Semua orang pasti mempunyai masa lalu,entah menyenangkan atau menyesakkan.
Masalalu yang bahkan kita bukan sekedar mengikhlaskan dengan
cuma-cuma.
Rasanya ada hal yang harus di sembuhkan,menyembuhkan dari hati yang sama-sama sempat mau pergi dan kembali lagi.
"Bima" panggilku sambil memperhatikannya asyik meminum sup buah kesukaannya itu,
Ya kami sedang duduk di tepi pantai menyaksikan senja kala akan tenggelam,
Begitupun senja,menyaksikan dua hati yang sama-sama ingkar janji
Senja selalu mau tahu tentang kisah yang tidak pernah ada ujungnya untuk di persatukan,untuk yang akan mendamaikan hati yang sebenarnyapun aku tahu akan mati.
Bima tidak menghiraukan panggilanku,ia masih saja fokus dengan sup buah yang ada di hadapannya hampir mau habis itu.
"Iya na?"
"Bim?"
"Na,aku sedang bersamamu saat ini,aku tidak mau kita bertengkar di hadapan senja saat ini,mohon fana Anjani" pintanya memohon kepadaku
Dan kembali menatap langit orenge yang akan melahirkan keindahannya itu.
Aku pun diam mendengarkan derunya ombak yang semakin berisik seperti hatiku,memberontak untuk pergi dari sisinya,
Pergi entah akan diam diri atau malah lari untuk menyakiti
"Na,aku sudah kembali"
Ucapnya sambil menatapku lembut,
"Iya,aku tahu bim" jawabku membalas tatapannya yang meneduhkan itu,
tentang seorang laki-laki bernama bima,
manusia dengan sejuta harapannya,
manusia yang selalu memilki rencana tanpa kalian duga-duga,
Ya,dia adalah Bima abimanyu, laki-laki yang sudah menetap di bumi dengan alasan kemungkinannya itu
Setelah kelulusan SMAnya,Bima meneruskan cita-citanya ke kanada,
Dua tahun kepergiannya ke kanada untuk meneruskan cita-citanya yang seharusnya aku tidak pernah merelakannya dia pergi dengan cuma-cuma.
Bohong jika aku tidak apa-apa.
Apakah kamu sanggup jika menjadi diriku? Dii tinggal seseorang yang sudah berhasil membuat hatimu siap untuk menjadi awalan kehidupan yang menabjubkan bersamanya,
Iya,bersama seseorang yang menetap dan singgah di hatimu.
Kini ia kembali dengan bima Abimanyu yang sama, bima dengan sejuta harapanya, bima dengan sejuta kenanganya,iya bersama diriku.
"Kenapa semesta ngizinin kita bertemu lagi bim"
Ucapku kepada bima yang hampir Saja aku mau menangis,aku tahan sebisa mungkin agar air mata kebodohan ini tidak sampai jatuh di hadapannya.
"Semesta cuma mau tahu na"
Jawabnya serius kepadaku
"Mau tahu?lalu apa yang dibilang mau tahu kalau aku mau tahu keadaanmu di sana,sedangkan kamu saja tidak pernah mengabariku sama sekali"
Balasku dengan nada tinggi,
Sungguh aku benar-benar emosi saat ini
"Na,aku sudah janji pada semesta,jika kita memang akan ditakdirkan kembali,aku mau kamu dan kamu mau aku begitu hal yang cukup buat aku percaya sama kamu yang berada di Indonesia"
Jawabnya menggenggam tanganku lembut yang masih sama seperti 2 tahun yang lalu
"Kamu egois bim,kamu benar benar egois....
apakah kamu pernah tanya aku, aku baik-baik saja di sini,apakah kamu pernah nanya apakah aku siap kehilanganmu?"
"Enggak Bim,bahkan aku sama sekali tidak pernah merelakanmu pergi yang entah aku berfikir kedua kalinya kamu akan kembali atau tidak akan sama sekali"
"Namun kenyataanya kamu malah kembali yang membuatku senang sekaligus takut akan kehilangan yang kedua kalinya"
Terangku pada bima
Dia hanya menatapku,entah apa yang dia fikirkan saat ini di ruang isi kepalanya,
Biarlah dia berdiskusi dengan jiwanya agar dia faham,
Kisah yang kita jalani memang seharusnya tidak akan pernah bisa untuk di lanjut
ESTÁS LEYENDO
LARA
Novela JuvenilLARA Dalam Arti KBBI, 1) sedih; susah hati; 2) sakit; Beberapa orang memilih pulang dan pergi untuk kebahagiaanya masing-masing, Bertumpu pada rasa yang pernah kecewa. Tentang fana rinjani, perempuan yang sakit hati untuk sekian Kali, Memilih untuk...
