Akhir Desember

2 0 0
                                        


“Baju hangatnya sudah dimasukkan ke dalam koper? handuk, selimut, sandal juga dimasukkan langsung!” Suara umak masih terngiang di telingangaku

“Iya, Umak. Sudah semua.”Jawabku singkat waktu itu.

“Nanti sampai di sana jaga makanan. Tidur jangan larut malam. Kalau pergi kemana-mana kunci kamar kos dengan baik.” Umak berdiri di sampingku saat masih merapikan barang-barang pindahan yang akan segera berpindah tempat.

“iya, Umak” kutatap wajah Umak sekilas karena kudapati suaranya yang sedikit berat.

“Umak istirahatlah dulu! biar Nuha rapikan barang-barang ini pelan-pelan, kan ada catatannya.” Kusunggingkan senyum dan membujuk Umak isirahat agar tak terlalu lelah saat mengantarku ke stasiun esok harinya.

Jarum jam dinding bertengger tepat di angka tiga saat koper dan segala pernak-pernik pindahan selesai kurapikan.

Jarum jam dinding bertengger tepat di angka tiga saat koper dan segala pernak-pernik pindahan selesai kurapikan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Bersambung.....

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 08, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Rindu Yang Terlukis Di Mata UmakStories to obsess over. Discover now