Kepada Na Jaemin,
Terimakasih. Karenamu, pandanganku terhadap dunia, kini berubah.
Terimakasih. Karenamu, hidupku yang abu-abu, kini lebih berwarna.
Terimakasih. Karenamu, ketakutanku terhadap rasa percaya, kini berangsur pulih.
Dan yang terakhir,
...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Di bawah terik sinar matahari, di pinggiran jembatan penghubung antar kota, dua tahun yang lalu, harusnya semua telah berakhir.
Tapi, Entah kenapa, senyumanmu di siang itu berhasil membuatku mengurungkan niat untuk melangkahi takdir.
Ucapanmu tentang dunia yang tidak akan berubah meski aku mengakhiri hidupku adalah bentuk sapaan terbaik sepanjang aku mengenal manusia-manusia lainnya.
Rambut acak-acakan dan seragammu yang berantakan tidak bisa menghentikaku untuk berpikir bahwa kamu adalah orang yang benar-benar peduli.
Sebenarnya, sampai saat ini, aku masih sering membenci garis hidupku. Tapi bertemu denganmu di hari itu adalah takdir yang tidak akan pernah mau kuubah.
Setelah sore itu, kebetulan-kebetulan lainnya menyusul dan mendukung kita untuk saling bertatap. Seakan takdir memang selalu mencampuri pertemuan kita.
Menjadi salah satu dari banyaknya manusia yang menyadari keberadaanmu di dunia yang memuakkan ini adalah kehendak tuhan yang paling aku syukuri.
Sampai kapanpun, aku akan selalu mengenalmu sebagai penyembuh luka dan pencipta banyak tawa di tengah-tengah hidupku yang selalu berjalan dengan kurang baik.
Di tengah riuh ramainya dunia, 17 tahun yang lalu, di penghujung penggalan senja, semesta menghendaki kelahiranmu.
Dan hari ini dunia memberimu kesempatan untuk Kembali merayakan kehadiranmu. Takdir masih mendukungmu untuk menjadi bagian dari dunia.
Untuk Na Jaemin, laki-laki yang berhasil membuatku mengubah pandanganku tentang hidup dan takdir, selamat mengulang tanggal lahirmu.
Setelah ini, Jalani hari-harimu dengan semangat. Dan saat penghujung hari tiba, ceritakan padaku bagaimana rasanya menjadi dewasa. Bagaimana seorang Na Jaemin menjalani tahun ke 17 nya.
Caramu menjalani hidup akan selalu menjadi semangatku untuk tetap melanjutkan takdirku.
Tolong jangan berpikir untuk melangkah menjauh karena kamu adalah satu dari sedikit alasanku untuk tetap bertahan.
Terimakasih. Dua tahun yang kuhabiskan untuk menulis kisah Bersama dengan teman se menyenangkan dirimu adalah dua tahun paling mengesankan dalam hidupku.
Harapan-harapan luar biasa selalu menyertai laki-laki baik sepertimu. Semoga hidupmu selalu dipenuhi anugerah-anugerah terindah.
Aku melangkah bersama bayanganmu, mengingat setiap tangis dan tawa yang kita lewati, bersama mengetuk langit, bersama melawan dunia, dan aku akan selalu ada di sampingmu.