Hari ini adalah hari pertama F-A-N-Y-A mejalani kegiatan MOS disekolah baru mereka itu. Tahun ajaran baru kali ini terasa sedikit menakutkan untuk mereka berlima. Tawa bahagia bercampur dengan perasaan kawatir kini menghantui mereka berlima yg sedang berdiri tepat didepan gerbang sekolah idaman mereka itu. Mereka berlima memang punya prestasi tersendiri dalam bidang tertentu, contohnya Fanesya yg kemampuan berhitungnya tidak diragukan lagi, Amora yg dikenal sebagai sosok yg cepat tanggap dan memiliki sisi yg kreatif terutama dalam hal menggambar, Navillera yg selalu unggul dalam dunia seni musik terutama dalam bidang vokal dan dance, Yelsa yg dikenal sebagai sosok pembicara yg handal dan dia juga adalah penulis cerpen yg cukup cekatan, dan yg terakhir Airys yg memang diakui pintar dalam banyak mata pelajaran disekolahnya dulu.
"gue kok jadi takut gini yahh?! Ini gk mimpikan? " tanya Fanesya yg lebih sering dipanggil dengan sebutan Fany.
"jalani dan syukiri ajalah" balas Yelsa sambil menepuk ringan bahu sahabatnya itu.
"Tapi ini gak mimpikan? Soalnya jantung gue kayaknya dah mau copot nihh, rasanya bener-bener gak kebayang kalo gue bakal jadi murid disekolah sebagus ini" ucap Navillera atau yg lebih dikenal dengan panggilan Navya ini tampak sangat mengagumi sekolah barunya itu.
"This is a real" jawab Airys santai, karena memang diantara mereka berlima hanya Airys yg sejak awal sangat percaya diri untuk masuk kesekolah itu.
Tak lama kemudian tanpa diduga ternyata ada beberapa siswa/i tamatan SMP yg sama dengan mereka yg juga berhasil masuk ke SMA VOLCHENKOVA juga, diantaranya adalah dua pria yg kini berjalan kearah F-A-N-Y-A. Yg satu bernama Peter Wesley, pria dengan gaya rambut pirang, kulit putih mulus yg dikenal sebagai playboy. Banyak gadis yg mengejarnya dan memberi dia hadiah berupa coklat, jam tangan, dan bahkan menyiapkan surat cinta yg dihias sempurna tapi yg dilakukan Peter adalah mengambil hadiah itu tapi membuang semua surat-surat cinta itu, hanya ada satu gadis yg memecahkan rekor terlama menjadi kekasih Peter yaitu gadis yg sampai detik ini masih berstatus sebagai pacar Peter yaitu Alya Euniqe. Bulan ini menjadi bulan kedua untuk hubungan mereka, sisanya mantan-mantan Peter hanya bertahan menjadi pacar Peter selama kuranglebih dua sampai tiga minggu. Tapi sesuai rumor yg beredar semenjak mereka berdua pacaran, Peter tidak mengakhiri hubungannya dengan Alya bukan karna cinta melainkan karna Peter terikat dalam perjanjian bisnis ayahnya dengan perusahaan kakek Alya yaitu bahwa kerjasama antara dua perusahaan ini akan tergantung kepada kebahagiaan Alya menjadi kekasih Peter. Pria yg satunya lagi bernama Erick Carson, pria dengan rambut hitam pekat yg tebal, dan berkulit putih namun tak seputih Peter. Erick adalah pria dengan sikap yg jauh berbeda dengan Peter, kalau Peter adalah pria yg menyukai banyak gadis maka Erick adalah pria yg membenci para gadis ralat lebih tepatnya dia tidak percaya yg namanya cinta. Dia hanya pernah menjalin hubungan selama tiga minggu dengan teman sekelasnya yaitu Tasha Evelyn, itupun sebulan sebelum mengikuti ujian akhir saat SMP. Tapi pada kenyataannya tidak ada yg spesial saat mereka pacaran, hanya terlihat saling berfoto bersama dimedia sosial masing-masing beberapa kali hingga akhirnya mereka putus dan menghapus foto masing-masing dari akun media sosialnya lebih tepatnya Erick lebih dulu menghapus foto-foto Tasha baik itu yg sendiri maupun yg bersamanya dari akun media sosialnya lalu disusul oleh Tasha lagi beberapa hari kemudian. Mereka berdua juga dikenal cukup akrab sejak tahun kedua saat SMP, mereka yg datang bersamaan kearah F-A-N-Y-A membuat F-A-N-Y-A juga sedikit merasa terkejut karna mendapati mereka juga masuk kesekolah itu.
"Kalian juga masuk kesini? " tanya Yelsa membuka percakapan
"Yes," jawab Erick singkat
"Aduh dunia ini kecil banget yahh? Dari sekian banyak orang didunia ini kenapa gue terus-terusan harus ketemu sama loe? " ucap Fany sembari menatap Peter dengan tatapan dingin.
Yah itu karna Fany adalah orang yg paling sering bertengkar dengan Alya saat SMP dulu, alih-alih melerai pertengkaran antara Fany dan Alya,Peter sendiri jadi sering adu mulut dengan Fany.
"Malas banget ketemu sama cewek bar-bar kayak loe terus" balas Peter tak kalah dinginnya.
"Gue yg malas ketemu sama cowok gampangan kayak loe" balas Fany tak kalah dalam hal menghina Peter.
"Heeeih, kok pada berantam sih, udahlah lupain masa lalu" ucap Amora melerai perdebatan yg mulai terjadi diantara Fany dan Peter.
Mereka mendengar suara pluit yg tiba-tiba berbunyi nyaring dari dalam gerbang, hal itu membuat Airys kesal sendiri.
"berisikkk, yg niup pluit ini kurang kerjaan banget sih, ngeselin" ucap Airys tanpa sadar yg meniup pluit itu ternyata sudah ada tepat dibelakangnya jaraknya kira-kira satu meter dari tempat Airys berdiri sekarang.
"KURANG KERJAAN? Loe sama temen-temen loe ini yg kurang kerjaan" bentak pria itu.
"Udah jelas loe yg bikin ribut pake nyalahin kita lagi, dasar cowok aneh gak jelas loe!" ucap Airys kesel.
"Kalo gak mau berisik seharusnya kalian itu dari tadi langsung masuk, bukannya malah ngerumpi disini kayak emak-emak lagi kondangan" ucap kakak kelas itu dengan tatapan penuh intimidasi yg benar-benar terasa mencekam.
Tak menunggu lama lagi, mereka semua langsung masuk dan mulai ikut mengambil barisan dengan siswa/i lainnya disana, mereka semua berbaris dengan rapi tanpa harus diinstruksi oleh anggota OSIS yg ada disana. Setelah waktunya tiba, maka datanglah delapan anak OSIS yg kini berjalan menuju podium didepan mereka,semua anak OSIS yg ada disana adalah anggota OSIS yg memang paling berpengaruh diorganisasi OSIS. Tidak ketinggalan kakak kelas yg tadi sempat terlibat adu mulut dengan Airys ada disana, bahkan dia orang yg paling pertama mengambil posisi didepan layaknya sebagai seorang pemimpin.
"Hay semuanya kita ucapin selamat buat kalian semua yg udah berhasil masuk kesekolah ini, kalian tentu tau kalo masuk kemari tidaklah mudah dan orang sembarangan tidak akan bisa masuk kesini, jadi kami selaku kakak kelas kalian sekaligus anggota OSIS merasa bangga bisa menyambut kalian disini,murid-murid baru yg akan menjadi rekan seperjuangan kami disekolah ini. Kami harap kalian bisa menjadi rekan baru kami untuk mengharumkan nama sekolah kita yg tercinta ini." ucapnya basa-basi dan membuat Airys kesal sendiri karna terus melihat wajah kakak kelas itu.
"welcome to my school, nama gue Rey Orlando ketua OSIS VOLCHENKOVA SCHOOL ,salam manis buat kalian semua" ucapnya lalu mempersilahkan temannya yg lain untuk berkenalan lagi.
"Gue Kimoel Arata wakil ketua OSIS"
"Gue Yonathan Etnan sekretaris OSIS"
"Gue Priska Agatha bendahara OSIS"
"Nama gue Marcel Parkey OSIS Olahraga"
"Salam kenal, gue OSIS Kesehatan nama gue Rachel Seandra"
"Gue Naila Zeindisya, OSIS kesenian"
"Dan yg terakhir gue Cornelius Fernandez, OSIS Sosial salam manis ya adik-adik kelas yg baik"
Ucap mereka satu persatu memperkenalkan diri, hingga akhirnya Rey mengambil alih pembicaraan lagi.
"gue ambil alih, sekarang tugas kalian semua adalah mencari gulungan kertas disekitar sini, gulungan itu berisi nama kakel yg akan jadi pembina kalian selama MOS ini berlangsung. Tapi ingat waktu kalian cuma 40menit, kalo nanti selesai waktu istirahat kalian belum dapat gulungan nama kakel pembina itu kalian harus segera datang ke Cornelius OSIS Sosial untuk namanya dicatat dan akan bertugas sebagai petugas keamanan sekolah selama MOS berlangsung. Jadi kalian harus semangat yaa semoga kalian berhasil." ucap Rey menjelaskan tugas mereka dengan jelas.
"waktu kalian dimulai dari sekarang" teriak Kimoel dan membuat semua siswa/i MOS itu berlari tergesa-gesa.
VOCÊ ESTÁ LENDO
THE VARIOUS COLOR OF LOVE
Ficção Adolescente"PERSAHABATAN MEWARNAI KEHIDUPAN" *F-A-N-Y-A* Kami bersahabat sejak SMP dan harapan kami hanyalah satu yaitu masuk SMA elit. Tapi saat harapan itu terwujud, persahabatan kami dipertanyakan. Sekolah baru ini menunjukkan kekeja...
