°°°Dalam book ini, semua hanya pemikiran dari sang penulis yang mencoba menuliskan angan. Menjadi tempat bagi sang penulis menunjukkan ekspresi dan emosi. Karakter aku ambil sesuai keinginan aku, jika kalian ingin membayangkan tokoh yang lain juga tak apa, kita saling hormati keinginan masing-masing.
Watak tokoh hanya ciptaan, sesuai kriteria tulisan aku. Jadi nggak ada sangkut pautnya di kehidupan nyata. Ingat book ini hanya FIKSI.
Maaf jika nantinya dalam book ini ada kata yang menyinggung atau kurang pas.°°°
_Selamat membaca❤_
{Yang Tercinta}
Start : 15 Juli 2020
Starring by :
–Nakamura Hina as Lee Hina
–Na Jaemin as Na Jaemin
–Kim Minju as Kim Minju
–Lee Jeno as Lee Jeno
–Herin Issabella Seo as Seo Herin
–Go Eun as Koeun
–Mark Lee as Mark Lee
–Lee Haechan as Lee Haechan
–And Etc.
"Kisah pilu sudah berlalu. Namun tangis isak sedu tak memiliki hulu. Bagiku, kamu tidak hanya dulu. Sekarang dan seterusnya tetaplah kamu, walau berarti luka harus terus menerus kunikmati dengan syahdu."
—Dalam "Αγαπητέ" kisah Lee Hina dilukis—
Dalam salah satu cafe yang cukup sepi, Hina duduk termangu menatap jendela di sisi kanannya. Matanya tak luput memerhatikan orang-orang yang berlalu-lalang. Dia hanya duduk diam tanpa merubah posisinya seincipun. Sesekali Hina akan mengembuskan nafasnya kasar untuk mengurangi sesak yang tiba-tiba menghantam dadanya.
Lebih dari setengah jam lamanya Hina menunggu dengan ditemani coklat hangat yang kini sudah mendingin hingga seseorang yang ditunggu olehnya datang dengan keringat membasahi wajahnya.
"Kamu sudah lama menunggu?" Tanya Jaemin dengan nafasnya yang terengah-engah.
Hina hanya memberikan senyum seulas lantas segera meminta Jaemin untuk duduk di seberangnya.
"Aku minta maaf... " Ucap Jaemin dengan rasa bersalahnya.
"Tidak apa-apa. Maaf aku tidak memesankanmu. Aku takut nantinya kamu akan lama dan coklat hangatmu akan mendingin seperti punyaku ini." Ucap Hina dengan jari telunjuk menunjuk cangkir yang terisi penuh di depannya, tepatnya di meja pembatas dia dan Jaemin.
Jaemin tersenyum manis. "Tidak apa, aku sedang tidak ingin meminum itu." Hina hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan.
"Jadi, kamu ingin bicara apa?" Tanya Jaemin langsung ke inti.
"Kamu tak ingin memesan terlebih dahulu? Apa kamu tak haus? Keringatmu banyak sekali." Tanya Hina basa-basi.
Jaemin lantas menggeleng. "Tidak, aku ingin langsung mendengarkanmu saja." Sebenarnya perasaan Jaemin sudah tidak enak. Jaemin pikir, apa yang akan dibicarakan Hina adalah sesuatu yang menyangkut dengan masalah yang dia hadapi belakangan ini.
Hina mengulum bibirnya seperti masih enggan untuk berbicara. Jaemin menunggu dengan retina matanya yang memerhatikan Hina lekat. Satu hal yang janggal di mata Jaemin. "Hina, apa kamu sakit?"
"Eh-?" Hina tersentak karena perkataan Jaemin. "T-tidak. Aku baik-baik saja." Terang Hina.
"Lalu kenapa kamu sedikit pucat?"
Hina mengulum bibirnya lagi, bingung untuk menjawab. Hina melihat Jaemin yang masih memerhatikannya. "Ehm... Jaemin."
"Iya??"
KAMU SEDANG MEMBACA
Αγαπητέ {Yang Tercinta}
Fiksi PenggemarKarena kamu lelaki satu-satunya yang aku pilih untuk kubahagiakan. Entah bagaimana masa depan memerlakukan kita, entah bagaimana cinta masih tetap bertahan meski ratusan ribu menit telah terlewat, bersama sosokmu yang lain, aku tengah berusaha bahag...
