Pagi sekali Raina bangun karena dia tidak sabar berangkat ke sekolah barunya.
Raina baru saja pindah ke sekolah baru karena harus ikut kedua orang tua yang selalu berpindah tempat kerja.
Di sekolah yang baru ini Raina duduk di kelas 10 Semester genap. Raina merupakan pindahan dari SMA yang ada di kampungnya.
Sebagai siswa baru Raina sedikit sulit menyesuaikan diri. Karena terbiasa hidup di kampung halaman yang kalo mau ke rumah temen tinggal jalan kaki.
Sedangkan sekarang Raina harus minta di antar oleh supir pribadi orangtuanya.
Kedua orangtua Raina yang super sibuk membuatnya dekat dengan Bi Rum.
Bi Rum adalah pembantu di rumah Raina.
Semenjak orangtua Raina mendapat jabatan yang lebih tinggi Raina seolah-olah hanya seperti boneka di rumah. Yang ditinggal dengan seorang pembantu.
Tapi Raina merasa nyaman saat diasuh oleh Bi Rum. Karen Bi Rum memperlakukanku seperti anaknya sendiri.
Di hari pertama sekolah Raina Ayah dan Ibu Raina tidak dapat mengantarkan Raina ke sekolah.
Hanya pak Pur (supir pribadi) dan Bi Rum (pembantu/asisten rumah tangga) yang memgantrkan Raina ke sekolah.
"Raina Ayah sama Ibu berangkat duluan ya. Nanti kamu di antar sama pak Pur ke sekolahnya."teriak Ayah sambil menuju mobil.
"Bentar Yah tunggu Raina bentar Raina mau..."brusss (suara mobil meninggalkan garasi)
belum selesai Raina berbicara Ayah dan Ibu langsung meninggalkan tanpa mendengarkan perkataan Raina.
"Udah nak Raina. Sini sama Bi Rum kita makan dulu. Nanti nak Raina sakit perut kalo gak sarapan"ucap Bi Rum sambil menggandeng Raina menuju meja makan
"Raina sedih Bi. Semenjak Raina sama keluarga pindah ke kota. Ayah sama Ibu sibuk terus. Padahal kan hari ini hari pertama Raina mau masuk sekolah"ucap Raina sedih
"Udah nak. Ayah sama Ibu kerja kan juga untuk kamu. Tenang nanti Bi Rum yang temanin kamu berangkat sekolah."ucap Bi Rum menghibur Raina
"Iya Bi. Makasih ya Bi selama Raina tinggal di sini ada Bi Rum yang selalu ada untuk Raina."Raina memeluk Bi Rum yang ada di sampingnya
Bi Rum membalas pelukan hangat Raina padanya.
"Iya nak Raina. Bi Rum udah anggap nak Raina itu seperti anak Bi Rum sendiri. Jadi kalo ada apa-apa nak Raina cerita aja ya!sama Bi Rum."Tutur Bi Rum kepada Raina
"Iya Bi Rum makasih ya."
"Udah gih pelukannya. Kamu cepet makan ya nanti kita telat ke sekolahnya." Sahut Bi Rum sambil melepas pelukannya kepada Raina
"Hehe maaf Bi Rum. Pagi-pagi bawaannya mau mewek aja." Ucap Raina
Raina langsung melahap masakan Bi Rum yaitu Nasi Goreng telur ceplok kesukaanku.
Di sampingku Bi Rum juga ikut makan. Aku menatapknya tak henti.
"Andai Ibu seperti Bi Rum. Mungkin aku jadi anak yang paling bahagia di dunia ini" batin Raina
"Kenapa nak Raina liatin Bibi kaya gitu? Ada yang salah sama Bibi ya??" Bi Rum terhenti makan dan memperhatikan penampilannya karena takut ada yang tidak sesuai.
"Gak apa-apa kok Bi Rum. Adem aja kalo liat Bi Rum itu."ucap Raina dengan menunjukkan senyuman kepada BibRum
"Aduh nak Bibi kira tadi kenapa. Udah makan lagi gih dikit lagi itu. Habis ini kita langsung berangkat." Ucap Bi Rum sambil menghabiskan sarapannya.
"Iya Bi. Ini udah kok"ucapku sekenanya
YOU ARE READING
SAHABAT UNTIL JANNAH
Teen FictionSahabat itu ibarat penentu tujuan. Jika kamu berteman dengan orang yang mampu membuatmu lebih baik kamu beruntung. Sebaliknya jika kamu berteman dengan orang yang membuatmu jauh dari-Nya bersiap-siaplah bencana besar menantimu. "berhati-hatilah dala...
