Namanya Mitha, ia sedikit tomboy namun terkadang juga tidak, karena itu sesuai moodnya.
Mitha masih menginjakan kaki di kelas 2 SMA. Tepatnya di SMA Gajah Mada.
Ia memelihara dua kucing salah satunya berwarna putih dan satunya lagi berwarna orange. Ia memberi nama Apin dan Ipan. Mereka cowok semua.
Betapa bahagianya baginya memelihara kucing, namun juga menyebalkan.
Hal yang paling menyebalkan adalah saat kucing membuang kotoran tidak di tempat yang di sediakan. Untung saja ia punya pembantu, jadi dia tak perlu repot membersihkannya.
Pernah saat itu kucing itu pipis di kertas folionya yang akan ia gunakan, bisa kebayang betapa geramnya.
Ingin rasanya ia membunuh kucingnya namun nanti ia sendiri yang sedih.
😼😼😼😼
Usai pulang dari toko, Mitha menaruh kertas folianya di meja ruang tamu. Ia sedang malas berjalan menuju kamar, jadi ia berhenti di ruang tamu.
Ia berbaring di sofa menyalakan televisi, lalu ia memainkan ponselnya.
*Krusek krusek * ia baru saja mendengar suara tersebut, dan memiliki firasat buruk. Dan saat ia menoleh ke meja, benar saja hal yang ia khawatirkan terjadi.
Dengan santainya Apin berjongkok dan mengeluarkan air seninya. Betapa emosinya Mitha.
"AKH SSHHIIIIT!! KUCING OREN GADA AKHLAK. MINGGAT SANA!" Mitha mengatai Apin sambil melempari Apin dengan benda di sekitarnya termasuk ponselnya.
Kucing itu keras kepala, sudah di lempari saja tidak pergi-pergi. Ia pergi setelah membasahi barang-barang Mitha.
Setelah Apin pergi, ia memeriksa apa saja yang basah. Habis sudah kertasnya terlalap pipis kuceng.
"Huwaaaaa! Kertasku.... padahal belinya mubeng-mubeng ampe pusing... dengan teganya lo... Apiiin...!!!!" Kucing itu hanya lari tak berdosa.
Mitha hanya bisa meratapi nasibnya. Entahlah dia membeli 1 pak, untung saja masih ada yang tidak basah. Sungguh kecewanya dia.
Mianhae ;) pendek.
Terima kasih sudah membaca.
Maaf kalo kurang ngefeel.
Mohon dukungannya man teman🙂
Jangan lupa vote ya😊
Paypay... 👋
