Gadis kecil menghampiri sang Mama. Sang papa masih asyik dengan koran dan secangkir tehnya. Lupa jika perinya sedang bertanya padanya. "Mama mama peri kecil mau sekolah. Sekolah pakai rok merah loh mah. Papa diemin peri kecil. Huh. Kata senja sebel.
"Nak, kamu belum bisa sekolah yang pakai rok merah"
Jadi mah? Gak mau pokoknya pakai rok warna merah.
" Boleh, tapi jangan warna merah ya sayang. Rok yang dipakai nanti warnanya warna warni. Banyak deh ada warna hijau sama biru. Terus ada kotak-kotaknya lagi."
" Wah, peri kecil mau pakai rok yang mama bilang ya. "
"Oke, besok kita daftar sekolah ya."
Keesokan harinnya senja dan Mamanya pergi ke salah satu taman kanak-kanak yang ada di kotanya. Setelah selesai mendaftar senja langsung diajak bu guru masuk ke kelas.
Senja sangat antusias belajar disana. Hingga saat perkenalan ada sath momen yang membuat temannya tertawa.
Ketika bu guru bertanya namanya
"Anak manis, nama kamu siapa nak?
Namaku peri kecil bu guru. Papa sering panggil peri kecil. "
"Loh, bukannya nama kamu senja nak? "
" Iya bu guru namaku senja. Tapi sering dipanggil juga peri kecil."
" Oia, kalau teman kamu disini panggil kamu senja boleh kan, soalnya peri kecil itu hanya papa kamu yang panggil. Panggilan untuk anaknya yang tersayang. Okey." kata bu guru."
" Okey bu guru."
Akhirnya bu guru pun memberitahu bahwa nama gadis manis itu 'senja'.
Diluar Mama hanya geleng-geleng kepala dan berharap putrinya dapat bahagia bertemu dengan teman barunya.
