Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

bab 1

20 6 3
                                        


Widya membuka jendela kamar itu. Dan membangunkan seseorang yang sedang tidur disana.
“Sechaaaa sayangggg ayo bangun” ucap Widya.

Secha menggeliat tubuhnya karna sinar matahari yang menyentuh wajahnya. “ka Wid, ini kan hari libur” secha kembali menutup wajahnya dengan selimut. 

Widya menghampiri secha dan duduk di sampingnya. “ tidak ada hari libur untuk orang yang mau menggapai mimpinya” perempuan berumur 22 tahun itu merapihkan buku novel di kasur secha. “ayo secha bangun dong”

Secha masih enggan untuk bangun. Lalu terlintas ide jail dari Kaka perempuan nya itu. “Kalo secha gak mau bangun, Kaka kelitikin nih” ancam Widya

Gadis mungil itu bangun dengan wajah cemberut nya. “baiklah dokter cantik, secha yang manis dan imut ini sudah terbangun dari mimpi indahnya tadi”

Widya menyentil dahi secha dan mendekati wajahnya. “Mimpi apa emangnya princess?”
Secha juga mendekati wajahnya “Mimpi kak Wid di nikahin sama pangeran” gadis itu langsung lari saat melihat raut wajah Kaka nya.

“Sechhhhaaaaaaa!!!” teriak Widya dari kamar secha. Gadis kecil itu  kebawah sambil tertawa dan sesekali meminta maaf karna selalu menjaili kaka nya.

Widya hanya tersenyum saat Echa menggodanya seperti itu. Walaupun tinggal berdua. Keduanya tidak kekurangan apapun. Secha adalah obat letih untuk Widya. Alasannya untuk kerja dan alasan dia tersenyum setiap saatnya.


Sehabis lari pagi Widya berniat untuk mengajak secha pergi ke cafe mereka. Karna sudah dua hari juga Widya tidak datang untuk melihat cafe itu. Kebetulan hari ini Widya mengambil hari libur. Khusus untuk bermain dengan secha.

“Sechaaaa...” panggil Widya dari kamarnya

“Iya Kaka” balas secah dari ruang makan.

“hari ini kita ke cafe ya, Kaka mau cek menu terbaru disana” ucap Widya saat sudah sampai di ruang makan.

“Kamu juga gak ngomong menu terbaru apa disana” sambung Widya.

Secha menghentikan sarapannya. “kaka lupa kah? Aku kan dari kemaren ada pr jadi gak sempet liat menu baru disana” cibir secha

Widya berdehem. Dia juga lupa bahwa sepupunya ini sedang fokus pada pr-pr nya. “Yaudah ayo. Jangan makan Mulu nanti sakit perut dimobil” perempuan itu langsung berdiri dan mengambil kunci mobilnya.

Setelah menunggu secha sarapan Widya melihat tugas sekolah secha apakah benar gadis ini sudah mengerjakannya dengan baik.
Walaupun dia pintar tetap saja Widya harus ikut campur dalam hal seperti ini.

****

Setibanya di cafe, widya langsung membuatkan milk lemon untuk dirinya sendiri.
“fakih,, dimana aji?” tanya Wid pada karyawan nya.
Fakih mencari keberadaan Aji. Dan tiba-tiba ia mengingat sesuatu. “oh iya ka” Fakih mengagetkan Widya. “aji lagi ngambil menu baru buat Di kasih liat ke Kaka” ucapnya setelah mengingat keberadaan aji tadi.

“Kalo gitu, sampaikan ke aji, temui aku di ruangan ya” setelah itu Widya pergi membawa milk lemon yang dibuatnya tadi.

Secha : ka,, kenapa kak gak mau punya pacar?
Widya : kalo Kaka punya pacar, lalu siapa yang jaga secha?
Secha : ya kan Cha udah gede ka. Mungkinnn??
Widya : mungkin apa??
Secha : mungkin aja  ka Wid belom punya pacar karena Kaka galak banget.

Seketika raut wajah Widya kesal tapi tertawa juga.

Widya : nanti juga bakal Dateng pangeran berkuda biru hahahhaa
Secha : idih ... Hahahaha

Aji masuk dan membawa menu terbaru.
Aji : nih ka menu terbaru. (sup udang, dalgona matcha, dalgona strawberry, pasta Mozarella, pizza Mozarella dan teh lemon)
Widya : banyak juga menu baru kita. Ya udah Alhamdulillah kalo kita sudah punya menu baru. Aji aku mau coba dalgona strawberry ya.
Aji : siap ka, tapi tunggu dulu ya ka
Widya : sip

Secha sedang sibuk dengan ponselnya. Sedangkan perempuan berumur 22 tahun itu sedang sibuk dengan laporan keuangan yang tidak di cek beberapa hari lalu. Kedua Kaka beradik sepupu ini akan sangat terlihat berbeda ketika keduanya asyik dengan kegiatannya sendiri. Tapi mereka akan terlihat seperti ibu dan anak saat keduanya bersama. Ya seperti sekarang ini. Saat Widya dan secha datang bersama, semua pengunjung menatap takjub dan ada juga yang bertanya.

“Ko ke cafe sendiri bapaknya mana” itulah yang menjadi pertanyaan mereka. Masing-masing orang berbeda kan nah sesuai dengan kondisi saat ini. Ada yang memandang baik dan ada yang memandang buruk.
Sedangkan secha dan Widya hanya tersenyum mendengar ucapan mereka atau melihat tatapan mereka. Pantas saja jika mereka mengatakan itu.
Karna saat secha menggenggam tangan Widya, dia seperti anak yang sangat manja pada ibunya.

Setelah selesai menghabiskan minumannya. Perempuan berusi 22 tahun itu berencana mengajak secha untuk berbelanja dan mampir ke toko buku.
Karna bahan makanan di rumah sudah sedikit lagi dan sejak kemarin secha minta di belikan novel dan komik baru.


****

Disinilah mereka berada. Di mall besar yang sudah sangat lengkap jadi Widya tidak perlu repot untuk bolak-balik ke mini market.

Secha mengambil sebuah buku berjudul. “Love in school” sontak Widya langsung melotot dan menghampiri nya.

“Ini bukan untuk anak usia 9 tahun. Cari novel yang sesuai usia mu adikku sayang” Widya gemas melihat tingkah secha yang selalu saja penasaran dengan kisah cinta di novel. Bukannya ia tak ingin membelikan tapi dinovel itu ada agedan yang seharusnya tidak boleh diketahui anak kecil sebelum usianya beranjak 18 tahun.
“Ini hanya sebuah buku Kaka” ujar secha
“Walaupun hanya sebuah buku tapi disini ada adegan dewasa. Budayakan membaca sebelum membeli adikku”
Gadis berusia 9 tahun itu hanya memasang wajah cemberut. Jika Kaka nya sudah mengatakan itu maka dia harus pasrah jika tidak Widya akan marah padanya karna rasa keras kepala nya.

“Beli komik dan novel yang berguna. Dan jangan mengambil yang berhubungan cinta”perempuan itu memperingati adik sepupunya.

Secha hanya pasrah. “Ya baiklah ibu dokter” keduanya kembali sibuk memilih-milih.

Setelah mendapatkan semuanya Widya langsung pergi ke mini market dibawah lalu melanjutkan membeli stok makanannya
Sebenarnya toko buku itu selalu tutup sehabis magrib. Jadi ia memilih untuk pergi ke toko buku dulu baru belanja makanan untuk stok di rumahnya.

Hampir 3 jam Widya di sana. Belanja keperluan makan, mencari baju untuk secha dan berlanja untuk keperluan dirinya sendiri.
Bagaimanapun ia harus menghabiskan waktu bersama secha walaupun hanya berbelanja setidaknya sudah menemani kesepian secha.

gadis ini malas keluar rumah dan kadang waktu liburnya di gunakan untuk bermain di rumah saja.

Hy terimakasih sudah membaca ceritaku dan sudah mampir semoga kalian suka jangan lupa vote sebanyaknya dan komen ya hehehe

Salam hangat dari Kaka ❤️😚



Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 30, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Secha Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang