bagian 1

82 4 4
                                        

Senyumku merekah ketika sampai ditempat ini. Tempat yang menjadi tujuan para traveler diseluruh Indonesia . Bahkan ada dari mereka yang rela menabung bertahun-tahun untuk pergi ke negeri ginseng ini dan menikmati keindahan keindahan disetiap inci nya.

Tentu saja itu bukan tujuan ku saat ini.
Aku mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi ku. Ini adalah peluang emas untuk mewujudkan cita-cita ku untuk membahagiakan orang tua ku.

Dongguk University itu adalah tempat ku menimba ilmu mulai besok.
Dongguk university memiliki dua kampus yang beroperasi yaitu di Seoul, Korea Selatan dan Los Angeles, Amerika Serikat. Tapi Seoul lah yang direkomendasikan oleh sekolah ku dulu.

Dongguk University berafiliasi dengan beberapa rumah sakit dan medical center di Korea, yang paling terkenal yaitu Dongguk University Ilsan Hospital dan dongguk University Gyeongju Hospital.

Ku dengar juga para Idol dan artis Korea pun bisa dibilang kebanyakan memilih universitas ini untuk menempuh pendidikan. Setahuku Artis dan idol yang telah menjadi alumni dari universitas ini adalah Seohyun dan Yoona (Girls Generation), aktris Jun Ji-Hyun, Park Min-Young, Han Hyo-Joo, aktor Lee Hyun-Woo, Lee Seung-Gi, aktris Shin Min-Ah hingga penyanyi Sun Mi.

Dongguk University sangat bertabur bintang. Aku tahu semua itu tentu saja dari saudara perempuan ku yang gila akan idol-idol K-Pop ."kau harus berjanji padaku . Kalau sudah sampai disana dan bertemu Le Seung gi oppa mintakan tandatangan untuk ku" aku tersenyum mengingat permintaan saudara perempuan ku itu .

Benar-benar melelahkan. Sekarang aku sudah berada di Asrama yang semua penghuni sebagian besar para mahasiswa yang berkuliah di universitas Dongguk tempat ku menimba ilmu. kalian juga harus tahu asrama disini tentunya dibedakan menjadi dua. Yaitu asrama khusus untuk perempuan dan asrama untuk laki-laki.

Dimana disetiap kamar diisi dengan tiga penghuni "kau boleh memakai ranjang yang dibawah" ku anggukan kepala kemudian tersenyum kepada teman baru ku ini. Le yi Kyung itulah namanya dia asli orang Korea. Baru saja dia berkomunikasi dengan ku menggunakan bahasa Inggris walaupun pelafalan nya tidak terlalu lancar.

dikamar asrama ku terdapat 4 ranjang yang dimana 4 ranjang itu dibagi menjadi dua susunan. Kalau ada empat ranjang bukan nya harus ada empat penghuni."ibu asrama bilang ini adalah kamar terakhir. Sebenarnya dikamar-kamar lainnya hanya ada tiga ranjang saja hanya kamar ini yang memiliki empat ranjang"aku mengangguk mendengar kan penuturan teman baru ku ini.

Sebenarnya aku juga sedikit menguasai bahasa mereka (Korea) tapi karena Le berbicara dengan bahasa Inggris tentu saja aku menjawab nya dengan bahasa yang sama. Tahun ini adalah tahun pertama nya belajar di Dongguk university. Sama dengan ku. Hanya saja kurasa usia dia di atas ku. Itu terlihat dari penampilan .

"Kau boleh memanggil ku Aby . 100% orang Indonesia"ku lihat dia sedikit terkejut ketika mengetahui asal ku ini.
"Kalau begitu salam kenal. Kurasa usia kita tidak jauh beda. Jadi panggil saja aku Le"aku tersenyum kemudian mengangguk .

Di tengah perbincangan ku dengan Le, tiba-tiba saja ada seseorang yang yang membuka pintu. "Hay brother.. lihatlah akhirnya aku menemukan mu disini" mataku membulat sempurna ketika melihat siapa yang datang. Dia berlari memeluk ku. Dia adalah Bobby teman sebangku ku dulu waktu SD .

Aku tidak tahu kalau dia juga mendapatkan beasiswa itu. Setahuku yang beruntung mendapatkan beasiswa itu hanya 3 orang saja.

"Ohh astaga pemilik asrama ini cerewet sekali. Aku benar-benar kualahan menghadapi nya"-bobby

"Aku tertangkap basah sedang memperhatikan seorang gadis sarana sebelah"-sambungnya.

Tawa ku pecah seketika mendengar nya. Bagaimana bisa dia membuat masalah dihari pertama nya. Namun sedetik kemudian ku lihat Le memperhatikan kita dengan tatapan bingung. Wajar saja dia bingung sebab kita menggunakan bahasa Indonesia tentu saja dia tidak mengerti.

"Dia bilang kalau dia tertangkap basah sedang memperhatikan gadis gadis di asrama sebelah" dia tertawa renyah mendengar penjelasan ku.

°
Sebuah kotak berwarna merah mengalihkan perhatian ku saat ini. Bentuk nya benar-benar mirip dengan kotak yang selalu ku dapat waktu di Indonesia."kotak apa itu Bob?"."Astaga aku hampir lupa. Ini untuk mu. Aku mendapatkan nya dari bibi asrama dia bilang yang menyampaikan kotak ini adalah seorang gadis cantik"ku raih kotak itu lalu membuka nya.

Esok hari

Itu adalah kata ke-5 dari kotak misteri yang selalu kudapat setiap hari Sabtu. Aku benar-benar penasaran sebenarnya siapa si pengirim.

"Ya !! Ku rasa kau mempunyai pengagum rahasia" ku tepis tangan Bobby ketika berusaha meraih kertas yang berada ditangan ku. Segera ku lipat kertas ini kalu memasukkan kembali kedalam kotak.

"Ara" itu suara Le.

Aku tersenyum ketika melihat siapa yang datang. Kim Ara itulah namanya. Dia adalah salah satu mahasiswi yang mengambil jurusan yang sama dengan Le.

Le memperkenalkan Ara kepada ku dan juga Bobby . Baru beberapa menit kita saling menyapa dan berkenalan tapi sudah seakrab ini. Aku benar-benar menyukai gadis ini menyukai bukan dalam artian lain. Aku menyukai caranya berinteraksi dengan orang baru.

"Dia adalah gadis yang ku perhatikan waktu itu. aku tertangkap basah dan terkena ocehan bibi asrama"Bobby berbisik kepada ku. Tentu saja aku hanya terkekeh.

"Brakkkkkkkkk..

"Ya!! Apa yang kau lakukan" seketika semua pasang mata memperhatikan kita.

Ku lihat baju yang Ara kenakan basah akibat tersiram air secara tidak sengaja oleh seorang perempuan yang tersandung tepat di samping ku. Ku lihat perempuan itu meminta maaf pada Ara tapi Ara tidak mendengarkan nya karena tengah sibuk membersihkan pakaian nya.

Mataku membulat ketika melihat Ara tiba-tiba saja menampar pipi perempuan itu."Ya!! neoneun michyeoss-eo!!!(ya!! Kau gila!!)"

Ku lihat perempuan itu kembali meminta maaf kepada Ara tapi Ara tidak mendengarkan nya. Ku lihat Ara meraih gelas yang berisi coklat dihadapannya, ku rasa dia akan menyiramkannya pada perempuan ini. Dan benar saja Ara menyiramkannya pada perempuan itu kalau saja aku tidak menghadanginya.

Ku lihat Ara terkejut ketika melihat aku lah yang tersiram coklat miliknya."Le , tolong kau urus Ara sementara aku akan membersihkan baju ku ini"ku lihat Le mengangguk lalu membawa Ara pergi dari hadapan ku.

Sedangkan aku masih disini bersama Bobby dan juga perempuan ini."bukankah sebentar lagi jam mapel mu dimulai Bob?" Ucapku pada teman ku yang sedari tadi terus saja memperhatikan Ara. "Kau benar. Astaga kenapa aku sampai lupa"

Ku gelengkan kepalaku melihat sikap teman ku yang satu ini . Dia masih sama seperti dulu tidak ada yang berubah sama sekali."Baju mu-"ku alihkan pandangan ku pada si pemilik suara.
"Ahh tidak pa-"belum sempat aku melanjutkan ucapan ku, dia tiba-tiba saja menarik ku pergi dari tempat ini.

To be continue gaes!

Secret admirer ||Abyrahmatrizki💌Des histoires addictives. Découvrez maintenant