1.

3 0 0
                                        

Jika aku boleh bertanya?
Apa yang kalian rasakan jika kalian bertemu keluarga dari ibu?
Rasanya seperti apa. Yang b pikirkan pasti menyenangkan bukan

Terkadang aku berpikir, mengapa kita yang mempunyai dua orang tua. Dan mengapa hanya dari keluarga ibu aku bisa tertawa lepas tanpa beban. Namun terkadang yang dianggap luar oleh orang lain tak seperti apa yang dilihat diluar dan apa isi dalamnya

Tak semua orang tau dari suara tertawa itu ada masalah yang sangat tertutup rapat rapat olehnya. Iya ini kisahku. Kisah yang tak selalu memiliki rasa bahagia ditiap waktu,harinya

Nailah muthiah yusuf namaku. Biasa orang memanggilkua Nailah. Sekarang aku tengah berada diklta asal ibuku,Makassar

Dulu saat kelas tiga sd. Saat kakekku meninggal. Dan aku mulai dekat dengan nenek aku senang bisa dekat dengannya. Nenek orangnya pengertian, dan sabar

Namun saat empat puluh harinya kakek. Nenek menyusul kakek kesana. Jujur aku merasa sudah tidak ada penyemangat aku saat aku mulai mengenal adik sepupuku

Saat aku melihatnya kembali saat aku tengah ditoraja saat dimana disana kakekku dikuburkan disamping kakek buyutku aku kembali melihat sepupuku

Dulu aku kira aku akan sangat bahagia tinggal disana. Namun semua sirna saat nenek pergi dan adik sepupuku yang hanya berpaut satu tahun dariku karna ibunya adalah anak ketiga dari sembilan bersaudara. Dia mulai birsikap melunjat dan kekanak kanakkan

Aku selalu menjadi korban darinya. Dia selalu bermain kasar denganku. Bahkan mencubit pahaku dengan sangat ganas bahkan dia mencubitku dengan kukunya yang panjang. Dulu aku kecil,aku hanya menangis saat dia menjahiliku namun tangisanku seperti lelucon baginya

Dia selalu saja menjahiliku dan adikku. Terkadang hampir setiap hari dia menjahiliku. Aku terkadang diam menerima semua perlakuan dan caci maki dia padaku. Karna aku sadar aku tidak dapat melawannya meskipun aku ingin

******

2020

Sebelum aku berangkat kebandara soekarno-hatta. Aku sudah bertekad ingin melawan sikap tengil abi-sepupuku. Dulu aku kira setelah kelahiran uki adik dari abi. Dia akan berbeda dengan kakaknya. Namun memang kata orang adik akan menirukan semua yang dilakukan oleh kakaknya

Aku sempat menolak ajakan ida-ibuku yang biasa aku panggil dengan kata 'mama' yang mengajakku kemakassar untuk pernikahan adik bungsu mama. Karna sebelumnya mama bilang hanya dua minggu kemungkinan dia disana

Aurel adikku tentu ikut dengan mama. Dia tidak bisa ditinggal oleh mama walaupun seharipun. Namun beberapa hari sebelum keberangkatan aku menerima ajakan mama kemakassar. Ya karna aku pikir hanya dua minggu tidak lama

Mama menyiapkan surat izin untukku disekolahku SMPN 05 CIBARUSAH. Namun beberapa hari setelah selesainya aku mengurus surat izin. Tiba-tiba ada kabar sekolah diliburkan karna adanya virus corona

Mama nelfon wali kelasku dan bertanya apa benar dengan pemberitahuan itu. Dan kata wali kelasku iya

"Kalo tau gitu mah nggk usah bikin surat izin,ya"kata mamaku, aku menoleh dan mengangguk dan melanjutkan kerjaanku memasukan pakaian pakaianku dari lemari dan memasukkan kedalam koper besar berwarna kuning cerah itu. Dan didalam koper kuning itu bersamaan baju bajuku dan baju milik aurel adikku

Sedangkan aurel sedang bermain bersama temannya karna mungkin beberapa pekan nanti dia tidak dapat bertemu dengan temannya disini. Aku sendiripun sedikit sedih karna harus meninggalkan kucing kucingku yang masih kecil. Yang aku takutkan tetanggaku akan membuangnya seperti dulu lagi saat aku tengah berada dimakassar

******

17 maret 2020

Hari ini sudah waktunya aku bersiap siap untuk berangkat kebandara soekarno hatta. Jam sepuluh aku dan keluargaku berangakat meninggalkan rumahku dicikarang. Namun sebelum membawa semua barang barang yang akan dibawa kemobil diluar gangku aku memberikan kunci rumahku ditetangga persis didepan rumahku

Setelah memberikan kunci rumah dan kunci motorku aku menatap kucing serta anaknya dengan sendu dan mengelus lembut puncak kepala mereka satu satu

"Jaga diri baik baik ya meng, liana jaga anak lu baik baik ya, kamu meng sehat sehat ya, dan kamu oyen putih putih, jangan nakal ya"ucapku hampir menangis melihat kucing kucingku semua yang akan kutinggalkan mereka sendiri meski mamaku sudah memberika makanab untuk mereka pada tetanggaku yang aku berikan kunci rumah padanya

Oyen-Anak kucing dari liana dan putih putih itu anak kucing berbulu putih dan siputih itu ada dua jadi sioyen itu kucing berbulu orange sendiri

Selesai aku mengungcakan perpisahan aku dan mama langsung berjalan kemobil tetangga yang menjadi orang yang selalu mengantarkan kami sekeluarga jika ingin kemakassar

Aku, aurel dan mamaku duduk dibangku penumpang ditengah papaku duduk dibangku paling belakang dan didepan sudah ada ayah teman dekatku-Aisyah. Dia ikut untuk menemani bapak intan-yang mengantarkan kami agar jika pulang dari bandara dia tak merasa sepi

Aku tertidur dimobil dan terbangun kembali. Aku melihat jam dimobil jam setengah dua belas. Aku melihat jalanannya sudah dekat dengam bandara. Aku memutuskan untuk tidak tidur hingga sampai dibandara

Aku melihat aurel dan mama masih tertidur. Aku lihat aurel duduk didekag pintu dan mamaku ditengah. Jujur saja dia tidak kuat ac mobil bahkan masker yang dia gunakan tak dia lepas

Aku tersenyum saat sudah melihat pesawat yang terparkir rapih. Aku segera membangunkan mama dan aurel

"Ma, bangun dah mau nyampe"ucapku sambil menggoyangkan lengannya

"Hah"

"Bangun dah nyampe bentar lagi"kataku sekali lagi. Mamaku mengangguk dan merubah duduknya menjadi tegak dan membangunkan aurel

"Dek, bangun dah mau nyampe"

"Hem...."jawabnya dan membuka matanya. Aku tersenyum dan mencolek pahanya. Aurel menoleh dan menaikkan alisnya

"Liat tuh pesawat"tunjukku kesampingku dan memperlihatkan pesawatnya

"Mana mana"tanyanya dengan semangat dan berjalan menghampiriku dan duduk dipangkuanku. Aurel kembali duduk dibangku namun ditengah

"Akhirnya, yuk mah siap siap"ucapku, lalu melihat bawaan semua bawaanku dan memebereskan barang barang yang keluar dari tempatnya

Mobil avanza berhenti tepat ditempat pemberentian. Aku turun lebih dulu karna aku duduk dikursi keluar dan menghirup oksigen

Papaku mengambil troli untuk membawa koper koper besar milik mama dan aku

Aku memakai kembali masker yang aku turunkan dan memakinya kembali. Aku melihat semua barang sudah dikumpulkan, aku menghitung semua barang bawaan

"Pas lima mah"ucapku setelah menghitung semua barang. Mama mengangguk dan memberi uang merah tiga lembar dan uang biru satu lembar pada bapak intan

"Terima kasih ya,yaudah kita berangkat ya"ucap mamaku pada bapak intan. Aku hanya menatap mereka semua sedangkan ayahnya aisyah enggan untuk keluar dia masih didalam mobil

"Iya hati-hati kak ida"ujarnya pada mama. Mama mengangguk lalu menoleh pada ayahnya aisyah

"Pak kita berangkat ya"kata mama pada ayah aisyah. Ayah aisyah mengangguk

"Hati-hati mama nailah"ucap ayah aisyah

"Iya"

Kami menunggu hingga mobil bapak intan pergi dan papa mulai menodorong trolinya menyebrang jalanan hingga sampai dilantai bandara

"Mah, ini masih jam dua belas tapikan pesawatnya terbang jam empat subuh apa nggk kecepetan?"tanyaku

"Ya nggak pa-pa,mendingan kecepetan dari pada paspasan. Kan nggk ada yang tau jalanan macet apa nggk"jawab mama. Aku hanya mengangguk

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 09, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

KisahkuWhere stories live. Discover now