(Prologgg)

2 1 0
                                        

Selamat membaca.

********

Hari senin pasti bukanlah hal yang membahagiakan buat manusia malas dan takut sinar matahari.Padahal bagi narnia hal itu patut bagi warga plus enam dua untuk menghargai perjuangan pahlawan.

Narnia tampak kesusahan untuk menjadi penggerek,jalannya tampak tak seimbangkan dengan langkah kawannya,Apalagi darah yang terus mengalir lewat saluran pernapasannya.

"Nar,yang bener dong jalannya"protes   lela,salah satu petugas upacara.Narnia mengangguk paham dia berusaha untuk menyimbangkan langkah,tarikan napas membuat kepala narnia kembali merasa sakit di bagian organ itu.

"nar yang-- eh nar hidung lu berdarah"lela yang begitu histeris membuat narnia bertambah pusing.Teman di samping  narnia yang satu lagi juga ikutan histeris Jadilah semua orang juga ikut panik.

Teriakan begitu menggema bersautan menambah rasa sakit di kepalanya,pening seketika melanda bagian saraf kepalanya,matanya seakan meminta untuk menutup.

"woyy tolongin jangan pada heboh di tempat,ni anak orang mau ping--eh kan betul pingsan"lela tak tau harus berbuat apa,mau meminta penolongan kepada teman temannya tapi malah heboh bukan membantuh.Matanya beralih  ketika melihat seorang lelaki berjalan tanpa menoleh sedikit pun matanya yang tajam bak elang membelah lautan siswa yang beraktivitas diri sendiri.

"GUNTUR"orang yang di panggil lela itu berhenti tak menoleh,lela tersenyum bersyukur ada yang membantunya menolong,tapi senyumannya hilang menghadirkan bulu kuduk meremang saat mata elang hijau terang itu menatap dirinya tajam.

Bukan hal yang baru lagi bagi nama Guntur Seblas Setiawan menjadi daya tarik sendiri di SMA Gemintang.Mata Tajam,bibir merah delima,rambut panjang tebal berantahkan menambah kharisma seorang guntur.Bukan Di sekolah ini saja di beberapa sekolah nama guntur tercetak jelas.Dibidang  tawuran guntur unggul,dibidang akademi otak di atas tingkat.Tak perlu di ragukan lagi.

Guntur membalik badannya memandang lela dengan wajah garang bak lion.Memasukan Tangan adalah salah satu hobby guntur dimana saja selalu memasukan tangan.entah di kantin,kelas,dan seluruh penjuruh sekolah.

"Apa?"suara berat itu sama persis dengan raungan singa jantan,lela merasa sulit menelan salivannya ,Sepertinya dia salah memanggil orang.Tapi apa daya cuman guntur yang bisa menolongnya.Dengan sisa Keberanian  Lela menunjuk narnia yang terbaring lemas di atas tanah.Guntur Menaikan satu alisnya melihat Gadis yang hidung penuh darah.Apakah Semua orang tak peduli dengan hal ini,mana sikap kemanusiaan mereka?.

Dengan Langkah Tergesa gesa Guntur melangkah menuju podium,matanya tersirat kebencian.Ini bukan menyangkut hal yang lain melainkan nyawa seseorang dan bahkan mereka tak peduli malah pura pura menulikan telinga mereka.

"WOYYYY,LO SEMUA,LO NGGAK LIAT APA ADA ORANG PINGSAN MALAH ASIK SENDIRI,BANGSATTT"teriakan keras itu membuat seluruh murid diam,tak ada yang satu mulut pun terbuka untuk melawan, mereka tau bahwa menjawab perkataan guntur sama juga membawa mulut mereka bisu.

Guntur membanting alat pengeras itu dengan sekali tendangan,jangan di tanyakan lagi alat itu ketika bertemu dengan tanah,tidak tau lagi beberapa alat pengeras rusak akibat ulah si most wanted ini.Guntur mengangkat tubuh narnia,badanya panas dan membiru,guntur melirik sekilas memperhatikan wajah narnia,dia tertegun melihat wajah gadis di bawah naungnya saat ini.Dia mematung sulit berkata.

Hati seakan mencair,wajah yang selama ia cari ada disini.Wajah yang sama dengan wajah sang ibunya.Wajah penuh kesabaran melawan sikap seperti ayahnya.sekarang di dekapnya

Dia memajukan beberapa senti wajahnya ke telinga narni.Lalu berbisik.

"Entah Ia Atau Tidak,Lo milik gue"

*********











Hola guyss
Jangan pernah bosan untuk membaca!.
Tetap dukung cerita ini dengan VOTE yahh:)

NARENOWhere stories live. Discover now