Prolog

23 3 0
                                        

Hari ini adalah kepulangan seorang 'ARISHA ALMASHYRA NAHDA', sejak 3 tahunnya di negeri Turki. Dia terlihat cantik memakai hoodie putih, celana kulot hitam, sepatu 'GUCCI' berwarna hitam, dan hijab pashmina hitam, sisi pojok hijab yang disampirkan dimasing" pundak sebrangnya. Dia berada di bandara sedang menunggu jemputan dari kakaknya 'ARBANY ZEEHAN AL SHAKY'. Dia menunggu di lobby bandara, menelpon sang kakak.

"Assalamu'alaikum. Lo dimana bang? Gue udah di lobby dongo." Kesal Arisha

"Wa'alaikumsalam. Bentar lagi nyampek!. Tunggu disitu napa?." Jawab Arbany,

"Nah!!. Nyoba lihat belakang deh cha."

Arisha membalik badan. Arisha yang melihat kakaknya sedang melambai tangan kepadanya, dia hanya tertawa geli karna perilaku sang kakak.

" Lo ngapain kayak boneka mampang bang! Wkwkwk." Arisha ketawa.

"Dih!!. Kurang ajar amat lu oneng, cepetan kesini." Kesal Bany

"Iya-iya." Arisha mematikan telfonnya, berjalan ke arah Arbany berdiri di depan mobilnya.

"masukkin dong koper gue hehehe." Ketawanya sambil menyerahkan koper besarnya.

Setelah memasukkan koper kebagasi mobil, Arbany dan Arisha menuju rumah milik keluarganya. Disaat mereka memasuki gerbang rumah, dan ingin memasuki rumah. Mereka disambut oleh pasangan orang paru baya.

"Arishaaaaaa. Ya allah,nak!. Bunda kangen Chaca." Histeris Nahda yang melihat putri bungsunya pulang, ia memeluknya erat dan terisak.

"Hiks.... Bagaimana kabar kamu, sayang?."menatap putrinya.

Arisha tersenyum bahagia.

"Baik bun. Kabar bunda sama ayah baik-baik aja kan?." Tanya balik arisha

"Iya sayang, kabar kami baik-baik aja." Jawab Zikri sembari tersernyum kepada putri bungsunya.

"Ya udah!!. Ayo ke kamar kamu." Kata bunda, sembari mengambil alih koper dari tangan Arisha. Mereka berdua menaiki tangga menuju kamar Arisha yang telah lama ditinggal oleh sang pemilik.

Saat Nahda menaruh koper diatas kasur king size milik Arisha, arisha juga akan memasuki kamar mandi.

"Bunda turun ya! Nanti langsung kemeja makan." Kata Nahda sembari tersenyum kearah putrinya.

"Iya bun." Arisha-pun masuk kamar mandi.

Setelah mandi, Arisha bergegas turun menuju meja makan. Disana kakak,ayah,bundanya sudah duduk ditempat masing-masing. Ia duduk disebrang Arbany.

"Lusa. Kamu sekolah di yayasan kakek, sayang!." Kata Nahda, sembari memberikan secentong nasi serta lauk pauk.

"SMA GANESHA ERLANGGA, bukan sih bun?." Tanya arisha

"iya sayang! Disana. Kakek yang minta kamu disekolahin disana."jawab Zikri.

"Lo mau naik motor ninja kesayangan apa mobil cha?." Tanya Arbany menatap adiknya.

"Motor bang." Sambil mengunyah nasinya.

"Gue lihat-lihat, pipi lo tambah gede deh cha wuahahahaha." ucap arbany tertawa

"Dih... Upil badak tawa. Gini nih, definisi orang iri karna gak punya pipi wkwkwk" ejek arisha.

"Asem lo anjir." Sahut arbany.

"Udah lanjut makan, gak usah mulai debatnya." Lerai nahda.

Selesai acara makan, arisha pamit istirahat. Ia terbaring menatap langit kamarnya yang bergambar awan-awan dan gantungan polaroid foto-fotonya sewaktu masih di indonesia.

"Hufttt... Awali lagi duniamu Arisha!. Lo harus lupain masa itu, lo harus menerima semuanya." Setetes air mata arisha jatuh, ia masih teringat kejadian yang membuatnya pergi untuk sementara.

Flasback on

Seorang anak laki-laki ingin menyebrang jalan raya. Ia ingin mengambil bola basketnya yang terlempar disebrang jalan. Ia tidak menyadari bahwa ada sebuah mobil melaju kencang menuju arahnya.

"SHAGAAAAA!! AWAS ADA MOBILLL!!" Teriak laki-laki di belakang Shaga.

Shaga-pun menoleh, dan berteriak " AAAAAAAKKKKKKKHHHHHHHHH".

BRUUUUUKKKKK

SHAGA TERDORONG KE TEPI TROTOAR!!

Shaga selamat!

Siapa yang telah menyelamatkannya!

Dia menoleh kebelakang!

ARZANY!!

Ia adalah sosok laki-laki yang tadi meneriaki shaga , ARZANY ZEEHAN AL SHAKY. Kakak pertama dari ARISHA ALMASHYRA NAHDA, sekaligus Saudara Kembar ARBANY ZEEHAN AL SHAKY.

Arzany terpental jauh ditengah jalan raya, dengan darah mengucur deras dikepalanya dan darah yang keluar dari hidungnya. Mobil yang menabraknya terus melaju dengan kencang, tanpa berhenti untuk sekedar menolongnya.

Ia menatap shaga sayu. Shaga berlari menuju Arzany dan menangis pilu.memangku kepala Arzany.

"TOLOOOOOOOOOONG!!" Teriak Shaga.

"Shaga...!! A-abang minta-h satu p permintaan. T- Tolong jaga Arisha kkalau bbang Arzan udah gak aada, ttolong jjaga ddia. Jjangan buat ddia ssedih dan pputus asa." Arzan

"Iya bang!!. Shaga janji hiks.. shaga janji bakal jaga Arisha hiks....hiks....." Shaga terisak, dan meneteskan air matanya.

Setelah lega mendengar ucapan janji shaga, dengan perlahan Arzan menutup mata bersama nyawanya.

Flashback off




ARISHATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang