Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Heart

170 14 1
                                        

Happy Reading...

.

.
Mata sipitnya masih menatap aspal yang mulai terlihat gelap akibat awan hitam menggenang di atas sana, menutupi langit biru awal musim panas. Hatinya tidak sakit meski berulang kali ia harus tersakiti. Ia tidak salah sekalipun meski kenyataannya ia menyimpan perasaan yang tak seharusnya. Ia mencintai sahabatnya yang sudah mempunyai kekasih. Lebih dari itu ia dan sahabatnya sama-sama lelaki.

Salahkah hatinya mencintai?

Salahkah bibirnya mengucap kalimat cinta?

Namun pemilik mata hitam itu tak perduli. Manik hitamnya memandang tajam penuh kebencian. Ia tak ingin dicintai sahabatnya. Ia tak ingin memutuskan ikatan dengan kekasihnya meski berulangkali tersakiti.

"TIDAK BISA, KAN?" bentaknya penuh amarah.

Kilat tajam dari obsidiannya kian kejam menantang.

"Yang kubutuhkan hanya hatimu, bukan perasaanmu!"

Taehyung memutar langkah berbalik membelakangi si namja cantik itu lalu beranjak pergi meninggalkan namja itu seorang diri.

Pemuda berusia 23 tahun itu mengepalkan kedua tangannya. Mencoba menekan rasa sakit yang menjalar di hatinya. Dan rintik pertama air dari langit jatuh membasahi aspal, menyatu dengan air matanya yang telah terjatuh lebih dulu. Air hujan perlahan semakin deras mengguyur seorang Min Yoongi.

.
Taehyung berlari menerobos guyuran hujan. Ia tak memperdulikan sakit yang mulai terasa. Tak memperdulikan hujan pertama musim panas yang kian menghujam tubuh pucatnya. Sampai saat ia tak sanggup berlari lagi. Cairan merah perlahan mengalir dari hidungnya. Pandangannya mengabur. Dan Taehyung ambruk di ujung jalan dekat rumahnya.

Yoongi berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Taehyung sakit lagi. Entah ada apa dengan tubuh Taehyung hingga ia sering masuk rumah sakit. Taehyung selalu menggeleng setiap kali ditanya.

Langkah Yoongi terhenti di depan ruangan dokter Jung Hoseok. Ia tak sengaja mendengar percakapan yang terjadi antara Hoseok dan Namjoon, kakak Taehyung.

"Separah itu?" tanya Namjoon dengan cemas.

"Ya.. Kanker itu sudah sampai tingkat stadium akhir."

"Apa tidak ada cara lain?"

"Cara satu-satunya hanyalah berharap ada seseorang yang mau mendonorkan hatinya."

Namjoon menggeleng lemah.
.
.

Yoongi melanjutkan langkahnya menyusuri koridor Rumah Sakit. Ia segera masuk ke kamar Taehyung. Suara Taehyung kembali terngiang.

"Yang kubutuhkan hanyalah hatimu, bukan perasaanmu!"

Kini Yoongi baru mengetahui, jika pemuda pucat yang sedang terbaring di ranjang itu sedang sakit. Taehyung membutuhkan hati untuk menggantikan hatinya yang terkena kanker. Tapi apakah ia bisa memberikan hatinya, sedangkan ia selalu bertahan demi sahabatnya.
Ya... anggap saja itu pembuktian cintanya meski terdengar konyol. Yoongi pun kembali bergegas untuk menemui Jung hoseok.
.


.

Hoseok nampak tak percaya dengan apa yang keluar dari bibir Yoongi. Sehingga Yoongi mengulang kalimatnya lagi.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 07, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

HeartStories to obsess over. Discover now