Bertemu

366 15 0
                                        

Hari ini salju kembali turun, ya ini adalah penghujung Desember. Dimana sebentar lagi tahun baru akan tiba. Aktifitaspun akan kembali di mulai setelah Natal berakhir. Semua akan kembali ke kesibukan masing-masing, entah itu yg bekerja maupun anak-anak yang bersekolah.

Felicia, gadis cantik itu terlihat menikmati hujan salju yang tidak terlalu lebat. Karena 2 hari yang lalu badai salju telah turun. Kedua jemarinya di masukkan kedalam kantong jaket berbulunya, mata indahnya terpejam seakan-akan menikmati indahnya akhir Desember.

I hope you find it....

Sebuah deringan dari ponselnya membuyarkan semua fantasi yang tengah dibangun oleh pikirannya. Jemari mungilnya menggeser layar sentuh telepone genggamnya.

"Iya Papa, ada apa?" Tanyanya. Wajahnya tiba-tiba saja kusut saat mendengar perintah dari sebrang sana.

"Baiklah aku kesana sekarang," Ujarnya dengan Malas. Seketika sambungan terputus.

Felicia

Aku menyukai bulan Desember, dan sekarang aku tengah berada di taman kota menikmati indahnya salju yang turun. Oke kalian belum mengenalku bukan? Aku akan memperkenalkan diriku.

Namaku Felicia Naura Lambert, putri dari pasangan Jenifer arnelita Lambert, dengan Josh michael Lambert. Aku putri satu-satunya mereka. Dan aku mempunyai dua saudara laki-laki. Oke kalau nanti sudah saatnya akan ku perkenalkan pada kalian.

Kurasakan titik-titik salju berjatuhan menerpa wajahku, aku menikmati ini. Jika kebanyakan orang lebih menyukai musim panas, maka aku lebih suka musim salju. Bukan karena akan ada santa clous aku menyukai salju. Tetapi aku menyukai salju karena salju mengingatkanku dengan makanan khas dari negara ibuku. Es serut, dulu saat aku masih kecil Mama pernah membawaku menemui kakek dan nenek, dimana kota yang nenek tempati masih sangat asri dan masih lumayan jauh dari kota.

Tetapi aku suka disana, aku suka cuacanya, makanannya dan yang paling penting aku sangat menyukai es serut. Aku bisa menghabiskan es serut sebanyak 8 gelas sehari. Apalagi di campur dengan cincau ya tuhan rasanya aku memginginkannya.

I hooe you find it....
Suara merdu miley cyrus mengalun inidah dari telepone genggamku.  siapa yang menggangu imajinasiku, seketika Kulihat layarnya dan tulisan 'Papa' tertera di layar handphoneku.

"Iya Pa, ada apa?" Tanyaku.

"Kamu ke kantor Papa sekarang, penting" Balas Papa

"Baiklah, aku kesana sekarang," Balasku dan sambunganpun terputus. Tidakkah Papa tahu aku sedang menikmati salju yang turun ini.

Aku bergegas dengan malas, rasanya tidak rela meninggalkan tempat favourite ku ini. Seandainya Papa tidak berkata dengan tegas tadi. aku tidak akan mau mendatangi kantor Papa

*

Aku memasuki kantor Papa dengan sedikit berlari. Aku tidak mau Papa sampai marah-marah karena putri kesayangannya terlambat.

I hope you find it...

Yatuhan siapapun yang menghubungiku saat ini maka terimalah kutukanku. Kuraih handphoneku dan menggeser layarnya asal.

"Ya hallo," ujarku.
"Ya Tuhan, Felicia apa kau melupakan ku yang menunggumu di cafetaria? Jika ya kau keterlaluan." Ujarnya dengan suara yang begitu nyaring. Ya Tuhan bagaimana bisa aku melupakan janji ku bersama Natalie.

"Maafkan aku Nat, sungguh aku tidak bermaksud melupakanmu yang menungguku, Papa menyuruhku untuk segera ke kantor, maaf ya. Oke nanti ku hubungi lagi bye," aku langsung memasukkan handponeku kembali kedalam saku.

Aku berbalik dan kembali berjalan dengan cepat, kebih tepatnya setengah berlari. Tanpa memperhatikan sekitar ku, aku  terus berlari.

Brughh

"Au Tuhan, tidakkah ada mata untuk dipakai melihat?" Aku terdiam saat mendengar kata-katanya.

"Semua file ku berantakan, dan aku hampir terlambat." Ujarnya lagi.

"Tuan biar saya bantu bereskan," Ujar pria di belakangnya.

"Maaf," Suaraku cicitku lemah saat dia sudah berdiri. Seketika bola matanya mengarah padaku.

"Well, jadi kau anak kecil yang menabrakku. Apakah kau tau semua file ku berisi uang milyaran? Dan kau siapa yang mengijinkan anak kecil sepertimu memasuki kantor sebesar ini" Aku melotot mendengar semua ucapannya. Apakah setiap pria tampan selalu memiliki mulut yang tajam. Oke aku sadar aku masih 17th dan satu minggu lagi aku baru genap 18th. Tetapi apa aku masih pantas di sebut anak kecil? Tidak mungkin.

"Bukankah saya sudah mengatakan maaf, sebagai orang yang sudah DEWASA harusnya anda memaafkan saya," ucapku menatapnya balik.

"Kau nona kecil. Bi"

"Tuan ini semua berkasnya, kita harus segera pergi karena kita sudah di tunggu," ujar temannya mengintrupsi ucapannya.

"Dengar bukan, kalau begitu saya juga permisi karena saya juga sedang terburu-buru. Bye tuan dewasa," ujarku meninggalkannya.

*
Peter (POV)
"Dengar bukan, kalau begitu saya juga permisi karena saya juga sedang terburu-buru,. Bye tuan dewasa," Aku melotot sempurna mendengar ucapannya. Apa maksdunya memanggilku tuan dewasa.

"Sial dasar gadis kurang ajar, bisa-bisanya dia memanggilku tuan dewasa," aku mendengus kesal.

"Hmmptt"

"Tidak usah menahan tawa menyebalkanmu itu kennedy," Ujarku semakin kesal.

"Anda salah tuan, benar kata nona itu dia sudah meminta maaf tapi tuan masih terus memojokkannya. Jika saya tidak menginterupsi maka akan menjadi panjang," Ujar ledwik.

"Baiklah, lain kali jika bertemu dengannya akan ku jadikan dia istriku. Biar aku ajarkan mulut kecilnya untuk lebih sopan ketika berbicara sama yang lebih dewasa,"

Jdeerrr

"Ya Tuhan, tuan petir di siang hari itu pertanda buruk," ucap ledwik. Ya Tuhan apa mungkin aku telah salah berucap. Aku tidak sungguh-sungguh dengan ucapnku.

"Sudahlah ledwik jangan menakuti ku. tidak akan terjadi apa-apa," ujarku menguatkan diri sejujurnya aku takut.

Aku berjalan bersama ledwik menuju lantai 23, ya kami kesini sesungguhnya karena ada rapat kerjasama. Oke kalian belum mengenalku bukan. Aku adalah Peter Gautam Rode, putra dari broker terkenal bermarga Rode, aku sebenarnya tidak terlalu paham mengenai bisnis ini. Karena bidangku yang sesungguhnya bukan disini.

Tetapi menjadi model dan pemain film lah bakatku, namun sebagai anak tunggal aku mempunyai tanggungjawab untuk meneruskan perusahaan Ayahku. Dan disinilah aku sekarang mempelajari bisnis lebih dalam lagi. Mungkin aku akan mengubur semua mimpiku untuk menjadi pemain film, ya meskipun aku sudah terkenal di beberapa stasiun tv.



 Mungkin aku akan mengubur semua mimpiku untuk menjadi pemain film, ya meskipun aku sudah terkenal di beberapa stasiun tv

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
DIA SUAMIKUStories to obsess over. Discover now