Part 1 Bulan dan Galaksi Kecil

79 31 3
                                        

NOVEL : BULAN JATUH DIANTARA GALAKSI”
Oleh : M.Mu’Amar
Karakter
GALAKSI AKSA ANTARES
BULAN KANAYA DEVA
SEPTHIAN DAREON ALDEBARAN
CLARISSA BUNGA DEVA
ARION PUTRA ERLANGGA
DEO IMANUEL PAMUNGKAS

*FLASHBACK ON
Matahari menjulang memancarkan sinar mentari yang terasa panas dikulit seorang gadis kecil yang baru berpulang dari sekolah dasar
“panas banget hali ini ya, mana aku  jalan kaki telus pulang sekolahnya “ ujar sang gadis kecil yang bernama Bulan kanaya deva yang tampak lesu karena panas
Ia berjalan menyusuri trotoar sambil bernyanyi riang
“ Balonku ada lima, rupa2 warnanya hijau kuning kelabu merah muda dan biru…… meletus balon..? eh “ sang gadis berhenti sejenak menatap kearah taman
ada orang sendirian ditaman samperin siapa tau dia mau berteman sama aku “ ia tersenyum dengan riang  sambil menghampiri orang yang di taman tersebut
“hallo kamu kenapa sendirian disini,, disini panas tau” ujar bulan yang hanya di tatap oleh sang empunya dengan heran
“kenalin nama aku  safira kanaya defa, kamu bisa panggil aku kanaya  gpp kok kklw disekolah aku dipanggil safira gak suka di panggil kanaya sama mereka “ kanaya terus mengoceh dengan anak laki-laki yang tampak seumurannya dengannya
“kenapa ?” ucap sang anak laki-laki , yang akhirnya bersuara yang membuat kanaya bahagia terseyum sumringah
“ye akhirnya di jawab juga sama  kamu ,kirain kamu bisu gak bisa ngomong hehe “ ujar kanaya
Dan sang anak laki2 hanya menatap kanaya dengan  tatapan tajam  setelah mendengar  kanaya berbicara lantas yang membuat kanaya merasa takut
“maaf2 jangan malah ya sama aku nanti aku gak ada temen lagi , kalena kanaya gak sengaja tadi soalnya kamu diemaja dari tadi bulan ajakin ngomong “ ujar kanaya dengan raut wajah yang sedih
“kenapa?” ujar anak laki-laki itu lagi
“karena kanaya disekolah gak punya temen kanaya selalu sendirian ,gak ada yang mau  temenan sama kanaya, kata orang kanaya itu gak asik diajak temanan” ujar bulan dengan mata yang berkaca-kaca
Sang empu hanya menatap kanaya dengan sendu  merasa hati terenyuh dengan ucapan kanaya
“ohh,, aku boleh jadi temen  kanaya ? ujar sang anak laki-laki
“serius, kamu mau temenan sama kanaya ?” ucap kanaya dengan senang
Iya serius, kenalin nama aku galaksi aksa Antares “ ujar sang anak laki2 tersebut yang bernama galaksi aksa Antares
“boleh gak aku panggil kamu aksa, iya aksa ?”ujar kanaya pada aksa
“iya gpp” ucap aksa sambil tersenyum pada kanaya
“ aksa kanaya pulang dulu ya nanti kanaya dimarahin sama mama kalau kanaya pulang nya kesorean “ ucap kanaya dengan  raut wajah khawatir
“pulang ya , ya udah  kanaya hati-hati ya” ujar aksa sambil mengelus puncak kepala kanaya yang hal tersebut membuat kanaya tertegun
“iya dadah akasa kanaya pelgi dulu ya “  ujar kanaya serasa pergi meninggalkan aksa

“AKSA POV”
Siang ini gak tau kenapa aku  ingin ke taman setelah kemarin baru pindah ke daerah ini, dengan tiba2 ada anak perempuan menghampiri ku mengajak temenan , aku ngerasa heran sama seneng juga karena aku juga belum punya temen disini , gadis kecil itu terus mengoceh dengan gembira yang hanya aku tanggapi dengan tatapan saja terlebih dahulu
“hallo kamu kenapa sendirian disini,, disini pans tau” ujarnya
“kenalin nama aku  safira kanaya deva, kamu bisa panggil aku kanaya  gpp kok klw disekolah aku dipanggil safira gak suka di panggil kanaya sama meleka “ ujarnya lagi yang trus mengoceh denganku padahal tak pernah aku tanggapi
“kenapa ?” ucapku yang akhirnya menjawab pertanyaan karena aku heran dengan apa yang ia katakan
“ye akhirnya di jawab juga sama  kamu ,kirain kamu bisu gak bisa ngomong hehe “ ujarnya
Dan hanya aku beri tatapan tajam terhadapnya yang membuatnya sedikit takut terhadapku
“maaf2 jangan malah ya sama aku nanti kanaya gak ada temen lagi , karena kanaya gak sengaja tadi soalnya kamu diem aja dari tadi kanaya ajakin ngomong “ ujarnya dengan sedikit mata yang berkaca-kaca yang membuat ku sedikit tersenyum yang mungkin tak terlihat
“kenapa?” ujarku lagi
“kalena kanaya disekolah gak punya temen , kanaya selalu sendirian ,gak ada yang mau  temenan sama kanaya, kata orang kanaya itu gak asik diajak temanan” ujarnya dengan mata yang berkaca-kaca
Setelah mendengar jawabannya aku sedikit terenyuh merasa kasian terhadapnya
“ohh,, aku boleh jadi temen  kanaya ? ujarku
“serius, kamu mau temenan sama kanaya ?” ucapnya
Iya serius, kenalin nama aku galaksi aksa Antares “ ujarku
“boleh gak aku panggil kamu aksa, iya aksa ?”ujar kanaya terhadapku yang membuat ku sedikit terkejut pasalnya hanya keluarga ku yang memanggilku dengan sama aksa
“iya gpp” ucapku sambil tersenyum pada kanaya
“ aksa kanaya pulang dulu ya nanti kanaya dimarahin sama mama kalau kanaya pulang nya kesolean “ ucap kanaya dengan  raut wajah khawatir
“pulang ? , ya udah  kanaya hati-hati ya” ujarku sedikit kecewa yang pada akhirnya aku mengelus puncak kepala kanaya yang hal tersebut membuat kanaya tertegun sejenak
“iya dadah aksa kanaya pelgi dulu ya “  ujar bulan serasa pergi meninggalkan aksa
Setelah iya pergi akupun mengikutinya dari belangkang yang ternyata rumahnya satu komplek dengan rumahku ,aku menghampiri pagar rumahnya sejenak aku terdiam karena kanaya dimarahi oleh ibunya tak mau sampai ketahuan akhirnya aku pulang meninggalkan tempat kanaya dengan raut wajah khawtir.
*keesokan hari
Seorang gadis turun dari tangga dengan seragam lengkap khas sekolah dasar
“selamat pagi semua” ujar kanaya, ya itu kanaya menyapa anggota keluarga yang sedang sarapan menyapa dengan baik karena ada sang papa di meja makan
“pagi juga sayang” ujar sang papa dengan manis
“papa kapan sampenya”ujar kanaya sambil duduk sebelah sang papa
“tadi malem sayang kamu udah tidur jadi kamu gak tau” ujar sang papa
“cepet makan jangan ngobrol aja nanti telat “ucap sang mama dengan raut tak suka menatap kanaya tajam
“maaf ma” ujar kanaya dengan kepala menunduk
Biasanya kanaya tak pernah sarapan pagi dimeja makan karena pasti dilarang oleh sang mamanya tapi hari ini papanya kanaya pulang dari luar kota sehingga mama bersikap baik terhadap bulan
“ma, pa bunga pergi dulu ya “ ujar bunga kakak dari kanaya yang bernama clarissa bunga deva
Sambil menyalimi kedua orang tuanya
“iya sayang hati2 ya sekolahnya” ucap sang mama dengan senyuman
“gak bareng kanaya aja kak perginya” ujar sang papa
“gak deh pa kan biasanya juga kanaya berangkat sedirian aku sama temen aku pergi sekolahnya” ucap bunga   sambil berlalu meninggalkan ruang makan tanpa pamit dengan bulan
kanaya hanya bisa diam menatap kepergian sang kakak, bunga setiap hari selalu seperti itu selalu tidak suka dengan adanya kanaya karena kanaya lebih di sayang oleh papanya sehingga membuat bunga benci terhadap kanaya
“pa,ma bulan berangkat juga ya “ ujar kanaya sambil menyalimi kedua orang tuanya
“hati2 sekolah yang bener ya sayanag “ ujar sang papa yang hanya di balas anggukan kepala oleh bulan sejenak bulan menatap sang mama yang sedang menyibukkan diri tanpa peduli terhadap bulan
“SEKOLAH”
Sesampainya kanaya di sekolah kanaya Nampak bingung terhadap orang disekolah yang tengah membicarakan sesuatu akhirnya bulan memberanikan diri untuk bertanya
“ini pada lagi ngomongin siapa ya?” Tanya kanaya terhadap salah satu teman kelasnya
“ada anak baru yang bakal masuk kelas ini “ ujar orang tersebut tanpa menatap kanaya
Sedangkan kanaya hanya ber oo ria sambil menunggu bel masuk bulan hanya belajar dalam diam
Akhirnya bel berbunyi dan guru masuk dengan seorang anak laki2 dibelakangnya yang di yakini anak baru di kelas kanaya, kanaya masih Nampak fokus dengan bukunya tanpa menatap kedatangan guru tersebut
“selamat pagi anak2” ucap ibu “selamat pagi anak2” ucap ibu guru
“selamat pagi bu”ucap semua murid termasuk kanaya dengan raut wajah Nampak bingung menatap sang anak laki2 tersebut
“anak2 kelas kalian kedatangan murid baru ayok nak perkenalkan namamu”
“nama saya galaksi aksa Antares kalian cukup panggil saya galaksi “ ujar aksa dihadapan teman2nya dengan tegas  yang mana mata focus pada bulan dan bulan pun sebaliknyaa
“galaksi kamu duduk sebelah kanaya, kanaya angkat tangan kamu “ ucap sang guru
“iya saya buk” ujar kanaya dengan tersenyum
Aksa pun menghampiri bangku sebelah kanaya
“aksa sekolah disini juga ya” Tanya bulan terhadap aksa
“iya” ujar aksa
“oo” ujar kanaya kembali fokus pada penjelasan bu guru
Dengan aksa satu sekolah dengan kanaya membuat mereka semakin dekat setiap harinya yang awalnya kanaya selalu sendirian akhirnya kanaya ada teman yaitu aksa  sampai mereka lulus sekolah dasar yang membuat bulan harus kehilangan aksa
“aksa jangan pergi ya , aksa disini aja sekolahnya temenin bulan biar bulan ada temennya “ ujar bulan dengan menahan tangis
“ aksa gak bisa tinggal disini karena aksa harus ikut papa” ujar aksa sedih melihat bulan
“terus kalau aksa pergi kanaya sama siapa ? bulan bakal sendirian lagi kayak dulu lagi ‘ ujar kanaya dengan menangis
“kanaya jangan nangis aksa sebentar kok perginya nanti aksa bakal kesini lagi “ ujar aksa membuat bulan sedikit tenang
“janji ya aksa bakal balik lagi sama kanaya, kanaya bakal tunggu aksa disini setiap hari “ ujar buar dengan tersenyum
“aksa gak bisa janji , tapi kalau aksa balik lagi nanti aksa bakal cari kanaya kita bakal satu sekolah lagi kok” ujar aksa dengan yakin
“ya udah aksa boleh pergi tapi janji bakal cari kanaya ya ,hemm pasti kanaya bakal kangen banget sama aksa “ ucap bulan dengan kepala menunduk
“kanaya jangan sedih , aksa kasih kalung ini buat kanaya biar kanaya selalu inget sama aksa jangan pernah dilepas ya “ ucap aksa sambil memakaikan kalung berbandul bulan di tangan kanaya
“iya kanaya janji gak bakal lepas ” ujar bulan dengan tersenyum
“nanti jaga diri baik2 ya kanaya harus berani kalau aksa gak ada” ujar aksa memberi semangat pada kanaya
“ iya kanaya bakal jaga diri baik2 , kanaya juga punya sesuatu buat aksa “ ucap kanaya sambil merogoh sesuatu dari dalam tasnya
“apa” Tanya aksa
“tadaa ini bulan juga ada gelang buat aksa “ ujar gelang sambil memakaikan gelang tersebut terhadap aksa
“kenapa bandulnya bintang?” Tanya aksa terhadap kanaya
“ karena nama aksa itu ada bintangnya Antares itu artinya bintang” ujar bulan
“ohh kamu tau ya artinya kirain gak tau “ ucap aksa
“iyalah apasih yang gak kanaya tau tentang aksa”
“ iya ya kanaya yg segalanya tau “ ujar aksa sambil mengacak rambut bulan
“ih aksa jangan acak rambut kanaya dong “ ucap kanaya dengan kesal dengan bibir mengerucut kedepan
“aksa pamit dulu kanaya, udah saatnya aksa pergi disana udah ada mobil ayah , kanaya jangan nangis nanti kita ketemu lagi kok” ucap aksa dengan sendu melihat kanaya diam dengan mata yang berkaca-kaca
“enggak aksa jangan tinggalin kanaya” ujar bulan menangis dengan sejadi jadi
“enggak kanaya aksa harus pergi” ujar aksa berlari cepat meninggakal kan kanaya yang menangis di taman
“aksa jangan pergi , jangan pergi “ucap kanaya dengan terduduk di tanah melihat kepergian aksa
“JANGAN PERGI” ucap kanaya dengan suara sendu
“FLASHBACK OFF”

Bulan Jatuh Diantara GalaksiStories to obsess over. Discover now