Intana x Hyull
°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°
Last Of The Season
***
Suara riuh yang berasal dari tawa anak kecil menyapa indra pendengarannya. Tak jauh dari pandangannya, terlihat kolam dan air mancur yang berada ditengahnya. Puluhan merpati menapak diatas rerumputan hijau, sedangkan beberapanya lagi mulai mengepakkan sayapnya dan berakhir dengan bertengger diatas ranting pohon yang tak berdaun.
Ia duduk dibawah bangku taman yang berada diantara lampu tiang dan pohon maple yang menjulang disisi kanannya. Daunnya berwarna jingga yang kini tengah berguguran dan jatuh di atas kepalanya dikarenakan angin yang tengah berhembus kencang, sedikit membuatnya kesal. Ia sedang ingin berkonsentrasi namun mau tak mau ia harus mengibas rambutnya secara berkala.
Udara disana lumayan sejuk untuk ukuran suhu udara di akhir musim gugur. Satu cup kopi panas berada disisi tubuhnya. Kepulan hangatnya mengudara membawa aroma khas arabica yang memasuki indra penciumannya.
Suasana taman ditengah kota itu lumayan ramai. Sebagian anak kecil berlarian dihadapannya, beberapa keluarga mengabiskan quality time-nya, dan masih banyak lagi pasangan kekasih yang menikmati waktu weekend mereka untuk sekedar berjalan-jalan santai disore hari.
Ia hanya mengamati itu. Menikmati ketenangan disela waktu sorenya yang mungkin saja sudah menjadi rutinitas ‘wajib’ ketika diakhir pekan. Sesuai rencana seperti diakhir pekan sebelum-sebelumnya, sebuah kamera yang masih terbilang baru telah ia siapkan. Dan sekarang ia hanya perlu menunggu.
Dengan sebuah masker dan kaca mata hitam yang seolah sengaja ia gunakan untuk menyembunyikan wajah tampannya, ia duduk disana dengan percaya diri. Setidaknya itu akan sedikit menyembunyikan jati dirinya yang mendadak populer akhir-akhir ini.
Ia lirik jam tangan miliknya yang menunjukkan pukul empat. ‘Mungkin sebentar lagi’ pikirnya yang sudah tidak sabar. Ia menguap dengan nikmat. Berdiam disana rupanya membuatnya mengantuk juga. Ia sesap kembali kopi miliknya yang mulai mendingin.
Ah, sial. Hampir saja ia menumpahkan sisa kopinya dan nyaris menyiram kameranya. Mulutnya menggerutu tak jelas. Namun cepat-cepat ia meletakkan cup kopinya sambil memandang tanpa henti moment yang ia tunggu, berada tak jauh dari pandangannya.
Dengan gerakan cepat ia menyalakan kameranya. Mencoba menfokuskan lensanya dan membidik seseorang disana dengan tepat. Ia rasa kemampuan memotretnya sudah semakin membaik, hingga terciptalah potret wajah cantik itu yang nyaris saja membuatnya gila. Bibirnya tersenyum melihat satu persatu hasil jepretannya yang ia rasa telah sempurna tanpa perlu melakukan editing untuk hasil akhirnya.
Moment itu terasa cepat berlalu. Ia lihat, satu keranjang rotan mini yang berisikan coklat dan permen yang dibawa gadis itu telah habis dalam hitungan detik. Melihat itu hatinya kembali bergetar. Puluhan anak kecil yang awalnya bergerombolan disana tersenyum sumrigah dengan menggenggam coklat dan permen ditangan mereka. Ya, ia hafal betul dengan itu. Itulah alasannya kemari. Mengamati seorang gadis yang berbaik hati membagikan permen dan coklat hasil produksi toko miliknya disetiap akhir pekan secara cuma-cuma.
STAI LEGGENDO
Last Of The Season (Chapter 1)
Fanfiction'Akankah berujung bahagia di akhir musim nanti?' Special collab : Intana x Hyull Note : Chapter 2 bisa kalian baca di akun @_Hyull_
