Aku selalu bertanya tanya apa arti kebahagiaan???
Hmmm bukannya aku tidak pernah bahagia,hanya saja Setiap orang pasti punya pendapat sendiri.
Aku seorang analisis tentu aku tertarik dengan pendapat orang.
Akhir akhir ini aku belum menemukan manusia unik untuk ku analisis, jadi ku putuskan untuk pindah sekolah.
Saat ini aku sedang berada di depan gerbang sekolah baruku
SMA starla, SMA favorit di Jakarta.
Huft semoga saja di sini aku menemukan hal menarik.
Aku melangkah masuk ke dalam,dan ya seperti perkiraan ku di dalam sudah ramai, sebenarnya aku risih, karena saat aku berjalan di koridor banyak pasang mata menatap ke arah ku, mungkin mereka heran melihatku wajahku yg asing.
Saat ini aku berada di depan pintu kelas 11 IPA 4
"Ayo masuk trivia" ucap wali kelasku
Aku pun langsung masuk dan berdiri si samping bu dea.
"Ayo perkenalkan dirimu " ucap bu dea sambil mengajakku lebih ke depan.
" Trivia maharegata qienesy , biasa dipanggil triv atau via" ucapku seperlunya
"Wow" aku pertama kali mendengar kata itu dari seorang lelaki di depan ku
"Kenapa" tanyaku sambil memandang nya heran
"Manis" jawabnya
Seketika kelas pun menjadi ramai
"Modus tuh triv " sahut seorang disebelah nya
Hm menarik, batinku, aku pun tersenyum lebar membuat sekelas terdiam, aku mengernyit heran
"Ada apa " tanyaku
"Plis jangan senyum lagi triv kita bisa diabetes nih " jawab seseorang dan di setujui anggukan oleh teman-teman nya.
Aku pun terdiam sejenak membiarkan sesak di dadaku
Kapan kamu kembali ' batinku
"Sudah sudah, triv kamu duduk di sebelah rivan " ucap bu dea sambil menunjuk meja di dekat jendela
"Baik bu" jawabku
Saat ini aku telah duduk di bangku ,aku memperhatikan teman sebangku ku sedang tertidur menghadap jendela, ingin membangun kan tapi tidak enak, yasudah lah aku pun malas ikut campur
Kring,,,
Istirahat, waktu yang di tunggu tunggu aku
Ah, akhirnya, aku pun langsung menuju belakang sekolah, suasana favorit nya untuk mencoba hal baru dan kali ini ia mencoba rokok, aish tentu saja ia bukan orang polos yg tidak mengetahui bahaya rokok, tentu ia tahu, tapi untuk kali ini ia sedang menguji apakah benar yg rokok dapat membuat orang tenang dan hasilnya adalah biasa saja dan menurutku rokok itu hanya pelarian dan tentunya masalah pun tak terselesaikan
Saat hanya ingin bersenang-senang dan tentunya ia sedang ingin yg menarik, mungkin
" bagi dong" ucap seorang cowok yang tiba tiba berada dihadapkan ku
"Nih" triv langsung memberikan rokok dengan korek elektrik nya
Cowok itu langsung mengambilnya lalu duduk di sebelah triv
"Anak baru?" tanya pria itu
Aku hanya membalas dengan anggukan
Kukira ia akan menegurku atau setidaknya ia menanyakan alasanku dan ternyata tidak, ia hanya duduk diam menikmati angin aku pun mengamati raut wajahnya.
Ia lumayanlah enak dipandang tidak ganteng sih tapi manis lah menurut ku, tapi saat mengamati matanya dan ekspresi nya aku tahu ia sedang ada masalah.
"Masalah selalu aja dateng kapan pun jadi sebaiknya kalo emang ngerasa lo itu bukan orang bego, ya hadapin, jangan lari." Ucap gue seraya berdiri dan hendak pergi
Tapi ia menahanku
"Kata siapa gue ada masalah? " Tanyanya sangsi
"Hmmm, mau gue kasih tahu satu rahasia ? " Tanya ku balik
"Apa"
"Gue itu sebenarnya bukan manusia"
"Hah" Katanya dengan expresi cengo
"Kenalin gue bidadari yg bisa baca pikiran orang, hm gue juga ditugasin buat ngelindungi manusia yg bodoh kayak lo. " Kata gue sambil tersenyum lalu segera pergi dari situ.
Setibanya dikelas aku pun langsung menuju kursiku dan kulihat teman sebangku ku kosong, aku belum sempat melihat wajahnya karena sedari tadi ia hanya tertidur menghadap ke jendela.
"Hai trivia" Sapa tiga orang cewek yg menghampiri ku
"Hai" Balas ku sambil tersenyum
"Kenalin gue salma, ini rikfa, dan yg
Sebelah gua shea "
"Oh ok " Jawabku singkat
"Kalo ada apa2 ngomong aja Yups"
Aku membalas dengan senyuman
"Ohya lo harus sabar ya soalnya temen sebangku lo itu misterius dingin lagi" Ucap salma
"Misterius gmn ya maksudnya? " Tanyaku penasaran
"Dia itu dari kelas 11 masuk nya cuman sebulan sekali kadang juga lebih ga tentu sih tapi aneh nya dia ga dikeluarin, udh gitu kita juga gatau informasi apa apa tentang dia kayak keluarga nya dan yg jelas dia selalu sendiri" Jelas salma menggebu gebu.
Objek menarik'
"Sori bisa minggir ga? "
Lamunanku pun buyar, saat berbalik aku merasa tidak asing dengan orang itu. Ah ya
Cowok itu
Akupun segera minggir membiarkan cowok itu masuk dan duduk di sebelah ku.
Gotcha,
YOU ARE READING
regret
Teen Fictionini tentang aku yg lebih senang mengamati daripada berbicara. aku suka menganalisis, orang bilang analisis ku selalu tepat. aku selalu bermain dengan sesuatu yg menarik.
