Teruntuk papa,
Aku sangat membencimu apapun situasinya. Sekalipun kau baik padaku, tetap tidak merubah keyakinan untuk membencimu. Jadi tolong, jangan pura-pura lagi padaku.
Tertanda anakmu,
___________.
Selesai, surat ini harusnya berada pada akhir cerita. Setelah aku menyelesaikan semua. Setidaknya semua sudah ku persiapkan. Aku Fausthine Naraya Sohyeon, tidak akan membiarkanmu hidup tenang setelah semuanya.
-bersambung
