Kamu datang dengan perhatian
Waktu telah merubah keinginan
Hati terketuk membuka
Sebuah rasa masuk sendirinya
Jika aku yang bodoh dan dungu
Menantikan hal yang tabu
Tidak perna mau membuka pintu
Pada siapa pun kecuali kamu
Pagi tak perna ingkar janji
Mekar merona mentari
Harapan bernyanyi di hati
Atas kedatangan nya rasa ini,
Bukan aku tak mau menolak
Tapi ia kalahkan aku telak
Rasa cinta ku bermuar
Bercumbu mesra dengan asmara
