Hujan memang tak pernah meminta izin untuk mengunjungi bumi, saat aku tak menyediakan payung ia malah turun saat aku menyediakannya ia sama sekali tak sedikitpun menampakkan tanda kehadirannya. Sama halnya dengan cinta, ia datang tiba-tiba bahkan saat kita tak berharap kehadirannya.
Cinta kini sedang mengunjungiku, akhir-akhir ini memang ada seseorang yang membuat jantungku berdegup cepat saat dia menyebut namaku pun saat aku melihatnya dan rasanya mata ini seakan tak pernah lelah untuk merekam setiap gerak-geriknya.
Dulu dia bukan siapa-siapa buat aku, aku yang cuek tidak pernah memperhatikan lingkungan sekitar secara detail.
Aku hanya tau namanya itupun karena kita sering bertemu di kantor dan suatu saat tiba-tiba dia mulai mencari perhatian, mulai menggangguku,
tadinya aku pikir hanya keisengan dia saja tapi ternyata itu semua berlanjut dan Ah Sial!
''aku jatuh cinta". Tadinya membalas setiap chatan dari dia itu hanya karena menghargai dia sebagai rekan kerja dan sebagai lelaki yang umurnya lebih tua dariku, supaya akupun tidak dianggap sombong..
beberapa hari setelah perkenalan kita,
ternyata dia itu bawel sekali, jarang aku chat & telponan dengan lawan jenis hingga larut malam dan tanpa disadari komunikasi kita yang setiap hari itu menyebabkan cinta.
Atau mungkin dia merasa asik chatan sama aku atau aku nya saja yang merasa nyaman dengan dia, Entahlah !
tapi obrolan-obrolan kita yang tidak penting itu lama-kelamaan ternyata menumbuhkan sayang..
berhari-hari, berbulan-bulan bahkan sampai sekarang hampir setahun kita masih berteman sangat baik, Iya teman ''Teman tapi Mesra" hahah,
kita pernah saling cuek satu sama lain tanpa sebab, dan sialnya ternyata dia itu lelaki playboy yang selama ini aku kenal.
'kalo kamu mau hilang, mati saja sekalian supaya tidak terlihat lagi biar aku bisa perlahan lupa sama kamu' cetusku..
daripada begitu caranya, sering hilang tapi masih bisa dilihat, masih nongol di semua sosial media gimana bisa Move On kalau seperti itu? yang ada cemburu si iyah..
sabtu pagi hari itu langit tampak cerah setelah beberapa hari mendung, dan dia pun juga kembali seperti dulu, dia lelaki playboy yang aku kenal dan menghilang begitu saja tanpa mengabari itupun dengan tiba-tiba kembali hadir dengan sapaan manis dan senyum khas dia yang sok ganteng yang mungkin bisa bikin para perempuan diluar sana lepek-klepek..
begitula lama dia pergi hampir sebulan lebih,
sebenarnya aku berusaha untuk tidak lagi mengabarinya,
tetapi dia selalu saja memberi kabar dengan berbagai alasan, urusan kantor misalnya dan semakin kesini setalah dia menghilang, komunikasi kami semain berjalan lancar
tapi lagi dan lagi sepertinya rasa yang aku rasakan dulu kembali lagi bahkan lebih besar dari sebelumnya. dia memang tidak pernah bilang "kamu mau gak jadi pacar aku?" tidak sama sekali
namun tidak dipungkiri aku memang menyayanginya hanya saja aku tidak tau apa dia juga memiliki rasa yang sama ataukah cinta ini memang akan tetap bertepuk sebelah tangan..
tapi aku selalu percaya
"Love is never die.
Even if the world is destroyed, Love will only live,
when two people love each other sincerely. Because love is a gift"
YOU ARE READING
Diary of Yura
Teen FictionYura gadis 24 tahun penggemar club bola Manchester penyuka gorengan, punya rambut ikal yang rada-rada tomboy jalannya kayak cowok tapi sebenarnya dia bisa menjadi feminim kalo emang lagi di tuntut sama job, yang kadang suka rese sendiri kalo liat...
