1. Rumah? ntalah

46 5 6
                                        

Disebuah rumah mewah, diruang keluarga terlihat beberapa gadis sedang bersantai ( yaiyalah bersantai yakali berjemur)
.
.
.
Suasana diruang keluarga begitu hening karena sibuk masing masing ada yang main hp sambil dengerin musik ada yang nonton tv sambil nyemil ada juga yang nulis dibuku diarynya sambil ketawa ketiwi kek orang gila :(
.
.
.
Hening sangat hening kek kuburan :(
Sampe suara seorang gadis teriak kek toa masjid waktu banggunin sahur pas bulan ramadhan
.
.
.
" Gays!!!...gue pen nanya " teriak kek toa masjid salah satu gadis yang lagi nulis di buku diarynya

" busyet, fir bisa nggak sih kalo ngomong itu lembut dikit sakit nih telinga gue gegara suara cempreng lu yang kek toa masjid " ucap salah satu gadis yang lagi nonton sambil pengang telinga sebelah kanannya

" eh salah bukan toa masjid tapi suara ibu ibu yang lagi marahin anaknya ye nggak " timpal gadis lainnya seraya ngambil kacang garuda

Gini amat nasib gue punya temen kek setan batin fira

" gausah ngebatin soal kita " ucap gadis itu yang nggak lain namanya may

" lu ngatain kita " timpal tasya sambil ganti chanel tv lain

" lho kok kamu... " jawab fira sambil pasang muka bingung gitu iya bingung kalau bahagia kan ntar dikira orang gila

" kebiasaan lu nyet " ucap may datar sedatar aspal yakali sedatar es krim

" tapikan... " ucapan fira terputus oleh tasya

" udh deh jangan mulai, tadi kamu kan mau nanya yaudah nanya aja napa sih " ucap tasya sambil melihat kepada fira

" tau tuh gitu aja pake drama " sahut may menambahi ucapan tasya

" lu juga " ucap tasya santai tanpa melihat may

" diem juga kan lu " fira menyahuti

" Jadi nanya nggak !!! " teriak tasya dan may bersamaan

" iya iya jadi " ucap fira sambil menghela nafas pelan

" kalo bukan soal cinta gue gamau jawab " ucap tasya memperingati

" kalo bukan soal game gue juga gamau jawab " ucap may menambahi ucapan tasya

" haduh, jadi gini kenapa sekarang itu banyak hubungan yang rusak hanya karena kedatangan orang baru " tanya fira sambil tampang muka polos tanpa dosa

" hah? Fir pliz ogeb lu jangan kumat sekarang deh " ucap tasya yang tak percaya dengan pertanyaan sahabatnya itu

Tak hanya tasya ,may yang dari tadi hanya mendengarkan kini juga menoleh ke arah fira tapi dia nggak aneh dengan pertanyaan fira karena selama ini yang dia tau fira nggak pernah pacaran , jangankan pacaran jatuh cinta aja nggak pernah,

" kenapa salah emng pertanyaan gue kan bener tuh banyak hubungan yang rusak hanya karena kedatangan orang baru kalau nggak percaya tanya aja ama may ya kan may " ucap fira seraya melihat may

" napa lu bawa bawa nama gue " ucap may santai sambil minum ice jeruk

" bhahahaha rasain lu kagak ada yang dukung hahaha" seketika tawa tasya pecah kayak gelas yang sengaja dijatuhin gitu

" terus, terus aja nistain gue " ucap fira

" ya lu nya sih cocok buat di nistain " ucap may santai tapi sangat menusuk

" hahahaha cukup may cukup perut gue sakit gegara ketawa " ucap tasya sambil pengangin perutnya

" jahat ya lu pada gue cuma nanya malah dinistain kek gini " ucap fira mendengus kesal

" nanti sore jam 4 gue mau keluar bentar gapapa kan " tanya may sambil bermain hp

" pulang malam lagi may kalau gitu sama gue aja yuk gue juga mau keluar paling paling pulang sekitar jam 7 malam lha ya " ucap tasya santai sambil nyeruput ice alpukatnya

" kalianberduamaukemanamaubikinorangkhawatirkayakbiasanyahah " ucap fira sambil narik nafas dalam dalam

" ngomong itu dijeda jangan terus kayak kereta " ucap tasya sambil naro wafernya dimeja

" kalau belajar ngerap bukan disini distudio sana " ucap may

" gue tanya jangan ngalihin pembicaraan ok! " ucap fira ngegas

Setelah mendengar penuturan fira mereka berdua langsung bungkam karen jika fira marah dan dibantah pasti ujung ujungnya juga fira yang menang soalnya kalo lagi marah kek emak emak

" kalian mau jadi apa sih hah belum cukup selama ini kalian bikin aku khawatir bukan hanya aku yang khawatir kalau kalian kecelakaan kayak 2 tahun yang lalu , keluarga kalian juga " ucap fira sambil menghelai nafas kasar

"jangan bawa bawa nama keluarga gue! " ucap may

" kenapa bener kan?" ucap fira

" jangan ungkit ungkit masalah dulu fir pliz gue tau lu paling nggak setuju kalo may ikut balapan gue tau lu yang paling khawatir kalau kita kecelakaan tapi pliz jangan sampe rasa keluarga atau saudara yang udh kita bangun selama ini pecah " jelas tasya

" dahla percuma kita tengkar " ucap may sambil berdiri dan berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai 3

" mau kemana lu " ucap fira emosi

"mau kekamar " ucap may yang sudah berada di lantai 3

" gue belum selesai ngomong, turun nggak lu " ucap fira sambil nafas memburu

Brak (pintu kamar ditutup dengan keras )

" mending lu renungin pemikiran lu" ucap tasya sembari berjalan keluar

" lu juga mau kemana " tanya fira

" taman " sahut tasya

Apa mungkin gue yang salah haish batin fira menghela nafas sambil duduk disofa

Skip sore pukul 15.10 kst

Tasya udh pulang waktu pukul 2 siang tadi sekarang mereka semua lagi berada dikamarnya may dia masih ngambek kalo fira dia merenungin soal tadi yang dikatakan tasya, sedangkan tasya dia makan camilan yang dia beli tadi waktu jalan pulang

Dikamar fira
"Gue nggak bisa kek gini terus bener kata tasya keluarga dan rumah yang hangat lebih baik dari pada ego, gue harus ngomong sama mereka walau mereka nolak keluar kamar sekalipun
Strong fira " ucap fira sambil lihat foto kebersamaan mereka di figora sebelah tempat tidur

TBC
                      

               Emng bener kata orang persahabatan lebih penting dari pada   
                 ego yang ada dihati

    Hero LoveWhere stories live. Discover now