Sreekk...
Sreekk...
Sreekk...
Suara itu lagi. Mengapa suara itu terus-menerus mengikutiku dari tadi, semakin cepat ku berjalan semakin cepat pula suara itu mengikutiku, setiap kutengok kebelakang tak ada satu orang pun disana.
Bulu kudukku merinding, rasa takut mulai menghampiriku. Di malam tanpa cahaya ini, hanya lampu jalananlah yang menemaniku itupun tak sebegitu terangnya.
Rintikan hujan menambah kesan horror pada malam ini. Aku semakin takut dan pikiranku mulai tak karu-karuan, hal-hal aneh pun mulai terbentuk dalam benakku. Aku berlari dengan cepat agar sampai kerumah, anehnya suara itu tak lagi mengikutiku.
Syukurlah,
