Jihyo mengigit bibir bawahnya, sedikit menahan rasa gugup saat melihat tatapan para pengurus osis yang mengarah kepadanya.
Sang ketua osis sedang duduk di sana, sibuk membolak balikkan kertas yang sedang di bacanya.
"Jaebum mana sih?" Ucap salah satu perempuan berambut pendek menatapnya jengah.
"Jaebum nggak masuk, lagi sakit" Ucap Jihyo datar karena si cewek itu sudah dua kali melontarkan pertanyaan yang sama kepadanya.
Sedangkan satu cowok lagi sedang duduk di pojokan, menatapnya bingung dengan pandangan yang meremehkan.
Jihyo mendengus dalam hati, ingin segera mencolok kedua mata cowok di pojokan itu.
Cowok yang duduk di pojokan itu mendecak, lalu berdiri dan menghampirinya.
"Ininih perwakilan IPA 2?" Ucapnya lalu menatap penampilan Jihyo.
Jihyo mendengus, sudah sangat sabar menghadapi perkataan dan tatapan cowok itu.
"Elo beneran wakil ketua kelas?" Si cowok itu kembali bersuara.
Sang ketos masih disana, duduk dengan pandangan serius membaca kertas yang masih sama.
Jihyo lagi lagi mendengus, merutuki si ketos yang tidak menyahut dengan si cowok yang terus menatapnya.
"Dia bisa dipercaya nggak sih? Mukanya mirip penipu, njir"
Jihyo membulatkan matanya saat mendengar perkataan cowok itu. Wajah Jihyo sudah memerah sepenuhnya akibat menahan amarah.
Jungkook akhirnya berdiri, lalu beralih menatap Jihyo. "Udah, dia aja. Jaebum juga nggak ada. Yang ngerjain kan harus IPA 2" Ucapnya final.
Jin, cowok yang menatapnya sedari tadi jadi mendengus mendengar perkataan Jihyo. "Dia?" Ucapnya menunjuk Jihyo.
Jungkook mengangguk, tidak berbicara banyak.
"IPA tiga kan ada Nayeon Mark yang jelas jelas udah dikenal banget. Napa harus dia sih?" Sambung Jin lagi, sepertinya sangat tidak menyukai Jihyo.
Jihyo menghela napas, lalu memejamkan mata sesaat mencoba menahan luapan amarahnya.
"Udah lah Jin, lo bacot juga nggak ada gunanya. Bukan elo yang mutusin di sini" Tegur Jungkook membuat Jin mendengus lalu tidak berbicara lagi.
Jungkook berjalan menghampirinya lalu menyodorkan beberapa lembar kertas. "Lo udah tau tugas lo kan? Yang nanggung jawab elo, bukan Jaebum lagi. Elo katanya pinter di bidang sastra nih, jadi udah pas banget elo yang megang. Yang ketulis juga udah nama lo, jadi udah nggak bisa ke tuker" Ucap Jungkook menjelaskan.
Jihyo mengangguk pelan lalu meraih sodoran kertas tersebut.
"Di osis kali ini, kita banyak kerja ya. Bukan banyak makan" Jin lagi lagi bersuara.
Kali ini, Jihyo menatap cowok itu tajam. Merasa sangat tersinggung saat Jin secara tidak langsung mengejek badannya yang agak berisi.
"Elo juga, di sini kerja bukan cuma numpang famous" Ucap Jihyo membalas, sudah tidak tahan mendengar ocehan cowok itu.
Jin melototkan matanya. "Eh elo kalau ngomong nggak usah sembarangan" Balas Jin tidak terima.
"Terus apa ha? Elo di osis juga nggak guna tau ngga? Yang ngerjain semua cuma Jungkook"
Eunha mendengus, jadi tersinggung dengan perkataan Jihyo barusan.
Jin maju satu langkah, benar benar menatap Jihyo tajam. "Eh inget ya lo, kalau bukan karena gue lo nggak bakal masuk osis!"
Jihyo mendelik, lalu terkekeh pelan. "Emang gue mau masuk osis? Mau sibuk ngurus beginian? Enggak lah, gue juga capek tau ngga"
Sebenarnya, Jihyo sangat ingin masuk osis tapi jika pengurusnya seperti ini Jihyo tidak mau, baginya hanya membuang buang tenaga saja.
Jungkook menoleh, menatap Jihyo datar saat cewek tersebut selesai ngomong.
"Balikin tuh kertas, balikin. Elo ngga mau sibuk kan?" Suruh Jin jadi emosi.
Jungkok mendecak lalu mendekat ke arah keduanya. "Udah udah. Kalian berdua diem, proposal itu udah nggak bisa di ganti. Entar kepsek marah. Elo juga, kalau ngomong nggak usah sembarangan" Ucap Jungkook menatap Jihyo.
Jihyo mendengus, sudah tidak mau lagi beradu mulut. Cewek itu lalu menatap Jin tajam dengan amarah yang benar benar meluap.
"Osis kok tapi kerjaannya nyari masalah" Gerutu Jihyo lalu melangkah keluar dari ruangan tersebut.
Jungkook, Jin, Eunha yang mendengar itu jadi terperanjat. Benar benar tersinggung saat mendengar perkataan Jihyo barusan.
Sejak saat itu, Jin dan Jihyo benar benar saling bermusuhan. Jangan satukan keduanya kalau telingamu tidak mau panas, karena jika mereka bersatu maka sama saja dengan menaburkan benih benih perang dunia.
Kalau kata Jungkook sih, mereka bukan tom and jerry lagi. Mereka itu sudah seperti Madara vs Naruto di eps Ultimate Ninja Strom 4.
Nggak usah pikir buat ngerti, pokoknya akan menjadi bom nuklir kalau mereka bertemu.
**
A. N :
New story rilis gengs:))
Prolog dulu ya, soalnya aku masih sibuk dengan heart shaker.
Vote and comment:")
YOU ARE READING
Someone Like Me
FanfictionJihyo pikir, bergabung dengan organisasi osis di sekolahnya akan sangat menyenangkan, mengingat pas SMP terdahulu Jihyo sangat menyukai teman teman osisnya. Tetapi, sejak masuk ke Lord High School Jihyo tidak pernah mengira kalau anak osis di sekola...
