Dia sosok wanita yang entah dinilai orang baik atau tidak. Dia saja tidak tahu seolah-olah dia hanya mesin yang digerakan oleh penciptanya.
Ia sering dikenal dengan sebutan tukang halu,sebenarnya ia diberi nama Sabrina Alguno. Ini sekilas mengingatkan sosok pada Sabrina.
Sabrina membuka kelopak matanya yang amat sendu itu lalu, Perlahan membangkitkan seluruh tubuhnya dari ranjang tipis berlapis kapuk Di kostan kecil itu dan mendengar deringan handphonenya.
"Bangun pagi,kawan." Pesan itu seketika membuat Sabrina tersenyum manis. Kemudian, ia secepat kilat membalas pesan yang dikirim oleh sosok pria idaman yang ingin Sabrina miliki.
"Terimakasih,kawan kamu mau kemana hari ini?"pesan Sabrina
Hanya kedua mata menunggu balasan itu,5 menit kemudian ia membalas pesannya
"Saya mau jalan sehat sebentar dengan kawan saya.kenapa?" Pesan Ryan Hermawan,pria yang amat dikagumi Sabrina Alguno.
"aku mau ikut boleh tidak?" wajah Sabrina memerah sesaat mengirim pesan tersebut.
Tiba tiba Ryan tak membalas pesannya.
"Rasanya tak pantas aku mengirim pesan ini"pikir Sabrina.
"Bagaimana pun sikapku itu semua tergantung pada sikapmu kepadaku" sepintas dibenak Sabrina.
Ekspektasi bingung ini:
Lantas apa yang dirasakan Sabrina selepas hal itu?
Dan maukah Ryan membalas pesan singkat sabrina? Atau apakah semua akan berjalan baik baik saja?
YOU ARE READING
Sebatas Ingatan Ini
Teen Fiction"Dia kelam dan hampir saja,ini hanya sekedar mengingatkan kenangan yang entah akan terulang atau tidak. Itulah diriku menakdirkan kesan yang sulit dilupakan begitu saja" Sabrina Alguno "Pesan dan kesan mu amat pedih dan tenang sam...
