Pantulan cahaya matahari pagi mulai memasuki kamar seorang gadis yang sudah siap dengan seragamnya, dengan senyum yang ia pancarkan depan cermin untuk menyemangati dirinya sendiri serta merapikan rambut sebahunya ia sudah siap. Lalu ia berbalik untuk mengambil tas di atas tempat tidurnya lalu tersenyum pada boneka-boneka peninggalan ayahnya.
"Aku berangkat dulu yah, jaga baik-baik kamarku," ujar Eva
Lalu ia keluar dari kamar sederhananya untuk mencari mamanya, setelah melihat mamanya yang sedang berada di dapur sedang membuat adonan roti ia langsung memeluk mamanya dari belakang sehingga membuat mamanya terkejut
"Ade, mama kan kaget gimana kalau mama jantungan?" Ujar mamanya Eva
"Mama lebay deh, ade kan cuman peluk doang masa sampe jantungan sih. Ade mau pamitan kesekolah nih," Ujar Eva
"Iya sayang, mama tau kok. Yaudah berangkat sana hati-hati yah belajar yang bener,"
"Siap Ibu Negara, ade berangkat dulu yah," Ujar eva setelah menyalimi tangan mamanya.
Yah dia adalah Evalin Maria, anak tunggal dari Dian Permata dan Josua Alexsander. Namun sayang ayahnya Eva sudah meninggal saat Eva masih kelas 6 sekolah dasar, Beliau meninggal karena penyakit yang di deritanya. Saat ini Eva sudah kelas 11 di salah satu sekolah SMA Negeri di kota surabaya.
🌸🌸🌸🌸🌸
Setelah memarkirkan motor maticnya di parkiran, Eva melepaskan helm berwarna biru kesayangannya dan memyimpannya lalu merapikan sedikit roknya. Setelah itu mengeluarkan headset putih dari dalam tas dan mencari lagu kesukaannya lalu ia mulai berjalan memasuki koridor sekolahnya. Tiba-tiba ada yang memegang tangan kanannya dan Eva pun menoleh
"Selamat pagi," ujar si pelaku sambil mengelus lembut rambut sebahu eva
"Pagi juga van" Balas eva di sertai senyum yang menunjukan lesung pipitnya
"Ayo jalan lagi," ujar Evan sambil mengenggam erat tangannya Eva
"Iya tapi nga harus pegang tangan van, kita banyak di liatin," balas eva sambil menunduk malu
Sambil melepaskan gengaman tangan mereka dan memutar bola matanya malas Evan berkata
"Yaudah kamu duluan jalannya,"
"Iya" balas Eva dan berjalan mendahului Evan sambil menunduk
Yah dia adalah Evandra Putra, pacarnya Eva.
"Flashback on"
Mos hari pertama
Hufft....
Helaan nafas terdengar dari seorang di sebelahnya, gadis dengan rambut di kuncir dua menggunakan pita berwarna merah putih pun menoleh
"Hai, kamu ngapapa?" Ujar gadis berkepang dua itu
"Ngak usa so deket," balas si lelaki tadi dengan malas
Gadis berkepang dua hanya bisa membalas dengan senyuman
Keesokan harinya saat mos hari kedua mereka bertemu lagi di depan pagar sekolah yang sudah tertutup rapat
"Yah telat deh," ujar sih rambut berkepang dua dengan pita berwarna hitam putih
"Telat doang kan? Nga akan mati juga,"
Balas seseorang dari belakangnya sehingga membuat si gadis berkepang dua kaget
"Yah astaga, bisa nga kamu jangan ngagetin" balas gadis berkepang dua sambil memegang dadanya
Si pelaku hanya dapat tersenyum kecil sambil melihat nama gadis berkepang dua di gardus persegi yang di gantung di leher gadis tersebut Evalin Maria ejanya dalam hati
Keesokan hari saat Mos hari terakir, seorang gadis baru keluar dari dalam toilet wanita dan berjalan santai melawati koridor sekolah barunya, tiba-tiba mendengar suara ringisan seseorang. Ia pun mencari sumber suara ringisan tersebut dan menemukan seseorang sedang duduk di balik sebuah pohon mangga gadis tersebut pun berjalan mendekat
"Kamu ngapapa?" Tanya si gadis tersebut
"Ini pertemuan ke tiga kita dan lo udah nanya ke gitu dua kali ke gue, suka banget kayanya" balas orang tersebut
"Eh kamu kenal sama aku, kita pernah kenalan yah? Maaf aku nga inget," ujar si gadis dengan nada bersalah
"Santai aja kita belum pernah kenalan, kenalin nama gue Evandra Putra," ujar Evan sambil mengulurkan tangannya
"Oh gitu, namaku Evalin Maria salam kenal yah" balas eva sambil mengulurkan tangannya dengan menunjukan senyumnya
Flashback off
