Cinta seorang ibu adalah rasa yang tulus. Pun dengan rindunya pada tiap buah hatinya.
Nuha sebagai anak sulung yang amat menghormati dan mencintai Umak memiliki pergolakan batin saat harus meninggalkan rumah.
Begitu juga dengan Umak, wanita halus n...
“Baju hangatnya sudah dimasukkan ke dalam koper? handuk, selimut, sandal juga dimasukkan langsung!” Suara umak masih terngiang di telingangaku
“Iya, Umak. Sudah semua.”Jawabku singkat waktu itu.
“Nanti sampai di sana jaga makanan. Tidur jangan larut malam. Kalau pergi kemana-mana kunci kamar kos dengan baik.” Umak berdiri di sampingku saat masih merapikan barang-barang pindahan yang akan segera berpindah tempat.
“iya, Umak” kutatap wajah Umak sekilas karena kudapati suaranya yang sedikit berat.
“Umak istirahatlah dulu! biar Nuha rapikan barang-barang ini pelan-pelan, kan ada catatannya.” Kusunggingkan senyum dan membujuk Umak isirahat agar tak terlalu lelah saat mengantarku ke stasiun esok harinya.
Jarum jam dinding bertengger tepat di angka tiga saat koper dan segala pernak-pernik pindahan selesai kurapikan.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.