Indah hanya terdiam mendengarkan nasihat dari ibunya yang menyuruh untuk segera menikah, sudah beberapa calon yang dikenalkan padanya tapi tidak ada yang buat dia srek. Mulai dari saudara bibi iparnya, kenalan kakak sepupunya, bahkan tetangganya tidak ada yang menarik dimata Indah. Sudah seminggu Indah tidak bekerja karena perusahaanya tutup akibat pandemi corona ini, alhasil yang tadinya ayem- ayam saja di perantauan kini harus pulang kampung dan dengar omelan itu secara langsung. Dikondisi yang tidak bekerja ini, Indah semakin dibuat stres dengan desakan-desakan untuk segera menikah, bukan hanya ibunya, kakak, saudara dan tetangganya pun selalu menanyakan dan menyuruh untuk segera menikah.
" Lihat tuh si Yusuf yang mau sama kamu dulu, sekarang dia sudah punya anak."
" Iya bu." Indah menjawab seadanya
" Tuh si Deni juga udah mau nikah, kenapa sih kamu tidak mau dijodohkan sama dia? Padahal dia kaya, oang tuanya punya banyak mobil, hidup kamu akan terjamin kalau sama dia." Omel ibunya lagi
" Ya kan punya mobil bukan berarti hidup akan baik-baik saja Bu, lagian yang kaya kan orang tuanya bukan si Deni." Jawab Indah lagi
" Kamu ini dikasih tahu sama orang tua bisanya ngejawab terus, pokoknya kalau kamu tidak punya calon nanti ibu cariin, jangan lihat dari tampang nanti kaya si Teh Heni lagi cakep sih cakep suaminya tapi dia malas, tidak mau cari nafkah amit-amit ih Ibumah."
" Mmm." Indah tidak tahu harus jawab apalagi obrolan seperti ini sudah makanan sehari-harinya. Lagi makanpun yang diobrolon cuma tentang nikah, nikah dan nikah lagi. Males, gara-gara corona dia harus pulang kampung dan disuruh nikah terus. Sial
***
Indah sedang browsing lowongan pekerjaan di internet, tanya sana sini masih ada lowongan apa tidaknya? Indah berharap segera dapat panggilan pekerjaan, dia sudah mulai muak tinggal di kampungnya ini. Indah cuma lulusan SMA, tidak melanjutkan kuliah karena tidak ada biaya alhasil dia cuma ngelamar ke toko-toko biasa aja.
Indah kembali rebahan di kasurnya, dia mengecek gawainya melihat ruang obrolan, yang masuk chat cuma dari grup teman-teman gilanya dan teman SMA nya saja, tidak ada dari laki-laki atau pria manapun. Indah heran kenapa tidak ada yang deketin dia? kisah cintanya pun tidak pernah mulus ? Padahal wajahnya tidak jelek-jelek amat, kurang tinggi aja sih. Kalau tidak di selingkuhin pasti dipinjemin duit sama laki-laki dan sialnya tidak pernah dibayar. Makanya Indah malas buat berpacaran, belum ada yang tulus fikirnya.
Indah mengecek Instagram nya dia melihat postingan salah satu gebetannya yang baru saja nikah, dia tersenyum getir melihat foto sepasang suami istri itu. Dia sadar diri begitu banyak kekurangan yang ada pada dirinya, wajar kalau kakak temannya itu tidak suka padanya dan akhirnya dia pilih wanita lain dan menikahinya. Atau dia memang terlalu baper saja ketika di kenalkan dan diajak nonton, bukan salah laki-lakinya tapi dirinya saja yang terlalu pede dan baper. Akibat jomblo menahun ya gitu. Kasihan
Dia mengecek dm yang masuk, ada sebuah dm yang dari sebulan lalu dia tidak balas, Soni namanya. Dia yang dikenalkan bibinya, emang sih si Soni ini anak dari keluarga berada dan punya pekerjaan tetap. Tapi dia kurang tinggi, ya masa dia harus sama yang pendek lagi, mau segimana tinggi anaknya nanti kalau kedua orang tuanya pendek gini? Duh. Terlebih lagi pas Indah tinggal sama bibinya, emaknya si Soni ini curhat kalau suaminya selingkuh sama lon*e jadi takut nurun ke anaknya. Ih amit-amat
Bicara soal jodoh bukannya Indah tidak usaha mencarinya, walaupun dengan sedikit bercanda tapi dia sering meminta teman-temannya untuk mengenalkan sama saudara laki-laki atau temannya yang lain. Belum saatnya memang, belum ada jodohnya juga mau mencari kemanapun kalau belum saatnya ya tidak akan berhasil, nanti ada saatnya Allah melancarkan jodoh dan mengabulkan semua doa. Aamiin
Baru usia 24 tahun tidak perlu baru-buru takut salah melangkah fikirinya.
YOU ARE READING
Dear, Calon Imam
General FictionSejak kepulangannya ke kampung, Indah terus saja disodorkan oleh pertanyaan Kapan Nikah? Ko ga nikah-nikah sih? Hal itu membuat dia insecure sendiri, bukan tidak ingin menikah tapi jodohnya saja belum datang. Sampai suatu hari dia dikenalkan dengan...
