Yang aku tau.. aku sudah berada di tempat ini, Asrama. Aku di antar oleh seorang guru(?) ke dalam sebuah kamar yang berisi 3 ranjang.
Aku hanya bisa patuh, aku juga tak tahu mengapa aku berada disini. 2 orang teman mengajakku untuk pergi ke sebuah ruang makan, aku kira ini asrama biasa.
Kalau kalian ingin tau tempat ini seperti apa? Tempat ini begitu besar dan mengingatkanku pada sebuah rumah di alam sadarku, sebuah rumah yang pernah ku jadikan tempat belajar selama dua tahun bersama seorang teman lelaki yang seumuran denganku, tetapi dia bodoh dan selalu menyontek apa yang aku kerjakan.
Kembali ke cerita, ketika aku dan 2 orang temanku ini sampai di ruang makannya, entah takjub atau apa tetapi yang ku tau tempat ini di desain seperti ruang makan kerajaan yang biasa digunakan untuk sebuah acara bernama "Royal Tea".
Lantas aku dudukkan bokongku pada kursi dengan bantal berwarna merah di atasnya ini dan mulai mengambil makanan yang di hidangkan di hadapanku.
-
-
-
-
-
-
-
-
HOME - BTS
Saat ini aku tengah berada di sebuah taman dengan sungai kecil yang mengalir di depan ku, ku lihat seorang pemuda tengah menghampiriku dengan gayanya yang maskulin.
Ku pikir dia ini termasuk golongan anak orang kaya yang arogan, aku tahu ini memalukan. Tapi setelah dia duduk di sampingku ia pun mulai memegang tanganku dan mengecupinya beberapankali sambil menyenderkan kepalanya di bahu ku, memalukan sekali.
Karena tak tahan dengan sikapnya itu aku pun mulai menjauh dan berlari keluar dari asrama itu melewati suatu tempat yang terlihat seperti pasar tradisional, aku mulai memasuki sebuah toko.
Tadinya aku hanya berniat untuk bersembunyi, tapi apa daya barang-barang di toko ini membuatku tertarik dan mengahbiskan semua uangku untuk sang pemilik toko, aku merasa telah di palak:').
Tak butuh waktu lama para centeng pemuda tadi menemukan keberadaanku dan mulai membujukku untuk kembali ke asrama, karena aku tidak mau ikut dan mulai mencoba kabur.
Lantas mereka menyeretku dan aku pun terbangun dari mimpi ini karena alarm bangke ini mulai membangunkankun untuk berangkat ke sekolah, sungguh jika alarm ini adalah manusia mungkin aku sudah menendangnya berkali-kali setiap dia membangunkanku.
End--
Jujur masih penasaran sama kelanjutan mimpinya, tapi ya gimana lagi? Nasi sudah berubah menjadi bedak tabur. Bubur maksudnya.
Maka dari itu mungkin saya akan membuat cerita tentang mimpi saya kali ini biar ga ngegantung di hati saya:')
Sekian terima duid, ga ga vote saja sudah cukup👌
YOU ARE READING
Baca Aja_-
RandomIni adalah mimpi-mimpiku Setiap aku mendapat mimpi-mimpi ini, ingin rasanya menceritakan ke semua orang. Tapi aku tak punya seorangpun.. Maka dari itu aku menuangkannya dalam buku ini. -One Shoot
