Aku bangun. Dan aku tidak tau apapun. Ayahku mengatakan aku adalah Haruno Sakura. Pengacara handal yang memiliki tingkat kemenangan 90%. Hampir semua kasus dapat dimenangkan.
Ibuku adalah seorang dokter keluarga di rumah sakit miliknya sendiri. Keluargaku benar- benar kaya. Aku adalah gadis beruntung yang terlahir dengan sendok emas.
Bahkan Ayah menjodohkanku dengan pangeran tampan, Uchiha Sasuke. CEO dari Uchiha Group. Seluruh keluarganya sudah meninggal. Dia memiliki Kakashi yang mengenalnya dan membimbingnya sejak kecil. Meskipun begitu, Sasuke dapat mengatasi masalah keluarganya dan membuat Uchiha Group kembali menjadi perusahaan raksasa nomor 1 di Jepang.
Dia mengatakan, bahwa tujuanya menikahinya karena bisnis. Dan aku tidak keberatan. Dia ingin berbisnis dengan rumah sakit ibuku, serta mendapatkan perlindungan hukum dengan Firma terbaik di negeri ini, yaitu milik Ayahku. Firma H&Y. Keluarga Haruno dan Yamanaka adalah pendiri dari firma tersebut.
Yamanaka Ino, katanya dia temanku. Tapi dia selalu kesal melihatku. Katanya, Sakura tidak seperti ini, Kembalikan Sakuraku.
Tapi perkataan dokter yang mengatakan kemungkinan amnesiaku permanen tidak bisa aku abaikan. Aku harus hidup seperti ini. Selamanya. Aku harus mempersiapkanya.
Sasuke tidak masalah. Dia tidak peduli jika aku kehilangan kemampuanku sebagai pengacara andalan. Cukup jadi istri yang membantunya dirumah sudah membuatnya puas. Dan karenanya, aku mati- matian berlajar memasak dan belajar menjadi ibu rumah tangga yang baik.
Mengenai kecelakaan yang membuatku hilang ingatan. Kata pengendara mobil yang menabraku, aku terlempar di jalan dan tertabrak begitu saja. Sedikit aneh, tapi aku tidak peduli.
Sudah satu bulan pernikahanku dengan Sasuke. Aku tidak terlalu suka keluar rumah karena aku lupa dengan orang- orang yang harusnya kukenal. Itu canggung.
Tapi aku tidak bisa menghindar, ketika Sasuke menghadiri pesta rekan bisnisnya. Aku harus mendampinginya.
Dengan gaun elegan, dan mengurai rambutku, aku siap datang ke pesta. Suamiku, menggandeng tanganku dan menuntunku untuk ke mobil.
"Kau sangat cantik, Istriku" Ucapnya. Kami sedang duduk di bangku belakang penumpang mobil. Dia mengecup keningku dan tanganya memeluk bahuku supaya aku lebih dekat. Pengantin baru. Masih lengket.
Masuk ke dalam lokasi acara, dengan pesta yang diadakan dengan mewah, dan glamor. Aku lebih suka sederhana dan tidak suka semua yang menyilaukan ini. Gaun- gaun indah banyak di lemariku. Mengingatlanku kalau Aku sendiri heran, bagaimana cara "Aku yang belum amnesia" akan memilih baju. Bagaimana aku sebelumnya?
"Sakura, jangan biarkan siapapun tahu kalau kau amnesia" Kata Ino yang sudah disampingku. Katanya, dia menjagaku dari musuh- musuhku.
"Jangan dekati Toneri! Lihat pria hot dari arah jam 7! Dia tergila- gila denganmu.." Ucap Karin. Pengawalku yang lain selain Ino. Mereka mengaku sebagai teman dekatku.
" Tentu saja, Aku hanya akan dekat dengan suamiku, Uchiha Sasuke" jawabku.
"Hey, kau tau. Aku punya banyak rekaman dirimu yang mengatakan betapa kau memuja suamimu" Ucap Shion. Perempuan lainnya yang mengaku- ngaku menjadi teman dekatku.
"Untuk apa?" tanyaku heran.
"Untuk Sakura temanku. Jika ingatanya kembali, ini akan jadi aib seumur hidup" Jelas Shion dilanjutkan dengan tawa menyebalkanya. Memangnya kenapa jika ingatanku kembali. Kurasa tidak akan ada yang berubah.
Dari kejauhan, aku melihat Sasuke mendekatiku dengan wanita cantik disampingnya. Sasuke mengenalkanya kepadaku sebagai sahabatnya dari tempat ia kuliah. Mitsuba Sayuri. Aku menyambutnya tersenyum. Berbeda dengan teman- temanku yang lain. Mereka mengabaikan Mitsuba dan cuek. Aku heran. Mereka pasti hanya mengaku- ngaku sebagai temanku.
Tapi aku menyadari bagaimana tatapan memuja yang Mitsuba berikan pada suamiku. Aku tau jelas dia menyukai Sasuke.
"Karna baru pindah dari Newyork, Sayuri belum mendapatkan tempat tinggal. Apa tidak keberatan jika dia tinggal di rumah kita?" tanya Sasuke. Aku mengangguk dan membalasnya dengan senyuman palsu. Ini menyakitkan.
Selanjutnya, Sasuke menyuruhku untuk tetap bersama teman- teman lamaku, sedangkan dia kembali berkeliling bersama sahabatnya.
"Sakura yang menyedihkan, Pertama kali dalam sejarah" - Shion.
"Kalau Sakura asli tau, dia akan mengamuk" - Ino.
"Cukup! Jika kalian tidak mau menerimaku yang sekarang, maka tinggalkan aku! Aku bahkan ragu kalau kalian temanku?" Kesalku.
"Brengsek! Ingatlah! Saat ini kau bukan Sakura, jangan permalukan dirinya karna tingkah mu yang menjijikan! Kau hanya bagian dari Sakura yang tidak sempurna!" Balas Karin. Inilah yang membuatku ragu. Aku tidak yakin mereka teman- temanku.
Aku dan teman- teman lamaku lalu berkeliling di pesta. Tidak jarang aku melihat beberapa orang ketakutan melihat kami. Memang apa yang menyeramkan?
***
Mitsuba. Tinggal di rumah kami. Aku menyiapkan sarapan untuk mereka. Menyiapkan kopi untuk mereka yang bekerja. Dan hanya diam ketika mereka membahas bisnis. Karena aku tidak mengerti apapun. Ini adalah mimpi buruku.
Aku mulai kesal dengan Sasuke yang tidak peka. Apa dia tidak peka kalau aku cemburu? Apa dia tidak peka kalau wanita yang mengaku sebagai sahabatnya telah jatih cinta pada dirinya?
***
"Tolong Sasuke. Mitsuba menyukaimu. Tidakah kau perlu menjaga jarak darinya?" tanyaku lirih. Kami berdua dikamar dan bersiap tidur di ranjang.
"Sejak kapan kau begitu rewel, Sakura" keluh Sasuke.
"Aku lelah bekerja dan kau menggangguku dengan sikap kekanakanmu!" Bentak Sasuke. Ini pertama kalinya Sasuke membentaku. Aku menahan air mata di kedua mataku. Aku ingin menangis, tapi entah kenapa air mataku kuat dan tidak mau turun. Aku ingin menangis tapi tidak bisa. Apa ini sifat Sakura yang biasanya. Tidak suka menunjukan kesedihanya pada siapapun. Aku rasa Sakura yang asli adalah Sosok tegar. Bukan lemah sepertinya.
"Maafkan aku, beristirahatlah" Ucapku sambil berbaring dan tidur tanpa menghadap ke arahnya. Sasuke lalu ikut berbaring disampingku dan memeluku dari belakang.
Setelah kurasa nafas suamiku sudah tenang. Aku meneteskan kedua air mataku. Aku menangis gemetaran.
***
Sudah sebulan Mitsuba menginap dirumah kami. Dia sering meminjam baju-bajuku. Dan aku tidak keberatan karna aku tidak menggunakan baju itu lagi. Mengingat aku sudah berhenti bekerja. Lagian baju- bajuku adalah baju branded yang sangat mahal. Aku setiap hari dirumah. Tidak ada waktu untuk menggunakanya.
Aku tidak sabar dengan tingkah Mitsuba yang menggoda suamiku. Seperti sekarang dia yang mencoba untuk menyuapi Sasuke. Mengatakan bahwa ini dan itu adalah kesukaanya. Dia mengenalnya lebih lama. Kurasa dia ingin memamerkan itu didepanku.Dan ini sedikit menganggu. Setelah menyelesaikan sarapan, aku bertanya kepadanya.
"Sudah sebulan lebih, apa kau belum mendapat tempat tinggal di Tokyo?" Tanyaku.
"Maafkan aku yang merepotkanmu Sakura" Balasnya dengan mata berkaca- kaca. Ayolah tidakah dia tau diri.
Brak!!
Sasuke menggebrak meja. Menatapku tajam.
"Ikut aku" Perintahnya.
Aku mengikutinya masuk kemar. Menutup pintu kamar dan menguncinya.
"Kau keterlaluan!"
"Ketika aku miskin dan kehilangan segalanya, hanya dia yang mau membantuku. Menemaniku, ketika temanku yang lain menjauhiku"
"Dulu aku hanya anak nakal yang suka main- main. Dan dia menyadarkanku untuk dewasa. Dia adalah sandaranku ketika keluargaku meninggal"
"Sekarang dia sendiri. Neneknya yang mengasuhnya meninggal dan dia ke Tokyo yang Asing baginya. Berharap mendaoat bantuanku"
"Dan kau mengusirnya!!" Bentak Sasuke.
"Tidak.. Aku hanya bertanya" balasku. Tangisanku tidak bisa ditahan. Sedangkan Sasuke hanya mendengus kasar. Lalu berlalu pergi ke kantor. Meninggalkanku dengan tangisku.
***
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Sakura Or Sakura? (END)
RomanceHaruno Sakura hilang ingatan. Dan dia harus menikahi Uchiha Sasuke karena bisnis dan keluarganya. Sakura yang polos jatuh cinta kepada Sasuke. Dan Sasuke luluh karena kelembutan istrinya. Tapi, pernikahan tidak berjalan lancar. Ada penghalang yang...
