King dan Meriana

10 0 0
                                        


*******

Kekayaan yang berlimpah, hati yang mulia menjadikan Duke of Lavingdon sebagai raja yang dermawan. Setiap ia berkeliling menggunakan kereta kuda yang berhiaskan sutra di dalam maupun luarnya,  ia selalu melemparkan koin emas kesetiap rakyat yang dijumpainya. Koin emas yang dilemparkan, itu layaknya butiran pasir baginya.

Hari, minggu, dan bulan terus berganti. Duke, sang raja yang berwibawah itu hidup dalam kesepian tanpa keturunan, umurnya sudah lebih dari matang untuk memiliki keturunan, tapi kenyataannya berkata lain. Setiap hari ia selalu berdo'a agar dikaruniai seorang pewaris tahta kerajaan, tetapi do'anya ibarat angin malam yang berlalu meninggalkan rasa dingin yang menusuk hingga tulang.

"Apa yang membuatmu selalu bergelisah, Tuan?" tanya Angela.

Angela Cristiani adalah permaisuri dari sang raja, Duke of Lavingdon. Ia lahir dari keturunan bangsawan yang setara derajatnya dengan Duke of Lavingdon.

"Aku memiliki kekayaan yang melimpah, dan istana yang megah. Tetapi aku merasa semua ini tidak ada artinya," dengan wajah penuh harap, Duke menjawab Angela.

Kecemasan Duke pada dirinya yang belum juga memiliki keturunan, kian hari kian menjadi. Do'a-do'a selalu ia panjatkan kepada Tuhan, tetapi semua itu tidak membuahkan hasil apapun. Di tengah-tengah kejayaannya, Duke dililit oleh rasa kerinduan untuk memiliki buah hati, sehingga ia selalu menghabiskan malamnya dengan menatap sinar rembulan di tengah gelapnya malam. Sedangkan bintang-bintang bergantung pada tali kegelapan yang mencekam.

Duke ibarat lilin yang dibakar, memberikan cahaya untuk sekitarnya, tetapi semakin menyala lilin itu semakin membakar habis dirinya. Sedangkan tidak ada lilin lain yang bisa melanjutkan nyala lilin dari Duke. Setahun berlalu, Duke yang hidup ibarat matahari yang menggantung pada gelapnya malam, dikejutkan dengan kabar kalau Angela mengandung anaknya. Dan kabar itu benar adanya setelah dukun anak yang memastikan kehamilan Angela.

Setelah dipastikan Angela mengandung anaknya, Duke yang menghabiskan malamnya dengan menatap bulan, kini menghabiskan waktunya dengan menemani sang istri tercinta. Hari, minggu dan bulan terus berlalu, hingga akhirnya Angela melahirkan. Dan bayi dari Angela menyempurnakan keinginan Duke sebagai pewaris tahta. Bayi itu laki-laki, dan diberi nama King of Lavingdon.

Lima belas tahun berlalu, King tumbuh layaknya pohon bunga sakura yang menggoda pandangan setiap mahluk yang menjumpainya di musim semi tiba. Ia cerdas dan tangkas dalam semua pelajaran yang dipelajarinya. Bahkan ia mampu melampui sang ayah dalam memainkan pedang dan tombak kala ia berlatih bersama panglima kerajaan.

Suatu hari, Duke mengadakan pesta besar-besaran dalam merayakan hari ulang tahun King of Lavindon yang ke tujuh belas tahun. Ia mengundang seluruh rakyatnya. Emas dan perak ia hamburkan layaknya butiran pasir terhadap tamu yang datang, sehingga setiap manusia yang ada selalu disibukkan dengan saling merebut emas dan perak dari sang raja.

Di tengah asiknya tamu undangan berpesta pora, King menjatuhkan pandangannya pada sosok gadis cantik yang layaknya bunga mawar yang sedang mekar ditumpukkan sampah. Tatapan yang tajam terpesona melihat Meriana yang berdiri dan menyaksikan lautan manusia yang melahap santapan yang sebelumnya ia tidak temukan di lingkungan keluarganya.

Meriana, adalah gadis cantik yang lahir dari kalangan keluarga sederhana. Setiap lelaki yang memandangnya akan mabuk layaknya para peminum anggur, semakin banyak yang diminumnya semakin mabuk pula peminumnya. Wajah anggun dan rambutnya yang tergurai membuat King tenggelam dalam memandangnya.

"Hey, siapakah namamu?" dengan jubah sang pangeran, King menghapiri Meriana.

Meriana yang kaget melihat King, benar-benar gugup dan kaku untuk menyebutkan namanya di hadapan sang pangeran tampan dan gagah itu.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 01, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Delusi CintaStories to obsess over. Discover now