7 Days With You

34 5 1
                                        

Malam ini dingin sekali, karena hujan baru saja reda. Aku sampai memakai selimut untuk melapisi tubuhku.

Aku menatap aspal basah di seberang sana, sambil berharap Jaemin akan segera datang. Aku benar-benar tidak sabar memberinya kejutan. Iya, hari ini Jaemin ulang tahun, tapi aku baru punya waktu sekarang karena aku harus menyelesaikan scane terakhir drama yang aku bintangi.

Aku menatap kembali kotak kecil yang berisi selembar foto berukuran 1R tersebut. Itu foto pertama kami berdua. Saat itu umur kami baru 10 tahun, masih sangat kecil sekali. Aku dan Jaemin memang teman semasa kecil, tapi kami baru mengungkapkan perasaan satu sama lain dua tahun yang lalu.

Ring~

Jaemin Jelek ❤
     Is Caling...

Aku tersenyum senang saat mendapat panggilan telepon dari Jaemin. Apa dia sudah sampai?

“Hallo, Jae? Kamu udah sampe, ya? Dimananya? Biar aku yang kesana.”

“Irene, maaf. Tugasku baru selesai, jadi aku baru mau otw.”

Hatiku sedikit kecewa mendengarnya.

“Hmm..gitu, ya? Nggak papa, aku tunggu kok.”

“Beneran nggak papa? Aku usahain cepet kok, sekitar setengah jam lagi aku sampe. Tuggu aku, ya?”

“Iya, hati-hati, nggak usah ngebut. Jalanan licin, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa.”

Aku mendengar kekehan kecil dari Jaemin.

“Hehehe... Iya-iya. See you.”

"See you..

Tut.

Aku akan menunggu Jaemin disini, sampai dia datang.

Ku masukkan kembali kotak itu ke dalam saku jaketku. Ini memang kado yang sederhana, tapi Jaemin pasti sangat senang melihatnya.

Sebenarnya foto ini sempat menghilang karena kecerobohan Jaemin, dan dia sangat menyesali perbuatannya. Jaemin sampai menangis tiga hari tiga malam karena foto itu tidak bisa ditemukan. Tapi sekarang aku sudah menemukannya di sela lemari bajuku dan akan aku buat menjadi kado ulang tahunnya yang ke-23 tahun.

"Irene, kamu beneran nggak mau kakak anter pulang?" tanya kak Runa, dia manager-ku.

Aku menggeleng sambil tersenyum. "Jaemin bentar lagi jemput."

"Ya udah, hati-hati. Jangan sampai ketahuan sama paparazi, bahaya. Bisa ribet urusannya." tegur kak Runa.

Dan aku hanya memberinya simbol OK dengan jariku.

"Kakak pulang duluan, ya?"

"Iya, kak. Hati-hati, ya? Jalannya licin."

Beberapa saat setelah kak Runa pergi, aku kembali melirik jam yang melingkar di tangan kiriku. Ini sudah lewat 45 menit, tapi Jaemin belum juga datang. Padahal jarak dari kampusnya dengan lokasi shooting-ku tidak terlalu jauh.

Ah, iya. Kan aku yang menyuruhnya untuk tidak ngebut. Mungkin Jaemin masih di jalan.

BRAK!!

       GLAR!!





Aku tersentak kaget saat mendengar suara itu. Aku beranjak dari kursi lalu berjalan beberapa langkah ke depan untuk memastikan dari mana suara itu berasal.

Aku melihat cahaya lampu motor sekitar 100 meter lebih di ujung jalan sana dan beberapa orang yang mengelilinginya.

Apa ada kecelakaan disana?

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Aug 15, 2020 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

7 Days With You [Oneshoot]✅Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora