BAB 1

3.2K 185 20
                                        


"Jam pelajaran sudah abis, kita lanjut dilain waktu. Silahkan istirahat" ucap pak xiumin lalu meninggalkan kelas tersebut.

Yeji beserta teman temanya pun keluar kelas untuk kekantin. Selama diperjalanan tampak biasa biasa saja, tapi, mengapa diarea kantin sangat ramai. Yeji dan teman temanya langsung menghampiri kerumunan tersebut.

"Kenapa itu?" tanya salah satu temanya yang bernama lia.

Mereka tersebut pun hanya menaikan kedua bahu tanda tidak tahu. Mereka langsung mendekati kerumunan siswa siswi tersebut.

Yeji menepuk bahu salah satu temanya yang berada didepan itu. "Ada apa?" tanya yeji pada temanya.

"I-itu, jeno ngebully adik kelas lagi," katanya sambil menunjuk kearah depan.

"Kenapa - kenapa?" tanya chaeryeong kepo.

"Jeno ngebully lagi" jawab yeji sambil menunjuk kearah depan, yang mana jeno sedang menumpahkan saus makanan dikantin kepada adik kelasnya yang-bisa dibilang culun tersebut.

"Kenapa kalian hanya diam?" tanya yeji pada seluruh siswa siswi yang sedang menonton pertunjukan pembully'an itu.

Seluruh siswa siswa tersebut hanya diam menatap yeji. Ada juga yang tak menghiraukan ucapan yeji barusan.

"Misi" ucap yeji pada siswi didepanya tersebut.

Dengan buru buru tangan lia mencekal lengan yeji yang ingin menuju pada jeno dan adik kelasnya yang dibully tersebut.

"Lo mau ngapain?" tanya lia pada yeji.

"Lo mau diem aja gitu ngeliat adik kelas kita dibully?"

"Lo gatakut sama jeno? Lo taukan siapa jeno?" celetuk lia membuat yeji terkekeh.

"Terus? Lo diem aja gitu ngeliat adik kelas kita dibully? Gue gamandang siapa jeno disini." ucap yeji lalu melepaskan tangan lia dari lenganya.

Yeji melangkah kearah jeno dan adik kelasnya tersebut. Banyak tatapan bingung dari seluruh siswa siswi itu. Alasan mereka tidak mau melaporkan kasus jeno pada guru, karna jeno anak dari yang punya sekolah ini, jadi mereka takut.

Yeji melangkah kearah depan tubuh jeno.

"Ngapain lo? Mau kaya dia juga?" pertanyaan jeno langsung dibalas tatapan sinis dari yeji.

"Cih, lo kaya gini gapantes disebut kakak kelas." ucapan pedas yeji mampu membuat seluruh siswa siswi menutup mulutnya tak percaya, baru kali ini ada seseorang yang berani berkata seperti itu dengan lee jeno.

Jeno langsung menatap yeji tajam. "Maksud lo apa?" tanya jeno dengan mata yang tajam.

Yeji langsung menatap wajah jeno datar, "kakak kelas macam apa kaya gini? Kakak kelas harusnya mencontohkan yang baik sama adik kelasnya, dengan lo kaya gini, apa pantas disebut kakak kelas hah?" ucap yeji dengan tangan yang dilipatkan kedada.

"Apaansi, sok ngebela banget"
"Berani banget bilang kaya gitu sama anak pemilik sekolahan ini"
"Bilang aja mau cari perhatian."
"Dia belum tau atau gimanasih siapa jeno?"

Celetukan siswi siswi itu dapat terdengar jelas ditelinga yeji.

"Denger ya kalian semua! Gua gamandang orang itu siapa, kalo emang dia udah berbuat hal keji sama orang yang gasalah dihadapan oranglain, apa pantas kita diem aja? Kalian juga sebagai kakak kelas! Liat adik kelas dibully kenapa diem aja, Kakak kelas macam apa kalian? Bukanya dibela malah jadi bahan tontonan, seengaknya mikir! Kalo kita diposisi orang itu gimana?" bentak yeji pada seluruh siswa siswi diarea kantin tersebut.

Badboy -lee JenoStories to obsess over. Discover now