Kita ikuti saja alurnya
Kemana takdir akan membawa kita pergi
Seorang perempuan berkulit putih dengan baju tebal yang membungkus tubuhnya sudah kehabisan jalan pikirnya. Ia terus berpikir untuk mendapatkan perkerjaan yang dengan waktu cepat dapat menghasilkan uang yang cukup banyak.
Dan pada hari itu pula ia menjejekkan kakinya ke sebuah club malam dengan pakaian terbukanya, menghibur para lelaki untuk mendapatkan uang. Memang itu ide gila yang ia lakukan, tapi bagaimana pun ia harus menyelamatkan Ibunya yang sedang terbujur lemah di rumah sakit.
"Eomma harus bertahan ya, aku pergi dulu sebentar lalu aku akan kembali" Im Nayeon bergegas pergi setelah mengecup kening Ibunya.
____
Nayeon pulang hingga larut malam. Seorang pria mabuk menjatuhkan dirinya ke tubuh Nayeon ketika ia sedang berjalan ke arah pintu keluar. Sekuat tenaga ia memapah tubuh pria itu untuk kembali pada kursi bar di dalam yang masih ada beberapa pria di sana.
"Hei~ aku tidak akan menikah denganmu" pria itu terus saja meracau tentang pernikahan. Sepertinya pria ini memang sedang ada masalah dengan calon tunangannya
"Yakk, apa kau tidak dengar perkataanku!!" ucapnya yang masih terus saja meracau
"Aishh,, pria ini menyusahkan sekali" umpat Nayeon saat sudah berhasil mendudukkan pria itu di kursi yang di sana ada sekumpulan pria lainnya. Entah temannya atau bukan yang terpenting Nayeon harus segera pulang
"Nona duduklah dulu, kita minum sebentar" ucap pria satunya, yang statusnya adalah sebagai teman.
"Jeoseonghamnida, saya harus segera pulang" Nayeon menolak dengan sopan namun, ketika Nayeon ingin melangkah pergi tangannya dicekal oleh pria itu
"Ikutlah denganku malam ini" pria bermata sipit yang tidak diketahui namanya itu menarik tangan Nayeon hingga tubuh Nayeon jatuh di pangkuannya
"Tolong lepaskan aku, aku harus pulang sekarang" pria itu semakin mendekatkan wakahnya pada Nayeon.
Bukh
Satu pukulan melayang mulus di rahang pria itu. Pukulan yang cukup kuat untuk seukuran orang yang sedang mabuk. Pria yang tadi sempat Nayeon bawa masuk untuk duduk di sini, yang ternyata menolong Nayeon. Dia berdiri sempoyongan lalu meninju temannya.
"Yak kenapa kau memukulku?!" seru pria bermata sipit kesal.
____
Terdengar suara pintu terbuka dan suara langkah kaki "Apa kau sudah pulang?" tanya Ibu Nayeon saat terjaga dari tidurnya
"Iya Eomma... Ini aku sudah pulang"
"Kenapa malam sekali, hm?" tanya Ibu Nayeon khawatir
"Apa Eomma sudah makan? Kenapa Eomma belum juga tidur?" Nayeon seakan mengalihkan arah pembicaraan, takut bila Ibunya akan mengetahui pekerjaannya yang sekarang
Ibunya tersenyum lalu mengangguk, "Eomma sudah makan dan Eomma baru saja terbangun gara-gara mimpi buruk"
"Eomma gwaenchanayo? Mimpi apa, eoh?"
Ia kembali mengingat mimpinya...
Flashback...
"Lepaskan aku! Tolong... Tolong... Lepaskan aku..." gadis itu terus saja menangis meminta pertolongan namun, sia-sia ia lakukan karena tidak ada yang mendengarnya. Gadis itu Im Nayeon.
ŞİMDİ OKUDUĞUN
101 Days || Kim Taehyung [HIATUS]
Hayran KurguRate: 18+ Apakah 100 hari sudah cukup untuk membuat hati seorang pria berubah menjadi begitu hangat? Semua menjadi sangat rumit ketika seorang gadis yang sudah mempunyai kekasih menikah kontrak dengan seorang pria lain tanpa diketahui oleh kekasihny...
![101 Days || Kim Taehyung [HIATUS]](https://img.wattpad.com/cover/227600659-64-k903107.jpg)