"Hay, perkenalkan nama aku Upin dan ini adek aku namanya Ip-"
"ipin!" Potong laki-laki disebelah upin dengan cepat, tak lupa ia memberikan senyum lebar memperlihatkan deretan giginya yang rapih.
Seisi kelas langsung heboh dengan kedatangan mereka berdua dikelas. Jarang-jarang loh ada anak kembar, ganteng semua lagi. Para cewek cewek sibuk menganggumi indahnya ciptaan Tuhan yang berada dihadapan mereka.
"Emm, gimana cara ngenalin kalian?" Tanya seorang siswi dengan rambut teekuncir satu yang duduk paling depan.
Sejenak Upin dan Ipin berpikir. Kalo dulu untuk mengenali mereka cukup dengan melihat anak rambut yang muncul dikepala upin, tapikan itu dulu waktu kepala mereka masih botak sekarang sudah ngga.
"Gimana ini?" Bisik Ipin pelan namun matanya masih tertuju kedepan.
Upin sendiri masih memikirkan bagaimana cara mereka mengenalinya. Aiss nasib anak kembar gini nih.
Beberapa detik kemudian salah satu dari kakak beradik itu mengeluarkan suaranya.
"Kalian lihat ini?" Tunjuk Upin pada pergelangan tangannya yang memperlihatkan sebuah gelang karet berwarna hitam yang melingkar dengan sempurna.
Cewek yang bertanya tadi membulatkan mulutnya beroh ria. "Jadi yang pake gelang namanya upin yang gak pake gelang namanya ipin?" Tanyanya lagi memastikan.
Upin menjentikan jarinya ke arah cewek tersebut. "Tepat sekali."
Seisi kelas bertepuk tangan menyambut hangat kedatangan mereka dikelas X MIPA 1. Iya jadi mereka baru aja lulusan SMP dan sekarang mereka sudah masuk di SMA BAKTI, tempatnya pun tak jauh dari kampung mereka sendiri. Kampung durian runtuh.
"kalian berdua boleh duduk" Ujar seorang wanita paruh baya selaku wali kelas mereka yang sadari tadi tengah duduk sembari memperhatikan mereka berdua.
Upin dan Ipin mengangguk bebarengan lalu berjalan ke arah tempat duduk mereka berdua.
"Untung hari ini kamu gak pake gelang" Ujar Upin saat keduanya sudah duduk manis dikursi masing masing.
Ipin tertawa renyah, tangannya mengambil buku yang ia simpan di dalam tas. "aku gak suka tuh pake gelang begituan. Keliatan alay" Sarkasnya.
Upin sendiri hanya mengendus sebal. Tak mau melanjutkan pembahasan tadi ia lebih memilih untuk mengalihkan tatapannya ke depan, dimana ada seorang murid lain yang tengah memperkenalkan dirinya sendiri.
••••
Seorang gadis dengan rambut tergerai bebas serta memakai pita jepit di atas telinganya tengah berjalan sendiran di koridor sembari membawa beberapa buku lks. Niatnya ingin pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan buku buku tersebut atas perintah guru mata pelajarannya. Namun ditengah perjalanan ia tanpa sengaja berpapasan dengan Sahabatnya.
"Loh? Upin? Sendirian? Gk sama Ipin?" Tanya gadis itu beruntun saat melihat Upin tengah berjalan sendirian tanpa ditemani kembarannya. Biasanya tuh kedua kakak beradik itu selalu bersama, kemanapun mereka pergi. Intinya dimana ada Upin disitu pas ada Ipin.
Hendak saja mengeluarkan suaranya tiba-tiba seseorang datang sembari merangkul bahu Upin. "Hay Susanti" Ujarnya diselangi senyuman manis.
Lihatlah. Baru saja dibicarakan orang tersebut tiba tiba datang. Iya dia Ipin. Laki-kali itu melemparkan senyum semanis mungkin ke arah gadis itu yang tak lain bernama Susanti. Gadis berkewargaan negara Indonesia itu kembali ke Malaysia setelah 3 tahun lamanya.
YOU ARE READING
Upin&Ipin Love story
Teen FictionBagaimana kehidupan upin ipin dimasa depan? kepo? cek aja kuy!!
