Prolog | Senyuman

105 9 2
                                        

"Siapa yang haram ditatap?"


Gadis dengan rambut hitam sepunggung itu mengerutkan kening. Heran menatap gadis berwajah blasteran yang baru tiga jam yang lalu ia kenal dan resmi menjadi temannya.

Sepasang mata didepan Ralyn masih tak berhenti bergulir kesana kemari, memastikan tak ada yang memperhatikan mereka.

Pasalnya pembicaraan ini sangat penting, rahasia, jangan sampai ada yang tau, terutama orang itu.

"Ada apa sih sebenernya, Som?"

Somi menempelkan jari telunjuknya kebibir merah alami Ralyn, membuat gadis beriris coklat terang itu nyaris mengumpat.

"Gue normal, anjir!"

"Shutttt. Diem bangsat! Nanti ada yang denger."

Ralyn memutar bola matanya malas.

"Kalau Lo lupa, Lo barusan ngajak bolos di hari pertama gue menginjakkan kaki di sekolah ini dengan alesan 'Yaelah nggak papa, Lyn. Sekalian aja lurus kekantin lagian bentar lagi juga bel. Bu Seulgi nggak akan curiga karena kita tadi udah izin ke toilet. Jadi sans, oke?' cih."

"Dan lagi. Dikantin ini cuman ada kita berdua. Lo cerita sambil teriak-teriak pun nggak ada yang nguping Somi cantik tapi tolol"

Somi terbahak, mulut licin teman barunya ini mirip sekali dengan seseorang.

"Aih jadi kangen." Somi tersenyum menerawang langit di balik jendela kaca kantin.

"Gajelas, Lo. Balik aja deh gue."

"Eitt jangan. Yaudah deh gue ceritain."

Tarikan Somi kembali membuat gadis yang tengah menekuk wajahnya kesal itu kembali duduk.

"Jadi..."

Somi sengaja menggantung ucapannya, yang lagi-lagi berhasil menciptakan kerutan di kening Ralyn.

"Jadi apa? Apa?"

Ralyn diluarnya memang berlagak galak, tapi sebenarnya tak lebih dari remaja kepo yang benci dibuat penasaran.

"Jadi.. apa? Eh gue tadi mau ngomong apaan ya? Lupa anjir."

Ralyn mengacungkan jari tengahnya berniat pergi. Tolol tetaplah tolol.

"Eh gue inget! Gue inget!"

Ralyn menghela nafas, ini teman baru, ini teman baru, ini teman baru, nggak boleh bunuh, nggak boleh bunuh, nggak boleh bunuh. Sabar.

"Apaan?"

"Jadi.."

Ralyn bersiap mendengar kata selanjutnya dengan serius.

"Nggak ada sih. Nggak penting juga."

Somi mengangkat bahunya santai. Menyeruput es teh yang entah kapan hadir ditengah-tengah mereka itu.

"Som, Lo tau nggak? Gue pernah juara satu taekwondo di Sma gue yang dulu ngomong-ngomong."

Somi tersedak, bukan karena takut dengan teman barunya itu, melainkan karena teringat sesuatu.

"Lyn, ini penting."

Nada bicara Somi mendadak serius, memancing keingintauan Ralyn terhadap gadis blasteran didepannya itu.

"Jangan pernah berani-beraninya natap mata Haechan. HARAM!"

Somi mengatakan kata terakhir dengan teriakan kencang seraya menggebrak meja.

Membuat Ralyn yang mendengarkan ucapannya serius seraya diam-diam menyeruput minuman milik Somi jadi tersedak.

Ralyn mengumpat.

"Sialan."

Keduanya terbahak kencang setelah itu. Apanya yang lucu kampret?

"Goblok banget sih Lo, Som. I like your style."

"Walaupun gue blasteran. Bahasa inggris gue remidi ngomong-ngomong."

Tawa keduanya semakin menjadi-jadi. Ralyn sangat suka kegoblokan teman barunya itu.

Tawa mereka mereda. Somi kembali memasang wajah seriusnya.

"Tapi gue serius soal omongan gue tadi, Lyn. Natap mata Haechan itu haram hukumnya jika Lo masih mau sekolah disini."

Ralyn mengedikkan bahunya tidak perduli.

"Gue nggak takut. Lagian gue juga nggak kenal. Emang siapa sih Haechan itu?"

Somi diam, pandangan gadis didepannya itu bukan mengarah ke dirinya.

"Melupakanku, hm?"

Ralyn menoleh. Wajah tampan, iris tajam menusuk, dan hidung mancung yang hampir menempel dengan hidung mungilnya.

Ralyn meneguk ludahnya kasar. Menatap tanpa ragu sepasang mata milik seseorang didepannya.

Semua orang--yang entah ada sejak kapan muncul memenuhi kantin itu--melongo tak percaya.

Setelah sekian lama, senyuman itu kembali hadir.

***

Kyaaa aku syukak tatapan Echan yang begini><

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Kyaaa aku syukak tatapan Echan yang begini><

Ada yang pernah bayangin Haechan versi badboy bakal kayak apa?

@Keenad_

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 29, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Bad Boy | HaechanStories to obsess over. Discover now