Chapter 1

16 4 9
                                        

"Setiap waktu, aku menghayal bahwa hal yang ku inginkan semoga terjadi" - quotes.Sedih "

Malam yang sepi serta hembusan angin yang lembut menemani inara yang sudah duduk termenung seorang diri di balkon kamar nya.

" hei...bengong trus neng nanti kesambet baru tau rasa" tegur syafa seraya menepuk bahu inara dan duduk tepat di samping nya.

" Tumben pulang awal, biasanya pulang larut malam terus " ucap inara melihat ke arah temannya yang masih memakai baju kerja nya.

" Proyek gue udah selesai, makanya gue bisa pulang awal " jawab syafa

" ngomong ngomong gue lihat berapa hari ini loe diem aja di rumah, siapa yang jaga toko " lanjut syafa karena memang benar katanya. Sudah hampir satu minggu ini inara gak keluar rumah sama sekali. Bahkan ia juga sering terlihat murung tidak ceria seperti biasanya.

" Minggu kemarin gue udah rekrut pekerja baru, kebetulan pekerja baru itu anak nya bu'de yang punya warung di depan gang itu " jawab nara sambil menunjuk warung kecil yang tak jauh dari rumah mereka.

" Owh gitu toh.. " angguk syafa pelan.
" Ya udah gue masuk dulu ya, mau mandi gerah gue " lanjut syafa seraya beranjak bangun dari tempat duduk nya dan berjalan masuk kedalam kamar inara.

Sedang kan inara iya hanya mengangguk pelan menjawab perkataan syafa. Sepeninggal nya syafa, inara kembali melanjutkan kegiatan merenungnya. Tanpa memperdulikan suara berisik anak anak bermain gitar di bawah sana.

Kesedihan inara yang ia rasakan saat ini bukanlah tidak memiliki sebab musabab. Tepat satu minggu yang lalu ia bertemu seseorang yang selama ini ingin sekali ia temui.

Namun yang ia temui waktu itu bukanlah seseorang yang ia kenal dulu. Dari gaya dan sifat semuanya telah berubah, yang awalnya memiliki sifat yang dingin serta acuh tak acuh. Sekarang malah menjadi seseorang yang memiliki perhatian yang penuh dan memiliki seyuman serta tatapan yang hangat.

Karna hal itu lah inara menjadi bimbang akan hati dan juga perasaannya saat ini. Di satu sisi Sebenarnya ia ingin sekali kembali menjalin hubungan yang baik bersama seseorang tersebut. Namun di sisi lain ia sudah memiliki seorang laki-laki yang benar-benar mencintai nya dengan tulus.

Bahkan inara dan laki-laki tersebut sudah memiliki status hubungan yang jelas, yaitu status tunangan. Dan ingsa alloh dalam waktu yang dekat mereka akan lanjut kehubungan yang serius lagi, yaitu menikah.

Drrrttt drrrttt drrrt drrrtt
Tiba tiba ponsel nya berdering dan hal itu membuat inara sedikit terkejut. Karna ponsel itu ia simpan tepat di meja samping ia duduk saat ini.

" iya hallo, dean ada apa " ucap inara menjawab telepon dean tunangan nya.

" Gak ada apa-apa kok, cuma mau ngajak makan di luar.. Nara mau " ajak dean namun sebelum itu ia terlebih dahulu bertanya apakah inara setuju atau tidak.

" tiga puluh menit lagi jemput aja kerumah, tapi aku ajak syafa ya soalnya kita gak masak apa-apa malam ini " jawab inara seraya beranjak bangun dari duduk nya dan berjalan masuk kedalam rumah.

" Oke baiklah, tiga puluh menit lagi aku otw ke rumah " dean.

" ya udah, aku mau bersih bersih dulu " inara.

" oke " jawab dean seraya memutuskan telepon mereka dan inara, ia segera masuk ke dalam kamar mandi nya untuk segera membersihkan diri.
.
.
.
.
.
.
.
.

Hallo holla hallo untuk sementara cerita nya sampe sini dulu ya man teman😁.
Makasih buat kalian yang udah ikhlas meluangkan waktu buat membaca cerita jelek ku ini😭😁
Maafkan ya kalo cerita ku amburadul dan gak nyambung gini, maklum diriku masih kecil man teman👧😹

Bantu vote & koment nya ya, biar saye lebih semangat lagi buat nge lanjutkan cerita jelek ku ini😁

INARAWhere stories live. Discover now