Suara detuman musik yang memekakkan telinga, sorak Sorai laki-laki dan wanita yang menari dengan liar di lantai dansa dengan pakaian minim yang membalut tubuh para wanita cantik nan seksi dengan tingkah mereka yang menggoda serta aroma alkohol yang menyengat menjadi satu dengan aroma parfum yang dipakai para tamu kini bercampur menjadi bau yang mendominasi ruangan club malam di tengah pusat kota Jakarta itu.
Akan tetapi semua hal itu tidak mempengaruhi Daren, laki-laki yang duduk di kursi bar dengan kepala tertunduk lesu, wajah laki-laki itu tampak sangat memerah karena mabuk dan di tangan kanannya terdapat gelas Wine kosong yang entah sudah berapa kali ia tenggak habis, tak ada yang ia lakukan selain duduk diam sambil menenggak Alkohol sejak kedatangannya 3 jam yang lalu di Club ini, dan sekarang sepertinya ia benar-benar sudah mabuk berat.
"Sial..." umpat Daren pada diri sendiri sembari melihat pantulan wajahnya di meja bar.
" Woy!... brother " Kejut Keenan menepuk punggung Daren dan mendudukkan dirinya pada kursi kosong di sebelah kiri Daren.
Daren yang merasakan tepukan pada punggungnya, menolehkan wajahnya yang memerah kearah Keenan dengan senyum yang mengembang.
"cheers...hehe" racau Daren sambil mengangkat gelas kosong ditangannya ke arah Keenan.
Keenan terkekeh melihat penampilan dan tingkah Daren saat ini yang menurutnya terlihat menyedihkan dimatanya dengan rambut acak-acakan dan lebih lucunya lagi baju kaos pasangan berwarna putih dengan tulisan ' Love C ' yang tengah Daren pakai sekarang menambah kesan konyol pada Daren yang sudah tampak menyedihkan, di tambah lagi dengan wajah mabuknya yang memerah, Keenan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya ini pasalnya tak biasanya Daren seperti ini, karena setahu Keenan yang sudah menjadi sahabat Daren sejak mereka masih bocah ingusan, terakhir kali Daren mabuk berat seperti ini saat ia putus dengan Callista yang sekarang menjadi tunangan Daren sejak 7 tahun yang lalu.
Keenan sudah menebak saat Daren menelponnya menyuruh ia datang ke Club malam elit di tengah pusat kota itu yang sudah sering Keenan kunjungi, padahal ia tengah sibuk dengan urusan kantor, apalagi kalau bukan soal hubungannya dengan Callista.
"Kenapa lagi Callista ?" Ucap Keenan menebak isi kepala Daren yang tengah menatap kosong gelas yang sudah diisi ulang di hadapannya.
Mendengar pertanyaan Keenan membuat Daren terkekeh, Keenan sahabat satu-satunya ini selalu tahu apa yang ia pikirkan dan orang yang selalu menjadi tempat ia berkeluh kesah, karena ia sendiri juga sulit untuk terbuka dengan orang lain bahkan dengan orang tuanya sendiri, bukan karena apa sejak sekolah dasar Daren kecil sudah sering di tinggal sendirian oleh ke dua orang tuanya yang sibuk berbisnis dan sering keluar kota dari pada menghabiskan waktu dirumah bersama Daren dan hampir setiap saat juga menitipkan Daren dengan pembantu dan tukang kebun di rumah mereka, Daren yang merupakan anak semata wayang selalu kesepian setiap hari walau ia di temani pembantu dan tukang kebun di rumah mereka, walau begitu yang Daren inginkan bukan sosok orang lain menemaninya yang ia inginkan adalah sosok kedua orang tuannya, yang hampir jarang ia lihat, tapi setelah kepindahan Keenan ke sebelah rumahnya, membuat Daren merasa memiliki teman sebaya sekaligus seorang saudara dan sejak itu ia sering menghabiskan waktu dan bermain dengan Keenan yang juga sama-sama sering di tinggal sendirian, berbeda dengan Daren. Keenan merupakan anak broken home ia tinggal dengan ayahnya yang memenangkan hak asuh Keenan.
Sedangkan untuk teman-teman di sekolah Daren, hanya senang bermain dengan Daren karena ia adalah anak dari seorang miliader. Karena bukan sekali dua kali Daren tak sengaja menguping percakapan teman laki-laki maupun perempuan sekelasnya membicarakan ia dan senang bermain dengannya karena ia adalah anak orang kaya, karena hal itu lah membuat Daren menjadi tertutup dan lebih memilih bermain sendirian, tapi semua itu berubah sejak ia bertemu dengan Keenan yang tulus berteman dengannya, Keenan yang selalu mengatakan bahwa mereka berdua itu sama, sama-sama merasa kesepian karena kesamaan itu lah yang membuat Daren dan Keenan menjadi sahabat sampai sekarang bahkan sampai umur mereka yang sudah menginjak umur 27 tahun itu.
YOU ARE READING
LIMERENCE
RomanceDaren Adhinata seorang laki-laki berparas tampan perpaduan antara Amerika dan Asia serta jabatannya yang merupakan seorang CEO ternama dan termuda diusianya yang baru menginjak umur 24 tahun, membuat Daren banyak menjadi incaran oleh para wanita kel...
