[1]. Meet In Roftoof

2 2 0
                                        

Di hari temu itu, aku sempat bertanya dengan ragu. Apakah kamu bisa untukku?

.
.

👑👑👑

Perempuan berusia hampir kepala tiga yang duduk di kursi sebrang meja mengendus dengan bibir membentuk garis lurus. Tak ada setitik cerah pun diwajahnya lagi. Pagi yang seharusnya tenang dengan bercengkrama bersama rekan-rekan kerjanya hancur sudah.

Kedatangan siswi bersama seorang guru BK ke meja kerjanya, menjadi penyebab mengapa Mood Bu Aisya- si guru cantik hancur begitu saja.

"Sila di tandatangani Ibuu... " Ucap si siswi dengan senyum sangat lebar hingga memperhatikan deretan gigi putihnya.

Dia pikir sedang mendapatkan undian sepuluh miliar apa?- Cibir Bu Aisya dalam hati.

Sorot tajam Ia berikan kepada sang siswa. Namun tetap menuruti dan tanda-tangan.

Ingin sekali rasanya Ia menculik siswi nya itu, lalu mengasingkan nya kesebuah tempat yang jauh dari kota ini. Namun, mengingat dirinya nanti yang ketahuan, dan dilaporkan keluarga perempuan itu membuat nya harus mengurungkan niatnya jauh-jauh. Lagipula Ia bukan seorang penjahat atau pun psikopat. Dia hanyalah seorang guru yang merasa terdzolimi oleh murid paling bandel yang pernah Ia temui.

Singkat cerita, Namanya Amanda Nabilla Arsyad - Biasa dipanggil Nabilla. Sekilas Ia tampak seperti anak manis dan baik-baik. Aslinya Ia bak penyihir kecil yang selalu bikin ulah. Sebut saja, datang setelah pelajaran dimulai, bolos pelajaran hingga bolos sekolah, atlet lompat tembok belakang, makan dikelas selagi jam pelajaran berlangsung, ribut dikelas, tukang contek, siswa paling bodoh, dan banyak lagi. Hingga membuat Bu Aisya selaku Wali kelasnya kebingungan hingga rasanya ingin membenturkan saja kepalanya ke tembok.

"Jangan diulangi lagi," Ketus Bu Aisya setelah selesai menandatangani surat jaminan yang kesekian kalinya untuk Nabilla.

"Iya Ibu, pasti."

Jangan pernah percaya dengan kata Pasti dari mulut Nabilla. Karena Pastinya Nabilla berlaku untuk beberapa hari kedepan saja. Pecaya, dua atau tiga hari lagi hal ini pasti terulang.

Nabilla tersenyum penuh kemenangan dan memberikan surat yang telah ditandatangani kepada Bu Vega selaku guru BK. "Sekarang saya udah bebas kan Bu."

"Lain kali, datang kesekolah itu diusahakan sebelum jam tujuh biar gak terlambat. Ngerti." Ujar Bu Vega menasehati. Kepala Nabilla mengangguk patuh. "Ya sudah, sekarang kamu langsung masuk kelas jangan keluyuran kemana-mana."

"Siap Ibu." Memberi hormat pada Bu Vega, Nabilla pun lantas meninggalkan ruang guru.

"Ibu Aisya harus banyak-banyak sabar ya mengurus anak itu." Kata Bu Vega prihatin dengan pengalaman Bu Aisya. "Saya tahu mengurus anak macam Nabilla itu Sulit sekali."

Bu Aisya membuang nafas kasar. "Ya mau bagaimana lagi Bu, Udah nasib saya jadi Wali kelas dia. Duh, kalau boleh milih ya, Saya mending cari kelas lain saja. Mengurusi kelas yang sekarang apalagi ada murid macam Nabila disana, Masyaallah sungguh beban yang sangat berat."

Bu Vega sedikit terkekeh dengan pernyataan Bu Aisya. "Sabaar... Hanya setahun saja."

.
.

Diluar.

Nabilla tak mengambil arah menuju kelas, Ia malah berbelok arah menuju atap gedung. Percuma saja Ia masuk kelas sekarang, bel istirahat pertama akan berbunyi setengah jam lagi. Bagi Nabilla apalah arti waktu yang hanya tersisa setengah jam lagi itu.

Bolehkah Cinta?Where stories live. Discover now