Awal Muasal

38 12 2
                                        

"Ilmu itu baik. Tetapi ketika berada pada orang yang salah menjadi buruk, bahkan mengerikan."

>>>>>.....<<<<<




Sekitar tahun 800 Masehi. Lahirlah seorang anak laki-laki dari seorang Ibu yang hebat. Tetapi malangnya, anak laki-laki itu terlahir tanpa seorang Ayah. Dan kemudian, Ibunya meninggal beberapa menit ketika dia dilahir. Setelah itu, anak laki-laki itu diasuh oleh Bibinya yang bernama Sari, dia tidak mempunyai seorang anak. Dia adalah seorang perempuan mandul.

"Anakku sing bagus. Sekarang namamu Batara, sesuai yang diwasiatkan oleh Ibumu," ucap Bi Sari kepada Batara kecil.

"Ini kalung dari Ibumu. Semoga sehat selalu ya, Nak!" Kalung itu adalah kalung yang terbuat dari benang hitam. Dengan bandul seperti bantal kecil warna putih, yang entah apa isi sebenarnya di dalam itu. Konon katanya adalah sebuah pasir.

Situasi saat itu benar-benar mencengkam. Bagaimana tidak? Setiap anak yang terlahir laki-laki pasti akan menghilang. Dibawa oleh para makhluk-makhluk pesuruh dari Nyai Dedemit. Nyai Dedemit adalah seorang perempuan dengan ilmu yang luar biasa dan tidak terkalang dizaman itu. Dia melakukan itu karena mendapat ramalan dari kepercayaannya bahwa dia akan dibunuh oleh seorang anak laki-laki dari keturunannya sendiri.

Anak yang akan membunuh Nyai Dedemit adalah seorang anak yang mempunyai tanda lahir di leher belakangnya ketika usianya sudah mencapai umur 10 tahun. Hal itu membuat Nyai Dedemit ketar-ketir, cemas ketika keabadiaanya mulai terancam. Dia takut kecantikannya direnggut, dan dia juga takut untuk mati.

"Antaswara! Dimana keberadaan anak kecil ingusan itu sekarang?" ucap Nyai Dedemit kepada Antaswara (Orang kepercayaan Nyai Dedemit) dengan ucapan yang membentak.

"Ampun Nyai. Saya tidak tahu dimana anak kecil itu sekarang. Saya tidak tahu kenapa saya tidak bisa menemukannya. Atau mungkin, anak itu belum lahir sekarang. Ampuni saya Nyai!" Kata Antaswara yang duduk dan menyatukan tangannya sembari ketakutan.

"Kalau begitu. Tidak ada anak laki-laki yang boleh lahir sampai 10 tahun kedepan!"

Nyai Dedemit benar-benar gelisah dengan apa yang terjadi. Dia benar-benar tidak mau perjuangannya selama ini sia-sia oleh seorang anak kecil ingusan.

"KEMARILAH DAYANG-DAYANGKU!" panggil Nyai Dedemit dengan menggunakan Aji Suara Bayu Puji Lestari. Ajian ini untuk memanggil orang-orang yang jauh. Suara pemanggil kecil, tetapi bagi yang terpanggil, suara itu benar-benar keras seperti suara gemuruh petir.

Tidak beberapa lama, datangah para Dayang-dayang Nyai Dedemit.

"Apa yang diperintahkan Nyai pasti kami turuti," ucap para Dayang kepada Nyai Dedemit secara serempak. Dan para Dayang Nyai Dedemit ada yang dari golongan manusia dan iblis. Itu membuat kekuatannya tidak terkalahkan.

"Aku perintahkan kepada kalian. Bawa kesini setiap anak yang lahir laki-laki. Entah itu secara suka rela atau paksa!"

"Perintah Nyai pasti akan kami turuti!"

Maka setelah itu, semua Masyarakat Nuswantara takut jika anaknya akan dibawa oleh Nyai Dedemit dan dijadikan tumbal. Ada yang memilih untuk pergi ke Negeri seberang. Dan ada juga yang memilih untuk tinggal ditempat yang tidak diketahui oleh orang. Karena setiap ada tangisan bayi. Akan ada para Dayang Nyai Dedemit disitu dan akan langsung diperiksa, anak yang menangis laki-laki atau perempuan. Jika perempuan, itu akan dibiarkan.

"Serahkan anak laki-lakimu kepadaku!" perintah Genderuwo (Seperti manusia besar. Dengan tubuh yang tidak terurus dan bau yang benar-benar menyengat).

"Anakku ini adalah perempuan!" teriak Ibu-ibu itu sembari menggendong anaknya yang sedang menangis.

"Serahkan anakmu kepadaku terlebih dulu. Kherrr!"

"Tidak!"

"Aku tidak akan!" ucapnya lagi.

Kemudian bayi itu direbut, dan Ibu itu terjungkal kebelakang.

"Anakmu laki-laki! Kherr," ucap Genderuwo.

"Jangan! Jangan! Jangan dibawa anakku," teriak ibu itu sembari menangis.

Genderuwo berlari membawa anak itu kehadapan Nyai Dedemit. Untuk kemudian bagaimana, atau akan diapakan anak itu? Nyai Dedemit lah yang akan memutuskan itu semua.

Itulah sebabnya, mengapa Batara disembunyikan di dalam Goa. Dan tidak boleh keluar sampai 10 tahun ke depan. Karena lambat laun, bukan hanya bayi laki-laki yang sedang menangis saja yang diambil. Tetapi anak laki-laki yang umurnya belum mencapai 10 tahun bila ketahuan pada masa itu juga akan diambil.

Hidup di dalam persembunyian tidak hanya dialami oleh Batara. Tetapi juga beberapa orang tua yang sudah menyembunyikan anaknya diberbagai banyak tempat. Seperti di dalam Goa, di dalam tanah, di dalam Pohon besar. Pokoknya, di dalam semua hal yang bisa bersembunyi dan agar tidak ketahuan.

13 Juni 2020

>>>>>.....<<<<<<

Terus dukung aku untuk berkarya ya! caranya terus follow, vote dan comment. Karena menurutku, semua itu adalah seperti bahan bakar yang membuatku semangat untuk terus menulis.

Kalian juga bisa temui aku di Instagram (ragamahrufsaputra) dan (ragamstory).

Muachh, untuk kalian semua!

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 20, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

NuswantaraWhere stories live. Discover now