampir melarat, dia seketika menyesal memilih merantau untuk melanjutkan pendidikan sekolah tingkat akhirnya. Tadi pagi, Bruno—anjing spesies Dobbermann milik pak Yang di persimpangan yang entah bagaimana memiliki dendam kesumat padanya— nyaris saja menangkapnya karena Lucas nekat melewati jalan itu, ayolah, dia sudah terlambat ke sekolah dan jalan Persimpangan jauh lebih dekat ke Sekolah.
Lalu, dia dihukum lari 6 putaran di lapangannya yang super luas karena terlambat, yatuhan, rasanya sangat melelahkan karena Lucas baru saja dikejar oleh Bruno. Siang ini pun dia dimarahi habis-habisan oleh Guru Kim cuma karena dia bertanya tentang pelajaran yang menurutnya tidak dijelaskan dengan benar.
Dan sekarang, gebetannya menolaknya.
Lihat? Dewi Fortuna mungkin menghapus Lucas dari list orang-orang yang diberkatinya.
"Maaf hyung, aku tidak bisa menerimamu." Jaemin tersenyum kecut. Lucas terdiam ditempatnya, oke, hey, seseorang tolong jelaskan padanya, apa Jaemin benar-benar menolaknya? Serius? Setelah apa yang mereka lalui selama ini?
"ah, baiklah..." canggung, Lucas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, itu adalah satu-satunya respon yang bisa si bodoh ini berikan.
"tapi, Nana, kumohon terima saja Bonekanya, atau setidaknya bawa pulang Injeolminya, aku membuatnya untukmu." Lucas bersikeras agar Jaemin menerima boneka Moomin berukuran jumbo yang ia belikan khusus untuknya, ayolah, dia menghabiskan seluruh uang jajannya selama sebulan untuk boneka itu, kalau Jaemin tidak menerimanya apa yang akan dia lakukan nanti? Tokonya tidak mungkin mau menerima uangnya, kalau Injeolmi sih, tidak masalah.
"hyung, rasanya tidak enak jika aku tidak menerimamu tapi menerima hadiahmu." Bibir ranum Jaemin bergetar, dia akan menangis, mata cantiknya berkata demikian, sebelum akhirnya memberikan Boneka itu kembali kedalam genggaman yang lebih tua. "maaf hyung, aku sungguh minta maaf."
Dan dia berlalu begitu saja, lari meninggalkan Lucas sambil menangis. Lucas tercengang di taman, dia tidak mengerti kenapa Jaemin dan hidupnya harus sedramatis ini.
"hah, yasudahlah." Lucas mengendikkan bahunya pasrah, dia menyeret-nyeret boneka putih berukuran hampir setubuh Jaemin itu dengan lesu untuk kembali ke rumah. Hari ini melelahkan, dia ingin langsung tidur saja, masa bodoh dengan PR, dia bisa menyontek Dejun pagi harinya.
"hey, jangan pegang bonekanya! Mahal!" ujar Lucas, dia sempat merasa ada suara gores-gores pada boneka besar itu, begitu berbalik, dia menemukan seekor Anak Kucing lusuh berwarna putih kelabu sedang bermain-main dengan boneka itu. Kucing itu menatap tajam Lucas, lucu sekali, dan dia malah memukul-mukul kaki Boneka Moomin itu dengan tangan mungilnya, merasakan tekstur lembut boneka mahal itu.