Prolog

175 23 1
                                        

Riuh kantin Universitas Seoul tidak mempengaruhi sepasang mata untuk menatap tajam kearah sekelompok orang yang tidak jauh dari tempatnya berada. Jarak yang hanya berbeda 3 meja membuat gadis ini merasakan emosi dalam dirinya. Gumaman tidak suka dan sumpah serapah keluar begitu saja dari bibir seorang Krystal Jung. 

krystal menangkap bagaimana seorang gadis yang menurutnya sedang berpura-pura bodoh sedang bertanya kepada lelaki disebelahnya dan parahnya lelaki itu membantu dengan sukarela. Bagaimana pemuda di seberang sana memberikan senyum tipis kepada seorang gadis bersurai coklat disebelahnya. Adegan di hadapannya tidak pernah terlewatkan sedikitpun dari netra krystal. Seharusnya krystal dapat merekam bibir sexy yang membentuk sedikit lengkungan itu. Sungguh dia ingin sekali menyeret lelaki itu kepelukannya.

"penjilat." gumam krystal

"irene lagi?" 

Pertanyaan Seulgi menarik atensi netra tajam Krystal dari gadis surai coklat yang membalas dengan senyum manis, membalas senyum pemuda  dengan netra hitam pekat yang mempesona. "menurutmu?" dahi krystal berkerut sangat keras mengundang kekehan kecil seulgi.

"Labrak seperti biasa." Seulgi memberikan usul setelah dia dapat menelan mie rebus dengan satu kali lahap. Netra Krystal melirik dengan seksama meja yang ditempati beberapa mahasiswa tampan yang sering dijadikan pembahasan dan fantasy liar mahasiswi universitas Seoul. Netranya membulat tajam dan tanpa sadar tanggannya sudah memukul meja dengan cukup keras yang di hadiahi tatapan tajam seulgi disebelahnya. 

Sungguh krystal ingin mengumpat saat netranya menemukan pemuda di hadapannya memberikan segelas jus jeruk pada gadis yang sedari tadi menarik perhatian sakura. 

"Irene sialan."

Mendengar umpatan Seulgi, tanpa diminta Krystal kembali menjatuhkan pandangannya pada meja yang ditempati Irene. "Dia memang jalang." Krystak tersenyum sinis menemukan Irene yang juga memberikan senyuman manis kepada Chanyeol.

"Aku ingin menancapkan kukuku pada wajah sok polos irene." Seulgi mengangkat jemarinya, memperlihatkan bagainan kukunya dihadapan Krystal. Menunjukkan bagaimana terawatnya kuku milik seulgi. "Setuju?"

"Aku tahu kau kemarin mengganti cat kukumu." Krystal menepis dengan kasar jemari Seulgi dan kembali melakukan pengawasan pada pemuda yang duduk di sebelah irene, Oh Sehun.

Seulgi terkekeh. "Ayo ke meja mereka." Seulgi melanjutkan perkataannya saat sakura menatapnya. "Demi tuhan krys aku ingin menampar irene."

Dewi batin Krystal menyetujui tawaran Seulgi, sayangnya pikiran rasional seorang Krystal Jung lebih dulu menguasainya. "Fans sialanya lebih dulu menamparmu." Krystal berkata bosan mengingat bagaimana banyaknya  senior dan junior yang menyukasi si putri kampus irene.

Seulgi berdecak. Maniknya mengitari area kantin yang mulai sepi sebelum membalas perkataan Krystal. "Menyakiti fisik putri irene yang lemah lembut tentu tidak mudah." Seulgi mencibir sebal

Krystal mendengus membenarkan meski selama ini ia sering menganggu dan bersikap menyebalan pada irene. Tidak ingin membiaran dirinya terbakar rasa cemburu Krystal meraih tumpukan buku yang diletakkan diatas meja kantin. "ayo ke kelas."

Seulgi mengikuti dengan oga-ogahan.

Sebelum meninggalkan area kantin, iris dingin yang indah milik Krystal melirik Oh Sehun yang fokus pada ponsel di tangannya tanpa repot menggerakan bibir untuk ikut bergabung pada pembicaraan sahabat-sahabatnya.

tbc

yuhu comeback!! prolog dulu yaa tunggu next nyaa.





i'm a AntagonistStories to obsess over. Discover now